
Mimbar Maritim – Pontianak
Pelabuhan Kijing Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan induk diperkirakan akan beroperasi atau soft launching bulan Juni 2020. Pelabuhan Kijing nantinya sudah akan terintegrasi dalam melayanani petikemas, break bulk cargo, curah cair dan lainnnya.
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Pontianak Stanislaus Wembly Wetik kepada Mimbar Maritim, Senin (17/2/2020) saat berbincang – bincang diruang kerjanya mengatakan pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi untuk membentuk tim percepatan pembangunan pelabuhan Kijing bekerja sama Distrik Navigasi Pontianak, PT.Pengembangan Pelabuhan Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Linkungan Hidup setelah terbentuk tim maka akan dilakukan running.
Dia mengatakan untuk menjamin keselamatan pelayaran DKLr (Daerah Lingkungan Kerja) yang meliputi wilayah daratan dan perairan sedangkan DLKp (Daerah Lingkungan Kepentingan Perairan) hanya meliputi perairan. Dimana perairan tersebut apakah wajib pandu.Dalam hal ini, masih terus dilakukan kajian apakah memakai pandu luar biasa atau pandu biasa.

Sedangkan pembangunan dari sisi perairan PT.Pengembangan Pelabuhan Indonesi (PPI) selaku pemilik proyek, selalu memberikan laporan (report) bulanan maupun triwulan Ke KSOP Kelas II Pontianak.
” Diharapkan sampai dengan soft launching Juni 2020, bahwa trestle seluruhnya sudah tersambung 100 persen dengan jarak 3,5 Kilometer ke lapangan penumpukan petikemas. Namun dari sisi daratnya masih perlu pembangunan fasilitas seperti perkantoran dan fasilits lainnya, ” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa pembangunan terminal pelabuhan Kijing diperkirakan cukup besar. ” Namun melihat kondisi pelabuhannya bahwa pembangunan infrastruktur kepelabuhan Kijing. Kemungkinan besar Pemprov Kalimantan Barat akan kerjasama dengan Kementerian PUPR dan mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh gubernur se Kalimantan,” pungkasnya. (Ody-01).