KORPORASI

Sistem DO Online Langkah Baik Meningkatkan Konektivitas Secara Elektronik Dan Daya Saing Pelabuhan Indonesia

Mimbar Maritim – Jakarta

Tidak dapat dipungkiri bahwa penerapan pelayanan pengiriman pesanan secara elektronik (Delivery Order Online/DO Online) barang impor mampu menekan biaya logistik di pelabuhan. 

Aplikasi DO Online merupakan amanat PM 120 tahun 2017 tentang Pelayanan Pengiriman Pesanan Secara Elektronik, untuk barang impor di pelabuhan. Sistem ini diterapkan dengan maksud mempercepat proses ekspor-impor barang, meningkatkan daya saing Indonesia, meningkatkan efisiensi dan bebas korupsi.

Sistem Pesanan Secara Elektronik atau Delivery Order Online (DO Online) telah diterapkan secara penuh mulai Oktober 2019 tahun lalu. Konsekuensinya, akan dikenakan sanksi bagi mereka yang melanggar. 

Sistem DO Online untuk barang import sudah diterapkan di 4 (empat) Pelabuhan Utama dan 1 (satu) Pelabuhan Kelas 1 pada akhir Juni 2018 lalu dan klaim cukup sukses. 

Adapun keempat pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Makassar serta Pelabuhan Tanjung Emas – Semarang. Penerapan sistem DO Online dapat menekan biaya operasional antara 20 persen hingga 30 persen.

Sebelum diterapkannya sistem tersebut, pengguna Jasa harus datang ke kantor PT Pelindo untuk melakukan permohonan penerbitan DO Online dengan harus menunggu antrean sebelum dapat memperoleh perizinan.

Setelah itu, pengguna hasa harus mengantre kembali untuk dapat mengajukan permohonan barang/petikemas dan kapal. Hal ini menyebabkan waktu dan biaya operasional tidak efektif. Namun dengan adanya Sistem DO Online, proses layanan pengeluaran peti kemas dari terminal menjadi lebih lancar karena verifikasi dokumen dilakukan secara otomatis.

Efisiensi dari sistem DO Online ini dapat dirasakan langsung oleh pengguna jasa.
Terhadap keamanan atas data juga terjamin dari pemalsuan karena dokumen DO dimasukkan langsung oleh perusahaan pelayaran sebagai pihak yang bertanggung jawab mengeluarkan dokumen. Dengan demikian, sistem DO Online ini mampu menyederhanakan prosedur pelayanan menjadi lebih cepat dan murah yang pada akhirnya mampu menurunkan biaya logistik di pelabuhan.

Sejauh mana sistem DO Online diterapkan di pelabuhan lainnya dan tidak hanya sebatas ke lima pelabuhan besar yang telah sukses dalam penerapannya. Operator terminal di pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan perusahaan jasa pengurusan transportasi/ forwarding, wajib memanfaatkan aplikasi delivery order (DO) secara online dalam proses importasi barang.

Karena apabila sistem DO Online dapat menurunkan biaya logistik dipelabuhan tentunya sistem ini dapat dijadikan persyaratan untuk setiap pelabuhan dapat menerapkannya. Penerapan sistem ini memang tidak mudah. Kendala dalam penerapan sistem DO Online ini terutama tidak semua Perusahaan Pelayaran memiliki tenaga IT khusus untuk mengoperasikan sistem DO Online tersebut.

Penerapan Sistem DO Online disamping menurunkan biaya logistik, hal ini merupakan langkah yang baik, untuk meningkatkan konektivitas secara elektronik dan meningkatkan perekonomian serta daya saing pelabuhan Indonesia. 

Indonesia Nasional Single Window (INSW)  juga berharap agar nanti setiap shipping line sudah menyediakan sistem DO Onlinenya. Karena ketika INSW sudah siap dengan gateway nya maka data yang dibutuhkan untuk good release Delivery Order Online akan dipayungi oleh  INSW.

Pemberlakuan PM 120/2017 tentang pelaksanaan DO Online oleh shipping Line ke Terminal Operator sudah berjalan. Hasil evaluasi pelaksanaannya cukup baik meskipun beberapa terminal masih perlu ditingkatkan seperti shipping line ke Cargo Owner/Freight Forwarder setelah dua tahun hasil evaluasi belum berjalan dengan baik. 

Hal ini, ditunjukkan dengan sebagian besar penebusan Delivery Order dari shipping Line internasional oleh Freight forwarder masih dilakukan secara manual. Penyebab masih dilakukan penebusan DO secara manual adalah term perdagangan impor 84% masih menggunakan negotiable Bill of Lading (B/L) karena faktor keamanan lebih dibandingkan non negotiable B/L.

Padahal pemberlakuan DO Online secara konsisten pada sisi Shipping Line ke Cargo Owner/Freight Fowarding. Suatu keharusan sesuai kriteria pada Surat Edaran Dirjen Perhubungan Laut No 18 tahun 2019 yang telah menyebutkan standar yang jelas bagi sistem yang harus disediakan oleh shipping line untuk menjamin penebusan DO Online bisa berjalan dengan baik.(EditorOdy).

Penulis : Herijanto Direktur Eksekutif Himpunan Masyarakat Peduli Maritim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s