COAST GUARD

PARA PENYELENGGARA PELABUHAN BERSINERGI TINGKATKAN PENGAWASAN SECARA KETAT BAGI SEMUA KAPAL UNTUK MENCEGAH VIRUS CORONA

Mimbar Maritim – Jakarta

Para Penyelenggara Pelabuhan di seluruh Indonesia harus terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara ketat bagi semua kapal, baik kapal penumpang maupun kapal barang yang melayani pelayaran secara langsung maupun transit dari luar negeri khususnya dari negara Tiongkok dan Hongkong.

Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono saat membuka Forum Kehumasan ke-1 Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2020 di Hotel Swiss Bellin Kemayoran Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Capt. Sudiono mengatakan pemeriksaan semua kapal secara ketat ini merupakan langkah antisipasi bagi penyebaran virus pneumonia berat atau virus Korona melalui pelabuhan.

“Semua kapal harus diidentifikasi dan dilakukan pemeriksaan secara ketat khususnya terhadap kapal kedatangan yang melayani pelayaran baik langsung maupun transit dari luar luar negeri khususnya dari negara yang terinfeksi virus Korona Tiongkok dan Hongkong,” ujar Capt.Sudiono.

Selain itu, katanya para Penyelenggara Pelabuhan juga diwajibkan untuk segera membuat dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap dampak penyebaran virus Korona dan membentuk Tim Terpadu bersama pihak terkait seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Karantina, Bea Cukai dan Instansi pemerintah lainnya guna mencegah masuknya virus Korona melalui pelabuhan.

“Intinya, seluruh petugas dan jajaran di Pelabuhan seperti di Pelabuhan Tanjung Priok harus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan secara ketat terhadap penumpang dan kru kapal yang berasal dari luar negeri serta melakukan koordinasi secara intensif dengan para stakeholder, khususnya dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok. Jadi semua kapal-kapal asing yang tiba di Pelabuhan wajib melampirkan surat pernyataan bebas penyakit Pneumonia berat yang ditandatangani oleh Nakhoda atau Maritime Declaration of Health,” jelas Capt Sudiono.

Sementara itu, Kepala Kantor Otoriras Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jece Julita Piris dalam laporannya menyampaikan bahw Forum Kehumasan Pelabuhan Tanjung Priok merupakan sarana yang sangat strategis dalam upaya membangun sinergi kehumasan di antara instansi Pemerintah maupun korporasi di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok sekaligus menindaklanjuti isu strategis nasional dalam mengantisipasi pencegahan dan penanggulangan virus Korona melalui pelabuhan.

“Saat ini khusus di Pelabuhan Tanjung Priok, sudah dibentuk Tim Posko Cegah Virus Korona dengan Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok sebagai koordinatornya. Dalam hal ini Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) diberi wewenang penuh dalam pencegahan dan penanggulangan virus corona tersebut,” ungkap Jece.

Sedangkan instansi terkait lainnya seperti Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dan beberapa instansi Pemerintah juga telah mengeluarkan maklumat maupun edaran terkait kewaspadaan penyebaran virus Korona.

“Selain itu, untuk menghindari kemungkinan penularan, para personil yang bertugas di pelabuhan internasional agar menggunakan alat perlindungan diri yang memadai selama menjalankan tugas, minimal masker dan sarung tangan,” tegas Jece.

Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus Korona di pelabuhan, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menerbitkan Surat Edaran tentang Antisipasi Penyebaran Virus Korona di Wilayah Pelabuhan Indonesia. Hal ini sekaligus menindaklanjuti imbauan IMO yang disampaikan melalui Surat Edaran atau IMO Circular Letter Nomor 4204 tentang Tindakan Pencegahan dan Penularan Virus Korona atau Novel Koronavirus (2019-cCOV).

” Diharapkan upaya-upaya ini dapat membantu untuk mengantisipasi penyebaran virus Korona ke Indonesia, sebagaimana telah diinstruksikan sebelumnya oleh Bapak Menteri Perhubungan kepada seluruh stakeholder transportasi. Dengan koordinasi yang baik antara semua stakeholder transportasi laut, tentunya akan mencegah masuknya virus tersebut ke Indonesia, khususnya melalui jalur pelabuhan,” pungkas Jece.(Ody-01).