KORPORASI

Kepala KSOP Kelas III Pulau Baii Pimpin Rapat Koordinasi Dengan Stakeholder Dan Insan Maritim Bengkulu

Mimbarmaritim.com – Bengkulu

Kementerian Perhubungan Laut Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai, IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Bengkulu bersama stakeholder Pelabuhan Bengkulu dan insan Maritim gelar rapat koordinasi bertempat di Ruang Rapat Bahari Kantor  IPC/ PT Pelindo II Cabang Bengkulu hari ini Senin (28/6/2021).

Hadir dalam rapat kordinasi tersebut diantaranya Kepala KSOP Kelas III Pulau Baai Jondra, Generasi Manager IPC Cabang Bengkulu Titah Yudhana,  Komandan LANAL Kolonel Yudi Ardian , mewakili Direktur Polair Bengkulu KSBDT Patroli Polair AKBP. Hadi Joko S, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Darpinuddin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu Sri Hartati, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu Tarzan Naidi, Deputi General Manager Komersial (DGM) IPC Cabang Bengkulu Cecep Taswandi, DGM IPC Cabang Bengkulu Hukum Dan Pengendalian Internal (HPI) Oka Sudarsono dan General Manager PTP Multiporpose Cabang Bengkulu Yudi.

Asosiasi yakni Ketua DPC INSA Bengkulu Indarto, Ketua Asosiasi Perusahaan Batu Bara (APBB) Sutarman, Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat (APBMI) Bengkulu, Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Ketua ALFI/ILFA, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bengkulu dan para pimpinan perusahaan mitra usaha Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Pulau Baai Jondra dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan rapat koordinasi dengan stakeholder pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, dalam rangka meningkatkan perekonomian Daerah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak ( PNBP) Provinsi Bengkulu melalui kegiatan pertambangan batubara yang didukung kegiatan kepelabuhanan.

Jontra menyampaikan pihaknya selaku pengundang mengucapkan terimakasih kepada seluruh undangan yang hadir, terkait undangan kegiatan rapat  koordinasi dengan stakeholder pelabuhan Pulau Baai Bengkulu merupakan salah satu tugas bersama terhadap pengabdian terhadap NKRI.

“Rapat koordinasi seperti ini merupakan agenda  yang sudah sering kita lakukan, mudah – mudahan setiap minggu, bulan maupun per tiga bulan dapat kita wujudkan dengan berkoodinasi dan berjalan dengan baik. Karena pelabuhan yang didengung – dengungkan sebagai pintu gerbang ekonomi. Jangan hanya sebagai simbol saja, akan tetapi akan tetap berupaya. Mari kita berjuang bersatu, kerjasama tapi harus kerja bersama – sama,” jelas Jondra.

Labih lanjut, Jondra mengungkapkan melalui rapat koordinasi supaya menciptakan pintu ekonomi itu benar gak ada di Bengkulu. Kegiatan kepelabuhanan ini di harapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bengkulu dan dapat menambah atau meningkatkan PAD Provinsi Bengkulu. Termasuk Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Pulau Baai menyetorkan pendapatan kepada negara melalui PNBP ( Pendapatan Negara Bukan Pajak). Dan dana tersebut akan kembali untuk membangun daerah.

“Kami berharap kepada kita semua unsur Maritim sebagai pelaku kegiatan ekonomi di pelabuhan, agar tetap berupaya dengan satu hati untuk membangun NKRI. Sehingga pelabuhan Pulau Baai Bengkulu dapat diwujudkan menjadi pelabuhan internasional sebagai pintu gerbang ekonomi Provinsi Bengkulu,”tuturnya. 

Menurutnya, apa yang disampaikan tersebut jangan hanya ditulis di kertas, disampaikan di media namun tidak ada upaya untuk merealisasikannya.”Kita butuh kerja seperti apa yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo, kerja, kerja harus dapat kita buktikan dalam pekerjaan,”sebutnya.

Ia menambahkan pihaknya butuh orang yang mau kerja, bukan orang yang mau pintar. Untuk itu lewat rapat koordinasi  ini diharapkan bagaimana agar bisa pertumbuhan ekonomi di Bengkulu yang sudah bagus supaya meningkat lebih bagus lagi. Terlebih di pelabuhan sangat banyak kepentingan, karena pintu gerbang perekonomian adalah di pelabuhan. Untuk itu pengelolaan pelabuhan diharapkan akan lebih baik

Mengakhiri sambutannya, Jondra meminta masukan kepada seluruh instansi terkait di pelabuhan, baik unsur maritim dan Pemerintah Daerah kedepannya pelabuhan Pulau Baai Bengkulu seperti apa. 

“Mari kita wujudkan bersama agar Pelabuhan Pulau Baii Bengkulu akan menjadi pelabuhan internasional. Kami dari Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Pulau Baai, siap untuk mengusulkan tentu dengan dukungan dari Pemerintah Daerah Bengkulu,” pungkas Jondra.

Sementara, General Manager PT Pelabuhan Indonesia II ( Persero) Cabang Bengkulu Titah Yudhana mengatakan pihaknya sangat setuju seperti apa yang disampaikan Bapak Kepala KSOP Kelas III Bengkulu pelabuhan Pulau Baai Bengkulu akan menjadi pelabuhan internasional. 

“Alasannya, karena pelabuhan Pulau Baai Bengkulu langsung ke Samudera, potensi produksi Bengkulu sangat banyak baik itu pertanian, perkebunan, pertambangan untuk komoditi ekspor,”ujarnya.

Selanjutnya, kata Titah dari sisi jalur transportasi darat melalui jalan tol diperkirakan tahun 2024 sudah beroperasi. Seluruh produk Bengkulu tidak banyak keluar untuk kebutuhan domestik, namun lebih banyak dikirim ke luar negeri (ekspor).

Ia mengatakan menurut data statistik dari Dinas Perdagangan Provinsi Bengkulu, menginisiasi terkait masalah percepatan ekspor melalui pelabuhan Pulau Baai, ternyata data dari BPS tidak sama dengan data operasional Pelabuhan.

” Karena belum lama ini Bapak Wakil Gubernur Bengkulu sidak dan keliling ke pelabuhan, Wagub mengakui bahwa pelabuhan Pulau Baai Bengkulu potensi nya luar biasa untuk dikembangkan dan Pemda Bengkulu akan mendukung,” ungkap Titah.

Menurutnya, pengembangan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu sangat memungkinkan untuk mendatangkan investor dari luar tinggal kerjasamanya seperti apa. Yang penting sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Pulau Baai tahun 2016. 

Lebih lanjut, Titah menyebutkan pihaknya telah melakukan pembenahan fasilitas pelabuhan, alur sudah dikeruk pada bulan Oktober 2020 dan kapal standby di dalam pelabuhan untuk merawat kedalaman kolam -10 LWS. Kedepannya masih banyak lagi program yang akan dilakukan untuk pengembangan pelabuhan.

“Kami berharap kita akan kolaborasi dan komitmen bersama untuk membangun pelabuhan, supaya dapat menambah PAD Provinsi Bengkulu. Jika ada permasalahan yang ditemukan dilapangan segera disampaikan kepada kami, agar cepat dicari solusi untuk menyelesaikannya,”tutupnya.(MM-01).

Kategori:KORPORASI, MARITIM, PELABUHAN, PELAYARAN

Tagged as: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s