Pelabuhan Benoa Berhasil Raih Penghargaan Pelabuhan Sehat 2024

Mimbarmaritim.com (Jakarta)

Pelabuhan Benoa berhasil meraih Penghargaan Pelabuhan Sehat 2024 dalam ajang Penganugerahan Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM Award), Penghargaan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat (PBUS), serta Program Keamanan Pangan Olahan Siap Saji (POSS) 2024. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertempat di The St. Regis Hotel, Jakarta, hari ini Selasa (10/3/12/2024).

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono kepada Capt. Herbert E.P. Marpaung selaku Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Benoa, Bali.

Capt. Herbert mengatakan bahwa keberhasilan meraih pelabuhan Benoa sebagai salah satu Pelabuhan Sehat di Indonesia hal ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan stakeholder terkait lainnya yang tergabung dalam Forum Pelabuhan Sehat Benoa.

“Penghargaan ini merupakan bentuk nyata komitmen, kerja keras, sinergi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Forum Pelabuhan Sehat Benoa dalam mewujudkan lingkungan pelabuhan yang sehat,” ujar Capt. Herbert.

Capt. Herbert mengungkapkan bahwa keberhasilan ini didukung oleh sejumlah indikator utama yang menjadi kriteria penilaian Pelabuhan Sehat yaitu penyelenggaraan kesehatan lingkungan, penataan sarana dan fasilitas, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, peningkatan keamanan dan ketertiban serta aspek kelembagaan.

“Penghargaan ini menunjukkan komitmen kami bersama, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dalam menciptakan pelabuhan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat logistik dan transportasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Capt, Herbert.

Capt. Herbert mengungkapkan tahapan penilaian Pelabuhan Sehat dilakukan dengan pelaksanaan self assesment, evaluasi dokumen dan kegiatan serta penilaian dan verifikasi lapangan oleh tim penilai yang terdiri dari perwakilan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan dan Profesional (Independen).

Adapun penilaian Pelabuhan Sehat dilakukan setiap dua tahun sekali, sesuai Permenkes Nomor 44 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat.

Menurut Capt. Herbert, sejak 2016, Pelabuhan Benoa telah berupaya memenuhi kriteria Pelabuhan Sehat. Pada 2024, usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan keberhasilan meraih penghargaan bergengsi ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Forum Pelabuhan Sehat Benoa. Semoga penghargaan ini kedepannya semakin memotivasi kita semua untuk terus mewujudkan lingkungan Pelabuhan Benoa yang bersih dan sehat,” tutup Capt. Herbert.

Untuk diketahui : Pelabuhan Benoa salah satu pelabuhan utama di Bali memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perekonomian dan pariwisata lokal. Lingkungan pelabuhan yang sehat dan bersih tidak hanya mendukung operasional logistik tetapi juga berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang bergantung pada pelabuhan ini, baik sebagai pengguna jasa maupun pekerja.

Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berupaya memastikan bahwa pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, termasuk Pelabuhan Benoa, memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang tinggi. Upaya ini diwujudkan melalui pengawasan, fasilitasi, dan dukungan terhadap pelaksanaan kebijakan kesehatan lingkungan di kawasan pelabuhan.(MM-01)

Tinggalkan komentar