


Mimbarmaritim.com (Jakarta)
Mengawali tahun 2024, Pelindo Regional 2 kembali mengadakan Sharring Session AKHLAK Leadership seri kedua sebagai kelanjutan dari seri pertama yang sukses diselenggarakan di Cikini Jakarta Pusat tanggal 3 November 2023 yang lalu.
Bertempat di Museum Maritim Indonesia, Jum’at (12 /1/2024) lalu, Regional Head 2 Drajat Sulistyo, kembali mengundang para peserta sharring session di lingkungan atau wilayah Pelindo Regional 2 yang terdiri dari Executive General Manager (EGM), para General Manager (GM) Regional Division Head dan Senior Manager (SM).
Drajat dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan diadakannya sharring session ini adalah mengajak seluruh pekerja Pelindo untuk mengimplementasikan AKHLAK dalam membangun tim yang kuat melalui komunikasi dan informasi yang baik, karena visi dan misi sebuah tim harus dicapai melalui kerja keras dan membutuhkan bimbingan dari orang yang memiliki kemampuan dalam mempimpin yang sangat kuat.
Acara sharing session ini diisi dengan kegiatan tanya jawab seputar kendala teknis yang dihadapi di lingkungan kerja dan mencari solusi atau jalan keluar terbaik yang dapat disepakati.
Pada kesempatan sharring session kali ini Drajat menyampaikan 7 (tujuh) point penting yang perlu dihindari dalam bekerja, antara lain :
Communication Breakdowns (gangguan komunikasi) yang berakibat dapat menyebabkan kesalahpahaman dan penurunan produktivitas.
Leadership Crisis (krisis kepemimpinan) dimana kepemimpinan yang lemah atau tidak efektif dapat mengakibatkan kurangnya arahan dan motivasi di kalangan karyawan.
Organizational Culture Issues (Masalah Budaya Organisasi) dimana Budaya kerja yang tidak sehat, seperti penolakan terhadap perubahan, dapat berdampak pada semangat kerja karyawan.
Financial Distress (kesulitan keuangan) dimana Pengelolaan keuangan yang buruk atau krisis yang tidak terduga dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan.
Employee Burnout (kelelahan karyawan) dimana tingkat stres yang tinggi dan beban kerja yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan yang memengaruhi kesejahteraan individu dan kinerja tim secara keseluruhan.
Innovation Stagnation (stagnasi inovasi) jika terdapat kegagalan beradaptasi dan berinovasi dapat menghambat daya saing organisasi dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat.
Ethical Lapses (penyimpangan etika) dimana Perilaku atau keputusan yang tidak etis dapat merusak reputasi perusahaan dan mengikis kepercayaan antar pemangku kepentingan.
“ Dengan menghindari tujuh hal tersebut kita akan mampu melampaui target yang diharapkan pada tahun 2024 ini,” pungkas Drajat, mengakhiri sambutannya.(Red-MM).