BEA CUKAI

IPC Cabang Tanjung Pandan Dan KPPBC – TMP C Tanjung Pandan Sosialisasi TPS Kepada Pelaku Usaha Belitung

Mimbar Maritim – Tanjung Pandan

Manajemen IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) melalui IPC Cabang Tanjung Pandan bersama-sama Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Tanjung Pandan melakukan sosialisasikan aturan terkait pembongkaran dan penimbunan barang impor. Hal ini, diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 108/PMK.04/2020 dan aturan terkait kawasan pabean dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) yang diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK.04/2020.

Pelaksanaan sosialisasi ini diikuti 20 pelaku usaha/bisnis di sekitar Kepulauan Belitung, dihadiri oleh Kepala Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Tanjung Pandan, Jerry Kurniawan, General Manager (GM) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Tanjung Pandan, Hambar Wiyadi, General Manager PT Pelabuhan Tanjung Priok (PT PTP) Cabang Tanjung Pandan, Ade Affandi dan Supervisor Operasi PT Multi Terminal Indonesia Cabang Tanjungpandan, Ambar Seto dan para pejabat dilingkungan Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tanjung Pandan, bertempat di Sheraton Belitung Resort, Selasa (29 September 2020) yang lalu.

Kepala Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tanjung Pandan, Jerry Kurniawan pada kesempatan itu dalam sambutannya mengatakan tujuan sosialisasi ini, untuk menyelaraskan pemahaman guna mendukung implementasi peraturan di lapangan nantinya. Artinya dengan diundangkannya dua peraturan ini dilatarbelakangi dalam upaya untuk peningkatan kinerja sistem logistik nasional, memperbaiki iklim investasi, meningkatkan investasi dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Jerry Kurniawan menjelaskan bahwa dalam aturan PMK 108/PMK.04/2020 mengatur beberapa hal baru diantaranya menghilangkan kewajiban laporan bongkar oleh pengangkut, simplifikasi proses perizinan bongkar/timbun di luar kawasan, perizinan periodik, perluasan izin bongkar dan izin timbun di luar Kawasan, perluasan trucklossing dan pengawasan secara selektif melalui manajemen risiko.

“Sementara itu, Peraturan Menteri Keungan Nomor 109/PMK.04/2020 mengatur hal baru diantaranya mendukung perbaikan sistem logistik nasional, simplifikasi dan otomasi pengawasan dan pelayanan di Kasawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS),”jelas Jerry.

Jerry menambahkan PMK ini akan membawa dampak positif bagi logistik di Indonesia. Dengan diluncurkannya dua paket kebijakan ini agar mendukung National Logistic Ecosystem (NLE). NLE diinisiasi untuk kebaikan ekonomi dan logistik guna melakukan reduksi kegiatan yang bersifat repetisi dan duplikasi untuk menekan biaya logistik nasional. 

“Disamping itu, NLE merupakan. salah satu dari upaya nyata pemerintah dalam mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian,”pungkasnya.

Sementara itu, General Manager Cabang Pelabuhan Tanjung Pandan, Hambar Wiyadi dalam keterangan pers diterima Mimbar Maritim hari ini, Rabu (30/9/2020) menjelaskan bahwa untuk mendukung pelaksanaan dan implementasi terkait dengan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) ini, manajemen PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Pandan bersama dengan PT PTP Cabang Tanjung Pandan telah menyiapkan 3 (tiga) lokasi TPS di area lingkungan Pelabuhan Tanjung Pandan.

“Yang nantinya siap untuk digunakan keperluan dan kepentingan para importir/eksportir dan pelaku usaha yang ingin menggunakan fasilitas tersebut,”kata Hambar.

Ia menyebutkan bahwa 3 (tiga) lokasi yang disiapkan tersebut yakni 1 (satu) lokasi berada di dalam pergudangan dan 2 (dua) lokasi dalam bentuk lapangan penumpukan terbuka.

“Dengan adanya 3 (tiga) lokasi TPS yang telah disiapkan ini, diharapkan akan mampu memberikan added value baik dari sisi pelaku bisnis maupun dari sisi pelayanan kepabeanan.Khususnya dalam melakukan pengawasan dan monitoring terhadap keluar masuknya barang ekspor/import dari dan ke pelabuhan,” ungkap Hambar. 

 

Lebih lanjut, Hambar Wiyadi mengatakan guna mendukung kelancaran dan pelaksanaan monitoring keluar masuknya ekpor/impor barang dari dan ke pelabuhan. Saat ini IPC Cabang Tanjung Pandan  telah melakukan beberapa peningkatan pembangunan infrastruktur.

Seperti: penambahan 38 unit CCTV di beberapa area lokasi lapangan penumpukan termasuk di area TPS, penambahan lampu penerangan dan pengadaan genset untuk backup kelistrikan di area pelabuhan.

Selain itu, kata Hambar telah dilakukan peningkatan infrastruktur sistem jaringan information technology guna mendukung integrasi layanan on-line berupa: Autogate System, E-service dan E-invoice serta NPK System, guna mendukung peningkatan pelayanan sistem jaringan Inaport Net dan National Logistic Ecosystem (NLE).

“Disamping pembangunan perkerasan lapangan multipurpose sisi barat pelabuhan seluas 2.800 M2. Untuk mendukung kegiatan operasional di lapangan. Lokasinya berdekatan dengan area salah satu TPS tersebut, diharapkan akan selesai seluruhnya pada awal Nopember 2020 ini,”tutupnya.(Ody-01)

Kategori:BEA CUKAI, LOGISTIK, MARITIM, PELABUHAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s