KORPORASI

Cigading Sebagai Pelabuhan Curah Kering Terbesar Di Indonesia.

Pelabuhan Cigading

Mimbar Maritim – Jakarta

Bukan kaleng – kaleng rupanya, sebutan ini salah satu ungkapan yang berarti jangan dianggap remeh atau sebelah mata. Satu dari sekian puluh anak usaha PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk yaitu PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) adalah perusahaan yang mempunyai profitabiltasnya sangat tinggi. Tidak lapuk tergantung dan busuk terbenam, namun selalu akseleratif dalam terobosan penetrasi pasarnya.

KBS didirikan sejak tahun 1996 yang merupakan operator Pelabuhan Cigading di terminal umum jasa kepelabuhanan. Untuk menangani segala jenis kargo baik curah kering, curah cair dan general cargo dan memperoleh konsesi dari pemerintah sejak tahun 2016. 

Sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekspor impor barang melalui laut. Maka sarana dan prasarana terus dikembangkan, meliputi dermaga, ship unloader (Crane), conveyor maupun pergudangan.

KBS sudah beberapa kali memenangkan tender bongkar muat batu bara di PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) yaitu pelabuhan PLN di Tanjung Jati, Jepara, Jawa Tengah. 
Kiprahnya didunia bongkar muat yang pada awalnya hanya melayani kargo Grup PT Kraktaau Steel (Persero) Tbk dan PT Krakatau Posco.

Produk angkutnya seperti baja dan bahan baku baja. Kemudian berkembang untuk melayani kargo pihak ketiga. Misalnya saja, pengangkutan gandum, semen dan batubara dalam jumlah besar milik perusahaan swasta lainnya.

Pelabuhan Cigading yang berada di Provinsi Banten tersebut, saat ini memiliki daya tampung mencapai 21 juta ton dan KBS telah meresmikan dua dermaga baru di Pelabuhan Cigading, Cilegon – Banten pada Juni 2019. 

Dua dermaga baru yaitu dermaga 7.1 dan 7.2 dengan kapasitas 3,5 juta ton, sehingga total kapasitas bongkar muat Pelabuhan Cigading menjadi 25 juta ton per tahun. Hal tersebut menjadikan Pelabuhan Cigading sebagai pelabuhan curah kering terbesar di Indonesia.

Dermaga baru tersebut akan menjadi terminal umum yang dapat disandari kapal berbobot 70.000 deadweight tonnage/DWT (panamax vessel). Dimana Dermaga 7.1 dan 7.2 merupakan bagian terminal umum yang dibangun untuk melayani kargo barang curah dan general kargo.

Dua dermaga baru tersebut sepanjang 350 x 25 meter dibangun oleh PT. Istaka Karya (Persero) dengan pipa pancang dari PT KHI Pipe Industries (anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk), diatasnya dilengkapi dengan empat unit DLLC (Double Level Luffting Crane) dengan tipe jib crane, yang masing-masing unit memberikan andil discharging rate (kecepatan bongkar) 750 ton per jam. Dengan crane yang baru ini, bongkar muat bisa lebih cepat, throughput bertambah dan tentunya kepuasan customer akan meningkat.

Dermaga 7.1 dan 7.2 ini akan menambah jumlah slot dermaga menjadi 17 dermaga dan penambahan 2 jetty baru.
Dengan tambahan dua dermaga baru, sepanjang tahun ini Krakatau Bandar Samudera mengincar arus barang 21,4 juta ton. Target tersebut 24,42% lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yakni sebesar 17,2 juta ton.

Tahun lalu, KBS mencetak pendapatan Rp.1 triliun dan laba Rp 150 miliar. Adapun tahun ini mereka mengincar pendapatan Rp 1,5 triliun dan laba Rp 220 miliar.

Target rencana pendapatan dan laba tersebut belum termasuk pendapatan dan laba dari tender pengelolaan pelabuhan milik PLN, pelabuhan bongkar-muat batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang, Jawa Tengah dan Bojonegara di Serang, Banten. (Editor – Ody).

Penulis : Herijanto (Direktur Eksekutif Himpunan Masyarakat Peduli Maritim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s