Kegiatan Operasional  Pelindo TPK Belawan Normal

Mimbarmaritim.com – Surabaya  

Manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) selaku pengelola TPK Belawan membantah telah terjadi kerusakan alat bongkat muat jenis Container Crane (CC) yang merupakan alat untuk bongkar muat peti kemas di sisi dermaga. Dari 10 unit CC yang ada di TPK Belawan seluruhnya masih normal dan dapat digunakan untuk kegiatan bongkar muat peti kemas dari dermaga ke atas kapal maupun sebaliknya.

Corporate Secretary Subholding Pelindo Terninal Petikemas Widyaswendra mengatakan kegiatan di dalam area terminal peti kemas berlangsung normal, tidak ada keterlambatan dalam kegiatan operasional. Bahkan menurutnya tidak ada peti kemas yang gagal muat ke atas kapal dan tidak ada peti kemas yang tertinggal.

“Kegiatan terminal petikemas Belawan berlangsung normal, dengan 10 CC tersebut jika dalam kondisi maksimal dapat digunakan untuk melayani kegiatan bongkar muat 5 kapal peti kemas secara bersamaan,” kata Widyaswendra, melalui keterangan persnya diterima redaksi Mimbar Maritim, Jumat (25/11/2022).

Widyaswendra mengungkapkan bahwa selain 10 unit CC, TPK Belawan juga didukung oleh 22 unit alat jenis Rubber Tyred Gantry (RTG) yang merupakan alat untuk bongkar muat peti kemas di area lapangan penumpukan. 

Menurut Widyaswendra, jumlah tersebut masih sangat cukup untuk menunjang kegiatan operasional terminal peti kemas di TPK Belawan. Secara operasional yang ideal, 1 unit CC di dermaga membutuhkan dukungan 2 unit RTG di lapangan penumpukan.

“Dengan perbandingan jumlah alat jenis CC dan RTG di TPK Belawan masih ideal. Dari 22 unit RTG ada 1 unit yang saat ini sedang dilakukan pemeliharaan rutin. Namun dari sisi jumlah masih sangat cukup,” ungkapnya.

Ditambahkannya, demikian halnya dengan proses penerimaan (receiving) dan pengiriman (delivery) peti kemas di TPK Belawan juga tidak ada kendala. Masa penumpukan receiving sudah dibuka sejak 5 hari sebelum jadwal keberangkatan kapal. Pada area lapangan penunpukan juga terdapat alat pendukung seperti Reach Stacker (RS) yang merupakan alat untuk mengangkat dan menumpuk peti kemas.

Widyaswendra menyebutkan jika saat ini perusahaan sudah memiliki saluran suara pelanggan yang dapat diakses oleh para pengguna jasa kapan saja dan dimana saja. Pihaknya menyebut para pelanggan dapat langsung menyampaikan kepada SPTP jika ada kendala operasional di lapangan. 

” Para pelanggan juga dapat menghubungi masing-masing Customer Relations Officer (CRO) yang selama ini telah menjalin komunikasi yang baik dengan para pengguna jasa,” pungkasnya.(Red-MM).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s