Pemilik Kapal KM.Damai Sejahtera 5 Tanggung Jawab Penuh, Kerusakan Turap Tepian Sungai Segah Tanjung Redeb

Mimbarmaritim.com – Tanjung Redeb (Berau)

Selasa tanggal 4 Januari 2022 lalu pukul 10.25 WITA, di Jalan Ahmad Yani telah terjadi insiden KM.Damai Sejahtera 5 menubruk Turap Tepian Sungai Segah di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Berau, jaraknya kurang lebih 50 meter dari pelabuhan Tanjung Redeb.

Atas kejadian tersebut pemilik kapal bertanggung jawab dan akan memperbaiki turap Sungai Segah. Niat baik dari pemilik kapal tersebut dibuktikan dengan ditanda tanganinya Surat Pernyataan Kesanggupan Direktur Utama PT Sarana Samudera Pasifik, Kiki Tjahjono, sebagai pemilik kapal KM.Damai Sejahtera 5.

Kepala Kantor Unit Pelaksana Pelabuhan Kelas II Tanjung Reded Hotman Siagian melalui keterangan tertulisnya diterima Mimbar Maritim, hari ini Minggu (9/1/2022) mengatakan bahwa sejak awal kejadian, pihaknya langsung melaksanakan tugas pengawasan di lokasi kejadian tersebut.

“Kami sudah memanggil dan meminta keterangan terkait insiden dari nakhoda kapal KM Damai Sejahtera 5, pemilik kapal, manajer pelayanan kapal, petugas pandu, serta operator radio PT Pelindo Regional 4 Cabang Tanjung Redeb,” kata Hotman.

Hotman menjelaskan pihaknya juga telah meminta keterangan dari semua terkait insiden KM.Damai Sejahtera 5 menubruk Turap Tepian Sungai Segah Tanjung Redeb.
Setelah mendapat hasil keterangan semua pihak terkait kronologis tertabraknya Turap Tepian Ahmad Yani, Kantor UPP Kelas II Tanjung Priok telah melaporkan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

Selain itu, kata Hotman, pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi Kamis tanggal 6 Januari 2022 dengan pemilik kapal. Rapat menghasilkan kesepakatan terkait kesediaan pemilik kapal bertanggung jawab memperbaiki kerusakan turap. Kerusakan turap ukuran 7 meter ini akan diperbaiki pemilik kapal seperti tertuang dalam surat pernyataan.

Hotman menyebutkan untuk merealisasikan pertanggungjawaban pemilik kapal, pihaknya akan memfasilitasi pertemuan pemilik kapal, keagenan kapala dengan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.

“Kami akan menggelar pertemuan besok Senin (10/1/2022), untuk melakukan pembahasan secara teknis terkait perbaikan turap yang rusak tersebut,” ungkapnya.

Lebih jauh, Hotman menjelaskan Peraturan Menteri Nomor 57 tahun 2015, tentang pemanduan dan penundaan kapal, bahwa panjang kapal di atas 150 sampai 250 meter LOA, wajib menyediakan paling sedikit satu unit kapal tunda dengan jumlah daya paling rendah 6.000 DK dan jumlah yang ditarik paling rendah 65 ton bollard pull. Penundaan di Muara Pantai dilaksanakan mengingat pertimbangan keselamatan pelayaran dan semakin meningkatnya kegiatan ship to ship dan aktivitas lainnya.

Menurut dia, bahwa kegiatan di Muara Pantai telah dilaksanakan penundaan kapal terhitung sejak 31 Desember 2021, atas kesepakatan dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Cabang Tanjung Redeb dengan Pengguna Jasa (keagenan kapal asing) yang telah melakukan kesepakatan untuk kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini kami dilaksanakan dalam rangka menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan maritim di wilayah Muara Pantai, mengingat daerah zonasi tersebut merupakan zonasi terumbu karang, zonasi perikanan, dan daerah tersebut terdapat kabel optik bawah air,” sebut Hotman.

Ditambahkannya, kegiatan di pelabuhan umum, pengolongan jembatan Gunung Tabur dan alur pelayaran Tanjung Redeb, terkait pelaksanaan kegiatan pemanduan dan penundaan kapal, hingga saat ini berjalan dengan aman dan lancar.

“Kami juga melakukan evaluasi secara berkala per enam bulan sekali, dan hasil evaluasi dilaporkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” katanya.

Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, merekomendasikan penambahan 3 unit kapal tunda yang akan dioperasikan di pelabuhan umum dan area pengolongan guna terwujudnya keamanan dan keselamatan pelayaran.

“Penyediaan 3 unit kapal tunda diikuti dengan penambahan petugas pandu 2 (dua) orang dan kapal yang akan diadakan oleh PT Pelindo Regional 4 Cabang Tanjung Redeb. Sebagai tindak lanjut atas rapat dengan Direktorat Kepelabuhanan pada tanggal 16 – 17 Desember 2021 di Makassar. Penyediaan kapal 3 (tiga) unit kapal tunda) tersebut paling lambat tanggal 1 Juli 2022 akan dioperasikan sekitar pelabuhan umum,” tutupnya.(MM-01).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s