COAST GUARD

KEMENHUB GELAR FORUM PUSKODALNAS TERKAIT PENANGGULANGAN MUSIBAH TUMPAHAN MINYAK DI LAUT, 


Mimbar Maritim – Jakarta

Meningkatkan sinergi dalam mendukung terselenggaranya sistem koordinasi penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak secara optimal. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali menyelenggarakan acara Forum Pusat Komando dan Pengendali Nasional (PUSKODALNAS), Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut. 

Acara Forum tersebut diselenggarakan di Hotel Redtop Pecenongan Jakarta, Selasa (12/11/2019) hingga Kamis, (14/11/2019). Dibuka oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Acara Forum ini dihadiri seluruh Kementerian/Instansi anggota PUSKODALNAS, antara lain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, TNI, POLRI, SKK Migas, dan BPH Migas.

Direktur KPLP Ahmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa selalu ada risiko terjadinya kecelakaan yang dapat mengakibatkan terjadinya tumpahan minyak pada semua kegiatan yang dilakukan di perairan, baik laut maupun sungai.Yang meliputi kegiatan pelayaran, kegiatan pengusahaan minyak dan gas bumi, serta kegiatan lainnya. 


“Tumpahan minyak ini tentunya dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan laut maupun sungai. Untuk itu, kita memerlukan suatu sistem tindakan penanggulangan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, Pemerintah telah menetapkan kebijakan dan mekanisme untuk kesiagaan dalam penanggulangan pencemaran yang diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim. Salah satunya adalah mengatur kewajiban pelabuhan dan unit kegiatan lain di perairan untuk memenuhi persyaratan penanggulangan pencemaran.

“Persyaratan yang harus dipenuhi berdasarkan aturan tersebut antara lain meliputi prosedur, personil, peralatan dan bahan, serta latihan penanggulangan pencemaran,” terang Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad mengatalan bahwa operasi penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak di laut, telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut. Dicantumkan bahwa dalam rangka keterpaduan penyelenggaraan penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak di laut tingkatan Tier 3. Maka dibentuklah Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut.

“Tim Nasional inilah yang kemudian membentuk dan membina PUSKODALNAS yang difungsikan untuk membantu terlaksananya penyelenggaraan penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak di laut,” tutur Ahmad.

Forum PUSKODALNAS ini, kata Ahmad, perlu diselenggarakan sebagai sarana bertukar informasi dan koordinasi bagi seluruh anggota PUSKODALNAS, sehingga dapat menghasilkan program kerja yang efektif dan efisien untuk menanggulangi keadaan darurat tumpahan minyak secara optimal.

Ahmad juga mengungkapkan, Forum PUSKODALNAS Tahun 2019, pihaknya telah mengundang para narasumber yang merupakan tenaga ahli seperti Staf Ahli Bidang Politik dan Kemaritiman Setkab, Staf Ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi  Kemenhub, Staf Ahli Bidang Logistik Multimodan dan Keselamatan Kemenhub, Asdep Lingkungan dan Kebencanaan Maritim Kemenkomar, serta  Narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

” Para narasumber tersebut akan memberikan gambaran dan pencerahan kepada seluruh peserta terkait anggaran.  Pengaturan dan teknis operasi penanggulangan tumpahan minyak di laut, serta akuntabiitas pertanggungjawabannya,” imbuhnya.

Ahmad  berharap masukan dari para Narasumber dapat memperjelas peran dan fungsi dari masing-masing Kementerian dan Lembaga terkait. Sehingga pelaksanaan penanggulangan tumpahan minyak yang merupakan amanat dari Perpres 109 Tahun 2006 dapat semakin disempurnakan, baik dalam susunan organisasi maupun peningkatan kapasitas pada masing-masing stakeholder.

“Saya juga berharap, Forum PUSKODALNAS ini dapat meningkatkan kekompakan dan kesolidan seluruh anggota, sehingga dapat tercipta upaya penanggulangan tumpahan minyak di laut yang cepat, tepat, efektif dan terkoordinasi,” pungkas Ahmad.

Hadir pada acara tersebut Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan, Cris Kuntadi, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Perhubungan, Umar Aris, serta Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, Victor Vikki Subroto. (Ody – 01)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s