
Mimbarmaritim.com (Panjang)
Kinerja IPC TPK (Terminal Petikemas) Panjang Lampung di periode Januari – Juni 2025 tercatat mengalami peningkatan cukup signifikan dengan penyerapan sebesar 126,32% dari RKAP Juni 2025, termasuk pelayanan fumigasi ekspor – impor dan Gudang Konsolidasi CFS dan trend 129,15 %, dibanding arus petikemas periode sama tahun 2024.
Arus petikemas di Area Panjang mengalami peningkatan yang dipengaruhi dengan peningkatan jumlah ekspor komoditi khas wilayah Bandar Lampung seperti komoditi biji kopi, pisang segar, nanas, bahan kertas, karet dan produk sampingan dari proses produksi minyak sawit digunakan dalam berbagai industri termasuk kosmetik dan farmasi yang dinamakan Gliserin.
Manager Area IPC TPK Panjang, Anang Subagyono mengungkapkan terkait kenaikan throughput Petikemas Semester I Tahun 2025 di pelabuhan Panjang peningkatan ini terjadi karena lonjakan (booming) ekspor komoditi Kopi, selain itu pula kenaikan volume komoditi impor, jika dibandingkan dengan periode sama tahun 2024 lalu.
“Petikemas berisi komoditi biji Kopi meningkat sejak akhir tahun 2024 lalu hingga Juli Tahun 2025 disebabkan permintaan komoditi tersebut cukup bagus tujuan negara Eropa, Alhamdulillah… komoditi Kopi tersebut masuk melalui IPC TPK Panjang baik itu dari daerah Sumatera Selatan,” demikian disampaikan Anang Subagyono kepada Mimbar Maritim diruang kerjanya di pelabuhan Panjang – Bandar Lampung, hari ini, Rabu (6/8/2025).
Anang menambahkan semoga kedepannya dengan adanya rencana Pemerintah Daerah Provinsi Bandar Lampung akan menumbuhkan dan membangun perusahaan – perusahaan industrial di Bandar Lampung, tentu akan dapat meningkatkan pengapalan petikemas ekspor melalui Pelindo Regional 2 Cabang Panjang dan IPC TPK Area Panjang.
Sementara itu, BOD Heung A Line dan Sinokor, Iwan Kurniawan kepada Mimbar Maritim diruang kerjanya Selasa (5/8/2025) menjelaskan bahwa peluang ekspor dari wilayah Provinsi Bandar Lampung akan lebih baik apabila pihak Pemerintah Daerah Bandar Lampung ikut serta membangun geliat industrial dan perdagangan di wilayah Bandar Lampung.
Menurut Iwan Kurniawan, bahwa khusus permintaan ekspor komoditi biji Kopi diperkirakan hingga sampai dengan akhir tahun 2025 ini tetap akan mengalami peningkatan, terkait untuk kuota komoditi Kopi ini, tentu tergantung permintaan pasar dunia khususnya negara Eropa.
Seperti diketahui, lanjut Iwan Kurniawan, bahwa negara Eropa memiliki budaya kopi yang kaya dan beragam, dengan berbagai jenis kopi dan cara penyajian pun juga berbeda-beda. Kedai kopi di Eropa seringkali menjadi tempat berkumpul sosial, tempat orang bertemu, mengobrol, dan menikmati seduhan kopi termasuk kopi yang diekspor asal Sumatera bagian Selatan.(MM-01).