COAST GUARD

Kemenhub : Gelar Marpolex Nasional 2020 Di Lampung, Perkuat Koordinasi Penanggulangan Minyak Di Laut

Mimbar Maritim – Lampung

Kementerian Perhubungan menggelar latihan penanggulangan tumpahan minyak di Laut atau Marine Pollution Exercise (Marpolex) untuk memperkuat koordinasi antar instansi terkait dalam rangka penanggulangan tumpahan minyak dalam skala lokal, daerah dan nasional. Marpolex Nasional tahun 2020 dibuka secara virtual oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di  dermaga Ro-Ro pelabuhan Panjang Lampung, hari ini Senin (30/11/2020).

Menhub Budi Karya dalam sambutannya mengatakan provinsi Lampung merupakan kawasan strategis yang terletak di dekat Selat Sunda yang telah ditetapkan IMO sebagai kawasan perairan dengan Traffic  Separation Scheme (TSS) pada tanggal 1 Juli 2020. 

“Jadi kami ingin menguji kesiapan personil dan peralatan penanggulangan pencemaran di perairan khususnya sebagai lokasi perbantuan apabila terjadi musibah pelayaran di kawasan TSS Selat Sunda,” kata Menhub Budi Karya.

Menhub menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada para pemerintah daerah Lampung serta stakeholder terkait atas terselenggaranya kegiatan ini, serta berharap agar pelatihan ini dapat memberikan rasa aman terhadap pergerakan di laut Indonesia.

“Kami ucapkan terima kasih kepada stakeholder, khususnya Gubernur dan Pemda Lampung yang memberikan kesempatan untuk diselenggarakan kegiatan ini. Saya juga berterima kasih kepada semua yang hadir, semoga apa yang kita lakukan bermakna dan memberikan rasa aman terhadap pergerakan Kapal di laut indonesia,” pungkas Menhub.

Pelaksanaan Marpolex yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun ini merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim dan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut.

National Marpolex 2020di Lampung ini dibuka langsung dan ditandai penekanan tombol oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, bersama Sesditjen Perhubungan Laut Andi Hartono dan Kepala Kantor KSOP Kelas I Panjang Yefri Meidison beserta jajaran pejabat lainnya di Lampung.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutannya menyatakan, Latihan National Marpolex 2020 di Lampung sangat dibutuhkan, karena kawasan pelabuhan Lampung menjadikan transportasi laut sebagai urat nadi distribusi barang ke luar Lampung, baik skala nasional atau internasional yang merupakan pintu gerbang perekonomian Provinsi Lampung.

Gubernur mengatakan sudah tepat sekali kegiatan National Marpolex 2020 dilaksanakan di Lampung. Karena wilayah Lampung sangat strategis dari sisi perairannya yang menjadi alur pelayaran yang ramai dilintasi kapal.

“Dengan banyaknya kapal-kapal yang melintasi perairan di Lampung, maka tidak tertutup kemungkinan adanya kecelakaan yang berdampak akan terjadi pencemaran lingkungan laut pelabuhan Panjang.

Ia menyampaikan dukungannya dengan adanya latihan bersama dalam National Marpolex 2020 Lampung.Hal ini akan terbentuk petugas pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran yang kompeten, dan tercipta kordinasi. Kegiatan ini juga akan mendorong terbentuknya partisipasi masyarakat Maritim untuk menjaga dan menanggulangi pencemaran di laut.

Upacara puncak National Marpolex 2020 Lampung bertindak sebagai Inspektur Upacara Sekretaris  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Andi Hartono. Dalam laporannya  kepada Menteri Perhubungan secara virtual, Andi Hartono menyampaikan para peserta latihan terdiri 300 orang petugas, dan 8  kapal negara serta kapal tug and barge dari PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang dan Pertamina serta pihak swasta lainnya sebagai peserta.

Andi Hartono pada kesempatan itu menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk uji coba dan mengevaluasi prosedur dan kemampuan dalam penanggulangan tumpahan minyak. Meningkatkan kerjasama dan kapabilitas dalam operasi pengamatan, pengamanan, pencarian dan pertolongan, pemadaman kebakaran, penanggulangan tumpahan minyak, penanggulangan dampak tumpahan minyak di laut dan pengajuan tuntutan ganti rugi pencemaran di laut.

Disamping itu, kata Andi Hartono, untuk melatih para personil dalam perencanaan, komando dan pengendalian dalam satu operasi yang terintegrasi.

Andi Hartono menjelaskan melalui kegiatan ini, akan dapat mendorong partisipasi dan keterlibatan seluruh stakeholder dari pengusahaan minyak, perusahaan pelayaran, pengelola tersus/tuks dan kegiatan lain di perairan. Dalam usaha bersama mengontrol dan menanggulangi tumpahan minyak di laut.

Dalam  latihan Marpolex 2020, Andi Hartono juga menjelaskan tentang metode latihan, persiapan latihan. Usai acara pembukaan Andi Hartono bersama sejumlah pejabat yang hadir dalam upacara,  naik keatas dan menggunakan KN. Trisula P – 111  ke lokasi perairan berikut kapal-kapal peserta Marpolex langsung melakukan latihan bersama.

“Latihan bersama ini meliputi penanggulangan tumpahan minyak dengan memandang oil boom, latihan pemadaman kapal, menyelamatkan awal kapal yang tercebur ke Laut,”pungkasnya.

Kegiatan Marpolex  2020 di Lampung yang berlangsung sejak tanggal 26 sampai 30 Desember 2020 diisi dengan persiapan, latihan di dalam ruangan ( Table Top Exercise) dan pembuatan prosedur penanggulangan pencemaran, sampai pada pembahasan ganti rugi akibat pencemaran.

Pada tahun genap mulai dari 2016, 2018, 2020, Marpolex diselenggarakan dalam skala Nasional, sedangkan Marpolex dengan skala Regional diselenggarakan setiap tahun ganjil (2017, 2019, 2021) bersama dengan Philippine Coast Guard dan Japan Coast Guard. Pada tahun 2019 lalu, telah diadakan Marpolex Regional di Davao, Filipina dimana Indonesia mengirimkan 3 Kapal Negara Kelas I untuk mengikuti latihan bersama.

Latihan Marpolex Nasional 2020 diikuti oleh unsur dari Ditjen Perhubungan Laut, Pemerintah Provinsi Lampung, Pangkalan TNI Angkatan Laut Lampung, BASARNAS Lampung, Polair Polda Lampung, SKK Migas, PT. Pertamina (Persero), PT. Pelindo II (Persero) Cabang Panjang, Kantor VTS Panjang. Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tanjung Priok, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tanjung Perak, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tanjung Uban.Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Bitung, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tual,  Dan Stakeholder lokal. 

Kapal-kapal yang akan terlibat dalam pelatihan Marpolex 2020 ini diantaranya adalah KN. Trisula, KN. Kalimasada, KN. Chundamani, KN. Jembio, KN. 336, RIB Basarnas 1, RIB Trisula, TB. Leopard, TB. Legundi 3, armada Kantor Kesehatan Pelabuhan, MT. Pasaman, Searider TNI AL, KP. Polair dan RIB Pertamina. Peserta yang mengikuti Marpolex Nasional tahun ini berjumlah kurang lebih 300 orang. (Ody-01).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s