Tim Verifikator Kesehatan Pusat Penilaian Pelabuhan Sehat, Survei 8 Lokasi Di Pelabuhan Tanjung Priok 

Mimbarmaritim.com (Tanjung Priok)

Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat Kepelabuhanan melalui Ketua Tim Verifikator Pusat penilaian Pelabuhan Sehat Henry Wijaya, S.E., M.A., didampingi Tim dari Kementerian Kesehatan Hakimi, SKM.MSc, Ahmad Baidowi, Dr.Damyanti, disambut Kepala KSOP Utama Tanjung Priok M.Takwin Masuku di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Rabu (31/7/2024). Sebelum Tim Verifikator Pusat penilaian Pelabuhan Sehat melaksanakan kegiatan survey lapangan dan memberikan penilaian untuk mendapatkan penetapan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Pelabuhan Sehat.

Turut hadir dalam kegiatan Verifikator Kesehatan Pusat Penilaian Pelabuhan Sehat yang dilaksanakan di pelabuhan Tanjung Priok diantaranya Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Tanjung Priok Heri Saputra, SKM, M.Kes, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Adi Sugiri, perwakilan KPU Bea Cukai Tanjung Priok, perwakilan Polres Pelabuhan Tanjung Priok, perwakilan Kolinlamil, PT Pelni Cabang Tanjung Priok, PT PTP Tanjung Priok, Direksi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), PT.Multi Terminal Indonesia, PT.Energi Pelabuhan Indonesia, PT.Terminal Petikemas Koja, PT.Jakarta Intenasional Continer Terminal, PT. Dok dan Perkapalan Koja Bahari, PT PBM Adi Purusa dan PT.Mustika Alam Lestari (MAL).

Kunjungan Tim Verifikator Kesehatan Pusat penilaian Pelabuhan Sehat ke Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka melaksanakan survey dan memberi penilaian atas kegiatan operator dan pengguna jasa khususny di Pelabuhan Tanjung Priok. Tujuan Tim Verifikator Kesehatan Pusat penilaian Pelabuhan Sehat adalah untuk menjaga lingkungan pelabuhan yang sehat, dari berbagai kegiatan sehari-hari di Pelabuhan Tanjung Priok. Salah satu adalah penanganan limbah kapal di pelabuhan melalui kegiatan penampungan limbah di Reseption Facility (RF) Pelabuhan dari mulai pengolahan hingga akhirnya akan menciptakan lingkungan pelabuhan yang sehat.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, M.Takwim Masuku dalam sambutannya menyampaikan kehadiran Tim Verifikator Kesehatan Pusat penilaian Pelabuhan Sehat dan seluruh stakeholder terkait saat ini merupakan bukti nyata komitmen kita bersama dalam mewujudkan pelabuhan yang sehat, aman, dan nyaman. 

Takwin menjelaskan bahwa Pelabuhan memiliki peranan penting sebagai simpul dalam jaringan transportasi, pintu gerbang kegiatan perekonomian, tempat kegiatan alih moda transportasi, penunjang kegiatan industri dan/atau perdagangan dan tempat distribusi, produksi, dan konsolidasi muatan atau barang serta mewujudkan wawasan Nusantara dan kedaulatan Negara.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pelabuhan merupakan salah satu pintu gerbang utama dalam aktivitas ekonomi suatu negara. Pelabuhan yang sehat tidak hanya menjamin kelancaran arus barang dan jasa, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Takwin memaparkan, melalui kegiatan ini, dapat dioptimalkan sebagai sarana untuk mengevaluasi penerapan standar kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan. Mendorong seluruh stakeholders pelabuhan untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas layanan. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pelabuhan. Membangun sinergi dan kerja sama yang lebih baik antar instansi terkait dalam pelabuhan.

“Melalui kegiatan Pelabuhan Sehat ini, kita  berharap dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai kondisi kesehatan pelabuhan saat ini. Hasil verifikasi penilaian Pelabuhan Sehat ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kita semua, untuk melakukan perbaikan dan peningkatan di masa mendatang secara berkelanjutan. Mari kita bersama – sama menjadikan pelabuhan kita sebagai pelabuhan Tanjung Priok yang sehat, bersih, dan Indah. Semoga seluruh acara penyelenggaraan verifikasi penilaian Pelabuhan Sehat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan bersama,” pungkas Takwin.

