KORPORASI

Pertama Di Indonesia, TPKS Terapkan Join Inspection Tekan Waktu Dwelling Time

Mimbar Maritim – Semarang

Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) salah satu unit Terminal Petikemas ekspor/import yang dioperasikan oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Semarang di Jawa Tengah telah sukses menerapkan sistem Single Submission (SSm) atau sistem pelayanan satu pintu dan Joint Inspection Pabean – Karantina di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Innovasi percepatan pelayanan Custom Clearence dan Pemeriksaan Karantina produk Import di pelabuhan Semarang.

SSm menjadikan importir atau Perusahaan Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK) cukup mengakses satu portal, untuk mengajukan dikumen pabean dan karantina sekaligus. SSm tersebut merupakan tindak lanjut dari Inpres No.5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.

Sistem ini dipercaya dapat memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer tersebut, sistem berhasil pertama kalinya di Indonesia di TPKS. Hasil sinergi antara Pelindo III, Bea Cukai, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang serta Lembaga National Single Window (LNSW) sebagai inisiatornya. Sistem ini dimulai sejak tanggal 26 Juni 2020 yang lalu.

“Dengan adanya joint inspection, tentunya akan memudahkan importir dan mengurangi biaya penanganan peti kemas import seperti gerakan ekstra, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan striping stuffing. Serta mengurangi dwelling time karena peti kemas akan langsung diperiksa oleh dua instansi yaitu karantina dan bea cukai pada lokasi dan waktu yang bersamaan,” jelas Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo III Putut Sri Muljanto melalui keterangan pers diterima Mimbar Maritim hari ini, Jumat (03/07/2020).

Putut mengatakan kegiatan joint inspection dilakukan di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) pada blok Longroom. Dimana telah disiapkan 6 slot peti kemas (dari 3 daun pintu) dan juga fasilitas reefer plug untuk peti kemas dengan mesin berpendingin.

Ketua GINSI Jawa Tengah Budiatmoko secara terpisah mengapresiasi penerapan sistem ini karena sebelumnya para importir harus mengajukan dua kali perizinan ke bea cukai dan karantina.

“Dengan implementasi sistem ini akan ada percepatan waktu 2 hari dari sebelumnya 3 hari sehingga menguntungkan importir,” ujar Budiatmoko selaku Ketua GINSI Jawa Tengah.

Para importir berharap program ini dapat menjadi salah satu solusi yang tepat untuk memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer. “Langkah-langkah tersebut bisa diterapkan dengan baik dan bisa menjadi solusi untuk mendorong perekonomian indonesia khususnya di Jateng disaat pendemi covid 19,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, Anton Martin mengatakan sebelum adanya Single Submission (SSm) para pengguna jasa pengiriman barang harus melaporkan dokumen barang yang dikirim kepada Bea Cukai dan Balai Karantina.

Selain itu dalam proses pengecekannya dilakukan sendiri-sendiri yakni antara pihaknya dengan pihak karantina dilakukan terpisah sehingga membuat waktu dwelling time menjadi lama.

“Dengan adanya SSm pengguna jasa hanya mengunggah dokumen satu kali saja, dan waktu inspeksi akan dilakukan bersamasama antara Bea Cukai dengan Karantina secara beririsan,” ujar Anton.

Anton menambahkan dengan adanya SSm dan Joint Inspection Bea Cukai dan Karantina memiliki satu sistem yang sama sehingga dapat saling terintegrasi dalam pelayanan petikemas impor.

Sependapat dengan pernyataan sebelumnya, KSOP Semarang Junaidi mengatakan bahwa dengan adanya SSm dan Joint Inspection ini akan mempercepat proses dwelling time di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Tentunya ini akan membuat proses ekspor dan impor di Jawa Tengah berjalan semakin baik,” kata Junaidi.

Saat ini, ada 16 pelaku usaha yang terlibat dalam program innovasi tersebut. Dengan sinergi ini, diharapkan dapat membuat iklim usaha dan investasi di Jawa Tengah semakin baik sehingga harga barang menjadi kian kompetitif dan pengelolaan logistik di Pelabuhan Tanjung Emas makin baik kedepannya dan efektif dan efisien.

Untuk memudahkan importir memantau petikemas yang telah di tempatkan di area TPFT, pemilik barang juga dapat dengan mudah mengakses informasi yang dibutuhkan di aplikasi WebAccess TPKS (http://online.tpks.pelindo.co.id/webaccess.).(Ody-01)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s