IPC TPK Palembang Layani Armada Baru Tujuan Singapura

Mimbarmaritim.com (Palembang)

IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Palembang resmi memperkuat layanan logistik dengan penambahan armada kapal yang dioperasikan oleh PT Samudera Agencies Indonesia. Penambahan armada ini meningkatkan jumlah armada kapal yang melayani rute langsung (direct) Singapura – Palembang dari yang sebelumnya tiga kali seminggu menjadi empat kali seminggu. Sehingga langkah ini menjadi pencapaian penting dalam meningkatkan efisiensi mobilitas barang ekspor-impor di wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, kapal tongkang BG BAHARI 278, yang ditarik oleh tugboat TB WAHANA 15, telah resmi bersandar di IPC TPK Palembang pada hari Rabu, 18 Juni 2025 lalu Pukul 17:50 WIB. Dengan dimensi LOA 79 meter dan BEAM 24,3 meter, kapal ini berhasil melaksanakan kegiatan bongkar muat sebanyak 184 TEUs, menandai awal dari peningkatan operasional yang lebih efisien dan terintegrasi.

Manager IPC TPK Area Palembang, Agustian Chandra, kepada Mimbar Maritim hari ini, Sabtu (21/6/2025) mengatakan dirinya menilai bahwa dengan adanya penambahan armada ini sebagai inisiatif yang strategis. “ Karena penambahan armada kapal ini tentu akan sangat memfasilitasi para pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan pengiriman barang ke mancanegara, khususnya dari wilayah Palembang dan Sumatera Selatan,” kata Chandra.

Chandra menyebutkan rute pelayaran Singapura – Palembang akan beroperasi secara reguler satu kali setiap pekan, memberikan opsi pengangkutan yang lebih efisien dan dapat diandalkan bagi para pelaku usaha ekspor-impor di kawasan Sumatera bagian Selatan.

“Kami berharap penambahan armada kapal ini dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian Kota Palembang dan juga akan dapat memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha di wilayah Sumatera Selatan,” ungkap Chandra.

Ia menambahkan dengan penambahan armada ini, IPC TPK Palembang berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan terminal petikemas dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional melalui kemudahan akses logistik yang lebih optimal.(MM-01).