Pusat Penilaian Pelabuhan Sehat dari Direktorat Kepelabuhanan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang diwakili Hendri Wijaya pada kesempatan yang sama mengatakan Tim Verifikator Kesehatan Pusat penilaian Pelabuhan Sehat berkolaborasi dengan Kemenkes untuk melakukan verifikasi secara langsung ke lokasi di dalam kawasan Pelabuhan dan Bandara. Hal ini merupakan tindak lanjut dan respon atas kebijakan Pemerintah Pusat dalam mengikuti aturan Permenkes No 44 Tahun 2014 Tentang Pelabuhan dan Bandara Sehat 

“Kami melaksanakan kegiatan dari Tim Verifikator Kesehatan Pusat penilaian Pelabuhan Sehat ini akan melaksanakan dengan sungguh – sungguh dengan hasil nyata survey di lapangan. Untuk itu, tentunya hasilnya pun nanti bisa diterima dengan lapang dada,” ujar Hendri Wijaya.

Hendri Wijaya menambahkan periodisasi penilaian Pelabuhan dan Bandara Sehat, dilaksanakan per 2 tahun sekali. Dalam hal penilaian Pelabuhan Tanjung Priok yang dinilai usaha kesehatan lingkungan begitu juga penataan sarana dan prasarana, apakah itu sudah mengakomodir kesehatan lingkungan misalnya sirkulasi, penerangan, penghijauan dan peningkatan perilaku hidup sehat artinya jangan sampai ada masyarakat di pelabuhan buang sampah sembarangan.

Selain itu, tambahnya, harus tersedia fasilitas toilet, air bersih dan juga dibuatkan rambu – rambu peringatan agar jangan buang sampah sembarangan tempat serta kelengkapan K3 maupun kemanan dalam pelabuhan, apalagi kegiatan dalam pelabuhan cukup sibuk dan padat.

Kepala Balai Besar Karantina Kesehatan Tanjung Priok Heri Saputra, SKM, M.Kes, mengatakan pihaknya menyambut baik dan apresiasi terhadap kegiatan Tim Verifikator Kesehatan Pusat penilaian Pelabuhan Sehat.

“Karena kita harus hidup dilingkungan yang sehat supaya kita dapat bekerja dengan nyaman dan aman serta dapat meningkatkan taraf hidup yang lebih baik,” ujar Heri.

Heri juga mengungkapkan peran dan tugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Tanjung Priok adalah mencegah dan tangkal masuknya penyakit di lingkungan pelabuhan. “Karena sebelum penyakit itu masuk kita sudah tangkal makanya kapal-kapal yang pelabuhan harus masuk dulu ke zona karantina dan sebelum kapal juga keluar pelabuhan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan kapalnya supaya jangan ada mengeluarkan penyakit ke negara lain maupun kapalnya yang masuk ke negara kita,” jelas Heri.

Heri menambahkan harapan kita bersama melalui verifikasi kesehatan pelabuhan sehat ini masyarakat dilingkungan pelabuhan agar hidup dengan sehat. Sehingga nyaman dan tenang dalam melaksanakan kegiatan pelabuhan serta keluar dari pelabuhan tidak membawa penyakit menyebarkan kepada masyarakat.

Executive General Manager, Regional 2 Tanjung Priok Adi Sugiri menyatakan, kesiapannya untuk mendapat penilaian dari tim verifikator, mengingat kegiatan yang dilakukan pihak operator maupun mitra kerja sama selama ini di dalam pelabuhan Tanjung Priok telah memperhatikan faktor kesehatan lingkungan kerja.

“Kegiatan verifikasi kesehatan pelabuhan sehat, hal ini bukan merupakan kegiatan rutinitas dimana penilaian Pelabuhan Sehat tentunya merupakan bagian untuk sekelas pelabuhan Tanjung Priok sebagai Pelabuhan Utama. Kita ketahui 65% kegiatan pelabuhan adalah di Tanjung Priok, dari sisi operator Pelindo atau BUP (Badan Usaha Pelabuhan) verifikasi untuk pelabuhan sehat merupakan bagian cukup penting,” ujar Adi.

