
Mimbarmaritim.com (Tanjung Priok)
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, telah mendirikan Pusat Integrasi Data Maritim atau Maritime Coordination Center (MCC) yang berfungsi sebagai Pusat Integrasi Data Maritim yang berlokasi lantai 4 Gedung Karsa Kementerian perhubungan.
Kegiatan telah dilaksanakan di MCC yakni menerima dan menyampaikan informasi keselamatan pelayaran sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 22 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Penyiaran Informasi Keselamatan Pelayaran (Maritime Safety Information/MSI).
Untuk menindaklanjuti arahan Dirjen Hubla guna meningkatkan pengawasan keamanan dan keselamatan pelayaran serta kegiatan di setiap pelabuhan, maka Pada setiap UPT ditjen Hubla dianjurkan untuk dapat menyediakan Mini MCC dikantor masing-masing.
Salah satu pelabuhan( Unit Pelaksan Teknis) yang sudah memiliki Mini MCC adalah Pelabuhan Tanjung Priok yang berada di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok. MMC mini ini sudah launching beberapa hari yang lalu dan telah dipantau secara langsung oleh Bapak Dirjen Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi di sela sela Apel Pembukaan Posko Nataru Angkutan Laut Tahun 2024/2025 secara terpusat di Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Kepala KSOP Utama Tanjung Priok M.Takwim Masuku, saat berbincang – bincang dengan Mimbar Maritim diruang kerjanya, Rabu (19/12/2024) kemarin.
Takwim menjelaskan bahwa didalam Mini MCC Room Pelabuhan Tanjung Priok terdapat beberapa monitor yang dapat menampilkan informasi secara real time seperti I-Motion, yang merupakan sistem kenavigasian terintegrasi yang dikembangkan oleh kementerian perhubungan. Sistem ini dapat berfungsi memantau kondisi lalu lintas kapal secara real time.
Selain itu, lanjut Takwin, bahwa didalam Mini MCC Room ini, terdapat juga informasi cuaca dari BMKG, CCTV yang tetintegrasi yang dapat menampilkan aktifitas sandar kapal, bongkar muat barang dan penumpang baik di pelabuhan umum dan terminal operator maupun di semua TUKS yang beroperasi di wilayah kerja KSOP Utama Tanjung Priok.
“Melalui Mini MCC Room ini juga petugas dapat melakukan komunikasi langsung dengan kapal kapal yang berada di wilayah perairan pelabuhan Tanjung priok melalui radio VHF. Petugas juga dapat melakukan pengawasan terhadap kegiatan kapal sebelum Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan,” ungkap Takwin.
Takwin menuturkan, dengan sistem pengawasan CCTV yang terintegrasi maka seluruh kapal – kapal yang sedang beroperasi di dermaga dapat terpantau secara langsung oleh Petugas KSOP Utama Tanjung Priok. Pada layar monitor BMKG Maritim terpantau juga informasi keadaan cuaca Maritim selama 7 (tujuh) hari kedepan, sehingga dapat memprediksi atau dapat menjadi pertimbangan saat penerbitan dan pemberian SPB terutama pada saat buruk (ekstrim) seperti saat ini.
Disebutkannya, Mini MCC Room ksop Tanjung Priok dikendalikan oleh seorang supervisor yang bertanggungjawab sekaligus mengendalikan Pusat Pelayanan Satu Atap (PPSA) Kantor KSOP Utama Tanjung Priok. Sehingga ketika ada keluhan pelanggan dapat segera diatasi dan diselesaikan.
“Pelaksanaan Rapat Harian Regional Data Center (RDC) secara daring melalui Zoom Meeting untuk monitoring situasi keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim juga dilaksanakan di Mjni MCC Room.Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya.
Takwin menambahkan salah manfaat MCC terintegrasi dengan CCTV di seluruh Terminal Pelindo dan Terminal Untuk Kalangan Sendiri (TUKS) pelabuhan Tanjung Priok maka operasional pelabuhan di area perairan maupun di daratan akan dapat termonitor. Sehingga para pekerja yang berkegiatan seperti TKBM yang sedang melakukan aktifitas bongkar muat juga akan terpantau dan terawasi termasuk dalam hal penggunaan alat pelindung diri (APD). Hal ini tentu akan dapat meningkatkan keselamatan kerja dengan meminimalisir zero accident.(MM-01).