Kemenhub : Gelar Diklat BST Dan SKK Gratis Bagi 120 Nelayan Lampung

Mimbarmaritim.com – Lampung

Upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia, khususnya dalam mengatasi pengangguran adalah dengan memberikan pelatihan pra kerja yang merupakan bentuk hadirnya Negara atau Pemerintah di tengah masyarakat. Pemerintah telah mencanangkan program prioritas nasional salah satunya melalui Pembangunan Manusia dan Pengentasan Kemiskinan.

Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan BPSDM Perhubungan melalui Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Panjang bekerjasama Politeknik Pelayaran Banten melaksanakan kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) tentang keselamatan transportasi bagi masyarakat kurang mampu yang bertujuan agar masyarakat dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan dibidang kepelautan.

Untuk mendapatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup setelah mendapat pekerjaan serta membudayakan dan meningkatkan keselamatan transportasi sehingga dapat meminimalisir kecelakaan dalam bertransportasi.

Diharapkan dengan meningkatnya kompetensi dan kemampuan peserta diklat, nantinya dapat memberikan kontribusi yang luas terhadap program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Bertempat di Aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Lampung, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang bekerjasama dengan Potiteknik Pelayaran Banten menyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat kepada awak kapal penangkap ikan tradisional (nelayan) dan awak kapal wisata tradisional berupa Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) sekaligus penerbitan Surat Keterangan Kecakapan berlayar sejauh 30 Mil (SKK 30 Mil).

Kegiatan ini akan berlangsung selama 5 hari yakni dimulai dari tanggal 27 September 2021 sampai dengan 1 Oktober 2021 dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo di Lampung, Senin (27/9/2021).

Bambang Sumbogo dalam sambutannya menyampaikan Provinsi Lampung terutama di wilayah pesisir sangat banyak potensi kelautan yang ada, baik dari sisi wisata maupun sumber daya alam berupa ikan. Hal ini tentunya akan menjadi magnit bagi masyarakat untuk melaut. Dengan demikian, peningkatan keterampilan dan keahlian bidang kepelautan sangatlah dibutuhkan bagi masyarakat.

“Saya menyambut baik kegiatan DPM ini, karena kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Lampung untuk menunjang keterampilannya dalam bekerja di laut,”ujarnya.

Bambang Sumbogo menambahkan Pemerintah Provinsi Lampung sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan DPM ini. Semoga masyarakat Lampung lebih berdaya saing, terutama seiring dengan meningkatnya potensi wisata di Propinsi Lampung.Hal ini otomatis membutuhkan tenaga yang professional guna mendukung program Nelayan Lampung Berjaya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pelayaran Banten, Heru Widada selaku pemangku kegiatan ini mengatakan Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan khususnya Politeknik Pelayaran Banten, hadir untuk melaksanakan tugas yang diemban melalui Diklat Pemberdayaan Masyarakat yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga sekarang.

Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah agar masyarakat khususnya masyarakat Lampung dan sekitarnya terutama yang bekerja di kapal-kapal nelayan dan kapal-kapal wisata lebih berdaya guna dan berhasil guna sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.

“Semua peserta DPM ini tidak dipungut biaya atau gratis, pembiayaan kegiatan ini telah tertampung dalam DIPA Poltekpel Banten Tahun Anggaran 2021,” tukas Heru.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala KSOP Kelas I Panjang Hendri Ginting melaporkan bahwa peserta kegiatan ini berjumlah 120 orang yang terdiri dari awak kapal ikan, pekerja kapal dan nelayan yang berada di Kota dan Kabupaten se Provinsi Lampung. Sedangkan pemberi materi dalam diklat ini terdiri dari Poltekpel Banten untuk materi Diklat BST dan dari KSOP Kelas I Panjang untuk materi SKK 30 Mil dengan metode penyampaian materi, diskusi tanya jawab, serta praktek lapangan.

Hendri menyampaikan kepada para peserta pelatihan agar dapat memanfaatkan Diklat ini untuk menambah ilmu dan pengetahuan sebagai bekal melaut, “pahami apa yang diberikan instruktur dan pelatih selama pelatihan berlangsung, semoga ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini bermanfaat dan memberikan nilai tambah serta meningkatkan kualitas dan taraf hidup serta kesejahteraan” ujar Hendri.

Hendri pada kesempatan itu berpesan kepada jajaran Pemerintah Daerah agar dapat membantu melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi serta memberikan masukan terhadap lulusan Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini.

Ia juga mengimbau kepada jajaran pimpinan Instansi Maritim se Provinsi Lampung untuk turut memperhatikan masyarakat kurang mampu melalui kegiatan yang memberi nilai tambah bagi kelangsungan kesejahteraan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada para awak kapal tradisional.

” Kami berpesan dan berharap kepada seluruh instruktur dan pelatih, agar dapat memberikan pelatihan yang terbaik bagi anak bangsa, dan semoga dedikasi tersebut sebagai amal ibadah yang mengalir sepanjang masa,”tutupnya..(MM-01).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s