TTL Surabaya Inisiatif Green Port Raih Dua Penghargaan Internasional

Dirut PT Terminal Teluk Lamong Surabaya David Pandapotan Sirait Saat Menerima Penghargaan Global Ports Forum (GPF) Awards 2024, di AI Nojoom Shangri-La Dubai, Uni Emirat Arab

Mimbarmaritim.com (Surabaya)

PT Terminal Teluk Lamong (TTL) salah satu nak usaha dari PT.Subholding Pelindo Terminal Petikemas (PT.SPTP) berhasil mendapat 2 (dua) penghargaan bergengsi tingkat Internasional dalam ajang Global Ports Forum (GPF) Awards 2024 yang dihelat di AI Nojoom Shangri-La Dubai, Uni Emirat Arab.

Penghargaan dari Thomas Ng, Executive Chairman of the Global Port Forum diterima langsung oleh Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait, di Dubai, pada Rabu (17/4/2024) lalu.

Global Port Forum Awards Tahun 2024, merupakan penghargaan tahunan yang diberikan oleh Global Port Forum, sebuah organisasi internasional yang mengumpulkan para profesional dan pemangku kepentingan dalam industri pelabuhan dari seluruh dunia.

Penghargaan ini diberikan untuk mengakui keunggulan dalam berbagai aspek operasi pelabuhan dan inovasi di industri maritim dengan kategori penghargaan yang mencakup aspek keberlanjutan, keamanan, inovasi, teknologi, serta manajemen pelabuhan yang efisien.

Acara pemberian penghargaan ini juga bertujuan untuk mempromosikan dan mengembangkan praktik terbaik dalam manajemen pelabuhan, menciptakan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan di antara para pelaku industri global.

Penghargaan yang diberikan kepada Dirut TTL David P Sirait untuk kategori Terminal CEO of The Year 2024 dan kepada Terminal Teluk Lamong untuk kategori Green Port of The Year merupakan pengakuan atas inisiatif pelestarian lingkungan hidup. Dengan menyeimbangkan pembangunan ekonomi dan kebijakan yang berorientasi pada kepedulian lingkungan. TTL berhasil mendapatkan penghargaan Green Port setelah bersaing dengan beberapa port atau terminal internasional lainnya.

Thomas Ng, selaku Executive Chairman of the Global Port Forum pada kesempatan itu dalam sambutannya mengatakan bahwa Pelabuhan telah menjadi kawasan penting yang memerlukan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini sebagai apresiasi kepada pelabuhan yang mengkoordinasikan dengan baik keseimbangan antara dampak lingkungan dan manfaat ekonomi. Kami yakin konsep Green Port memiliki potensi besar untuk diterapkan di seluruh Industri Pelabuhan Global,” kata Thomas.

Sementara David P Sirait menjelaskan bahwa penghargaan yang diterima TTL bukan sekedar pengakuan atas inisiatif lingkungan hidup, namun merupakan bukti nyata dedikasi TTL dalam penerapan pembangunan berkelanjutan dan juga mewujudkan operasional excellence.

“Beberapa inisiatif telah kami lakukan seperti investasi pada teknologi yang rendah emisi, meningkatkan efisiensi energi, mendorong daur ulang dan pengurangan limbah. Inisiatif – inisiatif ini bukan hanya bagian dari strategi bisnis, namun sebagai identitas kami sebagai pelabuhan yang ramah lingkungan,” terangnya.

David menambahkan hal ini juga selaras dengan perkembangan bisnisnya, TTL tetap memegang komitmen untuk penerapan bisnis pelabuhan berkelanjutan (sustainable port), melalui inovasi dan transformasi pelabuhan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Global Port Forum atas pengakuan ini dan kepada semua mitra serta pemangku kepentingan yang telah mendukung inisiatif Green Port TTL. Kepercayaan dan dukungan terhadap visi kami memantapkan posisi Terminal Teluk Lamong sebagai Pelabuhan ramah lingkungan yang terintegrasi dengan skala global,” pungkas David.(Red-MM).

Tinggalkan komentar