


Mimbarmaritim.com (Jakarta)
IPC Terminal Petikemas/IPC TPK anak usaha PT Subholding Pelindo Terminal Petikemas telah menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) untuk menetapkan strategi bisnisnya dalam capai target tahun 2024 yang di tentukan oleh pemegang saham. Berdasarkan roadmap perusahaan, pada 2024 IPC TPK memasuki tahun Business Integration dengan target peningkatan arus petikemas sebesar 10,8% dan laba bersih sebesar 27%.
Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana saat pembukaan Raker dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rapat Kerja ini merupakan upaya untuk mendorong komitmen seluruh perangkat IPC TPK dalam menghadapi dinamika dan tantangan perusahaan kedepan.
“Saya mengapresiasi atas pencapaian dan kinerja IPC TPK yang telah dibukukan sepanjang tahun 2023 dan IPC TPK kedepan bersiap mencapai target yang ditetapkan pemegang saham tahun ini,” kata Guna Mulyana dalam Raker, Rabu (13/3/2024).
Guna Mulyana menjelaskan bahwa Operation Improvement dan Integration adalah menjadi fokus manajemen IPC TPK dalam mendorong peningkatan kinerja bongkar muat di tahun 2024. Operation Improvement akan dilakukan dengan memperkuat fondasi operasi dan layanan melalui penguatan skill tim operasi, menciptakan lingkungan kerja yang aman, optimalisasi peralatan Pelabuhan, standarisasi operasi berdasarkan planning & control serta efisiensi biaya di operasional.
” Raker tahun ini (2024) mengangkat tema Akselerasi Terminal yang Unggul dan Berkelanjutan Melalui Kolaborasi Bisnis, rapat kerja tahunan ini digelar dalam rangka meningkatkan kinerja operasi yang unggul dalam mewujudkan integrasi bisnis,” ujar Guna Mulyana.
Selain operation improvement, lanjut Guna Mulyana, tahun 2024 ini IPC TPK juga akan berfokus membangun integrasi terminal peti kemas dengan ekosistem jaringan logistik serta pengembangan bisnis pendukung terminal peti kemas yang mendukung pelayanan bisnis inti. Integrasi ini tidak hanya di dalam terminal namun juga dengan para stakeholder terkait dan pengguna jasa.
“Tahun 2024 ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi IPC TPK akan memperkuat peranannya dalam pengelolaan terminal petikemas di Indonesia melalui peningkatan kinerja, cost control dan safety and green port,” pungkas Guna Mulyana. (Red-MM).