Adi menjelaskan bahwa kegiatan pelabuhan tidak hanya kegiatan bongkar muat nya saja yang diprioritaskan ternyata saat ini lebih diutamakan sustainability (berkelanjutan). Dimana pelabuhan sehat tentunya mendukung kelancaran kegiatan di pelabuhan, contohnya pembuatan fasilitas yang mandatori dimana seluruh pelabuhan sekarang sudah dimandatorikan untuk penyediaan RF (Reseption Facility). Untuk distribusi limbah darat maupun laut dan juga fasilitas lain guna supporting stakeholder lainnya di pelabuhan.

“Selain itu,ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan kemudian sarana kantin dan di pelabuhan Tanjung Priok ada spesifikasi Terminal Penumpang yang tentunya sarana ini sangat konsen terhadap Karantina Kesehatan. Hal ini merupakan peningkatan grading satu pelabuhan pada saat pelabuhan itu dinyatakan Pelabuhan Sehat. Kami berharap pelabuhan Tanjung Priok tahun 2024 ini tetap dapat mempertahan predikat Pelabuhan Sehat,” pungkas Adi.

Tim Verifikator Pusat Kesehatan Penilaian Pelabuhan Sehat yang melakukan penilaian berjumlah 4 orang dari Kementerian Kesehatan dan 1 orang dari Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kepelabuhanan.

Kegiatan Tim Verifikator Kesehatan Pusat penilaian Pelabuhan Sehat, Saat melaksanakan survey di Pelabuhan Tanjung Priok :

Lokasi  pertama yakni lokasi TPS Limbah Pelabuhan Tanjung Priok yakni penampungan limbah ini tim survey mendapatkan penjelasan dari Denny Sanjaya, menjabat sebagai Manager Kepatuhan Bisnis, Pelabuhan Regional 2 Tanjung Priok. Di lokasi tersebut sarana yang tersedia limbah yang diolah dan pada akhirnya dapat dimanfaatkan.

Lokasi kedua, Tim Verifikator kemudian melanjutkan survey yakni meninjau Terminal Petikemas Adi Purusa. Di dalam terminal ini Tim Verifikator survey mendapatkan informasi dan melihat sarana air minum untuk dimanfaatkan para pekerja di lokasi terminal luasnya 7 hektar.

Lokasi ketiga, kegiatan peninjauan ke Terminal Penumpang Kapal Laut Tanjungpura. Di terminal penumpang ini peninjauan dilakukan pada sejumlah ruangan untuk memenuhi kebutuhan penumpang maupun petugas yang ada di Terminal Penumpang.

Lokasi ke empat, kunjungan ke ruangan Kesehatan di Terminal Penumpang, ruang laktasi, ruang kesehatan yang dijaga oleh dokter dan perawat dari Kantor Balai Kerantina Kesehatan Pelabuhan, Tanjung Priok, Kementerian Kesehatan.

Lokasi ke lima, Tim verifikator  mengunjungi Kantor  Pelindo Regional 2 Pelabuhan Tanjung Priok. Lokasi yang dikunjungi adalah Masjid Al Ikhlas, Kantin (Pojok Corner) bagi karyawan dan Pusat Monitoring Kapal. Di lokasi Kantor Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, tim verifikator  melakukan mensurvey situasi lingkungan dan proses penanganan sampah.

Sedangkan ruang monitoring kapal, melakukan pengamatan atas banyaknya kapal terkait dengan pelayanan sampah kapal yang diturunkan ketika kapal tiba dan sandar di dermaga.

Lokasi ke enam Tim Verifikator survey di tempat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada di Terminal Jakarta Internasional Center (JICT) kawasan IPAL.  

Lokasi ke tujuh, Tim Verifikator melakukan kegiatan survey ke Terminal TPK Koja dan Lokasi ke delapan Tim Verifikator berakhir di PT Indonesia Terminal Kendaraan Tbk. Selesai melaksanakan kegiatan survey dilanjutkan dengan melaksanakan kegiatan Focus Group Disscusion (FGD) untuk mendiskusikan hasil verifikasi kesehatan pelabuhan Tanjung Priok bertempat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok. 

Peserta acara FGD tersebut melibatkan seluruh perwakilan masing – masing stakeholder yang  mengikuti kegiatan Verifikator Kesehatan Pusat penilaian Pelabuhan Sehat.(Red-MM).

Tinggalkan komentar