


Mimbarmaritim.com (Jakarta)
Terminal Kendaraan merupakan komponen penting dari seluruh ekosistem kepelabuhanan yang salah satunya menjadi core bisnis Pelindo, utamanya dalam memastikan arus ekspor dan impor komoditas otomotif, truk, bus, alat berat dan general parts untuk industri manufaktur berskala besar sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC) hadir dan memastikan para pengguna jasa mendapatkan pelayanan terbaik yang didukung dengan sistem operasi handal dan sesuai dengan SLA/SLG berstandar global.
“IPCC dalam mengarungi perjalanannya tahun 2024 telah merencanakan berbagai transformasi di bidang operasional utamanya pada standarisasi dan sistemisasi khususnya di wilayah kerja Branch Jakarta Terminal Internasional, tercatat berhasil menyelesaikan sebesar 91,7%, dari keseluruhan target perusahaan dan dapat dirasakan bersama pada kinerja Perseroan secara keseluruhan,” kata Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono melalui keterangan tertulisnya diterima redaksi Mimbar Maritim hari ini, Rabu (22/1/2025).
Bagus Dwipoyono mengatakan ketercapaian kinerja operasional IPCC pada tahun 2024 dapat melampaui dari target yang ditetapkan. Hal ini diperoleh dari terpenuhinya transformasi pada 6 (enam) pilar utama yaitu : proses bisnis, infrastruktur dan fasilitas, suprastruktur dan peralatan, SDM dan organisasi, umum dan HSSE serta teknologi.
“Khusus untuk bidang teknologi IPCC berkolaborasi dengan anak usaha Pelindo Group (ILCS) dalam pembuatan aplikasi layanan operasional terbaru yaitu sistem PTOS-C dengan menghadirkan sistem layanan operasional berbasis cloud dan terintegrasi dengan seluruh aplikasi penunjang operasi lainnya. Sistem PTOS-C mampu terkoneksi dengan aplikasi stakeholder (Bea dan Cukai) dan pengguna jasa (automaker dan logistik),” jelas Bagus Dwipoyono.
Bagus Dwipoyono menambahkan bahwa dalam proses transformasi tersebut, perusahaan telah melakukan berbagai improvement di berbagai aspek, mulai dari sisi infrastruktur dan fasilitas, pola operasi, HSSE hingga peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan tersertifikasi.
Secara detail, Bagus Dwipoyono merinci milestone transformasi sarana prasarana dan fasilitas lainnya di IPCC yang terdiri dari:
a. Pekerjaan perbaikan infrastruktur (perbaikan kade meter, marka, rambu dan safety net), perbaikan lapangan B, akses main road, lapangan O.
b. Penambahan CCTV di Dermaga serta Lapangan A dan E.
c. Penambahan Access Point di Gedung Parkir dan Gudang.
d. Peningkatan waktu dan fasilitas patrol HSE.
e. Shift & Safety Briefing secara rutin tiap pergantian shift kerja.
f. Penyediaan Handheld Terminal.
g. Pelatihan Smart & Safety Driving dan Pembaruan SIO (Surat Izin Operasi) kepada tim operasional.
Selain itu, lanjut Bagus Dwipoyono, menerangkan bahwa dalam menjamin keamanan, kelancaran dan mitigasi risiko atas potensi accident di dalam wilayah kerja sesuai dengan ketentuan ISPS Code, IPCC telah melakukan peningkatan pada aspek HSSE utamanya safety seperti optimalisasi sterilisasi terminal dengan melakukan one gate access and single identity guna memastikan bahwa hanya individu yang berkepentingan dan terdata dalam sistem untuk memasuki area terminal.
Safety Patrol pada setiap shift kerja, patroli bersama dengan instansi penegak hukum sebagai upaya pencegahan tindak kriminalitas baik dari sisi darat dan sisi laut, management walk through secara rutin serta implementasi program Terminal Safety Management (TSM).
“Selanjutnya, manajemen perlu menyempurnakan program dan capaian transformasi yang telah dilakukan sebagai bagian dari budaya continuous improvement untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa IPCC,” ungkap Bagus Dwipoyono.
Dia juga mengungkapkan rencana tindak lanjut yang akan diimplementasikan IPCC pada tahun 2025 ini diantaranya: Melakukan FGD (focus group discussion) dengan pemangku kepentingan (Bea & Cukai) secara berkala. Development PTOS-C pada terminal internasional & SIT Integrasi dengan Car Maker. Set up Handheld Terminal dan Familiarisasi atas transformasi kepada pengguna jasa.
“Seluruh transformasi yang kami lakukan selama satu tahun penuh di tahun 2024 merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberikan layanan terbaik bagi para pengguna jasa dan memastikan apa yang telah para investor percayakan kepada kami melalui kepemilikan saham, akan memberikan nilai tambah yang pada akhirnya mendukung perekonomian nasional,” pungkasnya. (Red-MM).