


Mimbarmaritim.com (Karimun Jawa)
Dari tahun ke tahun, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selalu gencar melakukan Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Pelayaran serta Perlindungan Maritim. Kali ini, Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Perlindungan Maritim digelar Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Karimun Jawa, Jumat (3/11/2023).
Kepala Kantor UPP Kelas III Karimunjawa, Johan Christoffel, mengatakan sosialisasi keselamatan pelayaran serta perlindungan maritim merupakan impelementasi dari amanat yang telah termuat dalam Undang Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pemilik kapal, operator kapal penumpang, nelayan tradisional, dan pelaku wisata lebih memahami pentingnya pemahaman dan pengetahuan terkait keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim,” ungkap Johan.
Dalam aspek keselamatan pelayaran, Johan juga kemengingatkan bahwa kecakapan nakhoda kapal dalam bernavigasi juga harus didukung dengan perlengkapan keselamatan sesuai yang diperuntukkan bagi kapal niaga, kapal penumpang, dan kapal tradisional.
Lebih lanjut, Johan mengatakan dalam rangka memastikan kesiapan armada kapal yang tersedia dapat melayani para penumpang menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2023/2024, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan bersiap melaksanakan uji kelayakan terhadap kapal penumpang dan membuka posko Angkutan Laut Nataru.
“Sebentar lagi akan tiba dalam upaya kesiapan kita untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang selain dari hari biasanya. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dikarenakan pada masa tersebut kemungkinan untuk terjadi lonjakan penumpang cukup signifikan,” terang Johan.
Oleh karena itu, lanjut Johan, terwujudnya keselamatan pelayaran ini juga tak lepas dari peran serta masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Pihaknya mengajak seluruh instansi dan pemangku kepentingan untuk dapat bersinergi dan berperan aktif dalam menjadikan transportasi laut sebagai moda transportasi yang aman, andal dan berkeselamatan.
“Transportasi laut merupakan salah satu moda transportasi yang banyak mengangkut para wisatawan yang akan berlibur di Karimun Jawa serta menjadi transportasi utama yang digunakan oleh masyarakat Karimunjawa. Jadi kita pastikan bahwa ini harus terselenggara dengan baik dan aman,” pungkas Johan.
Turut hadir pada kegiatan tersebut diantaranya perwakilan Kepala Pelabuhan Perikanan, Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa, TNI, Polri, pemilik/operator kapal, agen pelayaran, pemilik hotel dan resort, pelaku wisata, tokoh masyarakat serta kelompok nelayan yang berada di Karimunjawa. (MM-01)