
Mimbarmaritim.com (Makassar)
PT Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai perusahaan yang mendukung program tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) telah melaksanakan berbagai program sepanjang 2024 sebagai bagian usaha dari SPJM untuk melestarikan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah, terutama yang menjadi wilayah operasional SPJM.
Program pembangunan yang berkelanjutan ini, fokus pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) SPJM adalah tiga bidang yaitu bidang Pendidikan, Lingkungan, dan Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UMK).
“TJSL bidang lingkungan di SPJM termasuk 790 penanaman pohon buah dalam Rangka HUT RI
ke 79 Tahun 2024 lalu dan juga rehabilitasi pohon mangrove sebanyak 45.000 bibit pada lahan seluas 5 hektar. Alhamdulillah, telah dilaksanakan perhitungan carbon storage hasil rehabilitasi mengrove SPJM dengan efektifitas pertumbuhan area penanaman adalah sebesar 87,33% dengan persentase tumbuh tanaman diperoleh nilai 46.89%,” demikian disampaikan Ssenior Vice President (SPV) Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick melalui keterangan resmi diterima redaksi Mimbar Maritim, hari ini Jumat (31/1/2025).
Patrick menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini selain bertujuan untuk berkontribusi pada perbaikan perubahan iklim karena mengikat karbon lebih baik 5 kali dibandingkan pohon daratan, mangrove menyaring kotoran (sampah) kota sebelum air ke laut. Tidak hanya itu, dengan adanya hutan mangrove akan menciptakan ekosistem baru dengan fauna beragam seperti ikan, kepiting, burung, yang tidak hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga dapat berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar, seperti petani bakau.
Dia menyebutkan untuk bidang pendidikan, SPJM telah melaksanakan 3 program TJSL diantaranya kegiatan Pelindo Juara, yaitu pemberian beasiswa kepada para anak Pekerja yang kurang mampu yang berprofesi sebagai Security dan Cleaning Service di lingkungan kerja SPJM. Pelaksanaan Workshop Safety and Environment kepada para agen kapal yang telah menjadi stakeholder PT Subholding Pelindo Jasa Maritim. Workshop ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap pentingnya keselamatan kerja.
“Program selanjutnya adalah Pelindo Vokasi dan pendidikan non formal, yang merupakan pelatihan sertifikasi pengelasan berkerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas di Makassar . Pelaksanaan Pelindo Vokasi ini juga dilaksanakan di Jakarta bekerja sama dengan PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (PT JPPI) yang merupakan anak perusahaan SPJM untuk 10 lulusan Sekolah Teknik Mesin merupakan masyarakat yang berada di sekitar lingkungan Pelabuhan. Dengan harapan para peserta mendapatkan keahlian teknis yang menjadikan peserta siap bersaing di dunia kerja. Berbagai pendidikan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dan dapat mengembangkan potensi masyarakat,” ujar Patrick.
Tidak hanya itu, lanjut Patrick, ada lagi di bidang Pengembangan UMK telah dilaksanakan pendampingan dan pelatihan Digital Marketing kepada para Mitra UMK SPJM, yaitu Tapoji Food. Dilaksanakan juga Pelindo Difablepreneur, yaitu pelatihan life skill kepada para teman – teman difable, yaitu pelatihan barista dan pembuatan handycraft. Disamping itu, SPJM juga melaksanakan program kolaborasi dengan TJSL Pelindo Group khususnya di wilayah Makassar, yaitu Program Teman Nelayan dan Program Pelita.
Patrick juga menjelaskan bahwa SPJM telah menjalankan program Sustainable Village di Desa Wisata Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini bekerjasama dengan anak perusahaannya, PT Jasa Armada Indonesia, PT Pelindo Marine Service, PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Berkah Industri Mesin Angkat, PT Pengerukan Indonesia, dan PT Lamong Energi Indonesia.
“Sustainable Village ini terdiri dari beberapa item, antara lain bantuan pemasangan solar panel, bantuan pembuatan komposter, serta bantuan perbaikan dan rebranding kapal Jolloro warga desa,” ungkap Patrick.
Selain itu, tambah Patrick, SPJM juga telah melaksanakan program TJSL bidang non prioritas yang mempunyai dampak positif untuk masyarakat, seperti Program Pelindo Berbagi Ramadhan, yang terdiri dari berbagi takjil, pembagian sembako gratis, dan santunan anak yatim piatu. Ada juga Pelindo Berbagi Qurban, Mudik Gratis Bersama Pelindo, juga beberapa bantuan sarana dan prasarana umum, dan rumah ibadah.
“SPJM tidak hanya sekedar memberikan bantuan, SPJM telah melakukan pengukuran program TJSL perusahaan menggunakan Perhitungan SROI (Social Return of Investment) yang bertujuan untuk mengukur manfaat, mengelola, memperkuat, dan melihat efektivitas dari dampak program yang telah dibuat oleh perusahaan. Dengan adanya perhitungan SROI ini, diharapkan program-program TJSL semakin tepat sasaran, dan dapat mendukung Sustainability Development Goals (SGDS) dan Environmental, Social, and Governance (ESG),” pungkas Patrick.(Red-MM).