
Mimbarmaritim.com (Jakarta)
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 atau Pelindo Regional 2 sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang jasa kepelabuhanan dan logistik menunjukkan kinerja positif. Dimana pada semester pertama tahun 2024 secara konsolidasi trend positif itu terdapat terhadap arus petikemas dan arus penumpang.
Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Drajat Sulistyo melalui keterangan tertulisnya diterima redaksi Mimbar Maritim, Jumat (18/7/2024) mengatakan Pelindo Regional 2 pada semester pertama tahun 2024 mencatat adanya kenaikan kinerja operasional arus petikemas dan arus penumpang jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023.
Drajat menjelaskan untuk kinerja arus petikemas semester pertama tahun 2024 di Pelindo Regional 2 mencapai sebanyak 2,8 juta box atau tumbuh 3,9% dari total di tahun 2023 yang berjumlah 2,7 juta box, dengan total tercapai hingga 4 juta TEUs atau tumbuh 3,9% dari total di tahun 2023 sebesar 3,8 juta TEUs. Kenaikan arus petikemas ini dikarenakan adanya peningkatan kunjungan kapal petikemas yang lebih besar dibandingkan tahun lalu di pelabuhan Terminal Petikemas wilayah Pelindo Regional 2.
“Sedangkan untuk arus penumpang juga menunjukkan peningkatan 12.86% semester pertama tahun 2024 dengan jumlah penumpang capai 642 ribu orang penumpang jika dibandingkan dengan semester pertama tahun 2023 yang berjumlah 569 ribu orang penumpang. Kenaikan arus penumpang di Pelindo Regional 2 ini dikarenakan bertambahnya sandar kapal – kapal Cruise di Pelabuhan Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, yang melayani rute wisata Internasional,” terang Drajat.
Menurut Drajat, meningkatnya kinerja operasional Pelindo Regional 2 ini salah satunya adalah hasil dari layanan digitalisasi pada sistem manajemen logistik Pelindo yang terintegrasi dengan stakeholder dan pengguna jasa, sehingga dapat dioptimalkan proses bongkar muat barang dan mengurangi port stay (waktu sandar kapal) di pelabuhan.
“Pelindo Regional 2, tetap berupaya mempersingkat port stay kapal di pelabuhan guna memberikan dampak kepada bertambahnya efektifitas dan efisiensi dalam pelayanan operasional. Hal ini tentu akan memberikan manfaat kepada para pelanggan untuk mendapatkan opportunity bisnis yang lebih besar lagi,” pungkas Drajat.(Red-MM).