KORPORASI

Pelabuhan Kijing Sangat Membutuhkan Breakwater

Mimbarmaritim.com – Jakarta

Dugaan akan tidak efektifnya pembangunan trestel di Pelabuhan Kijing Mempawah Pontianak – Kalimantan Barat tanpa adanya Breakwater (Pemecah Gelombang) sudah terbukti adanya.

Trestel adalah jalan atu akses dari dermaga menuju darat, digunakan di pelabuhan yang perairannya dangkal di garis pantai. Untuk mencapai kedalaman perairan tertentu, trestel dapat berupa urukan atau jembatan ataupun gabungan antara urukan dan jembatan.

Pelabuhan Kijing terletak Kabupaten Mampawah – Kalimantan Barat merupakan pembangunan pelabuhan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang pengelolaannya PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Dalam kejadian pada hari Rabu (12/7/2021) pukul 02.00 WIB dini hari, trestle Terminal Kijing ambruk akibat hantaman ombak, sehingga akses menuju dermaga terputus.

Dalam design Pelabuhan Kijing tidak tergambar adanya design breakwater sebagai penyanggah gelombang laut untuk melindungi trestle khususnya dan umumnya dermaga lainnya. Sehingga bisa dipastikan bahwa design Pelabuhan Kijing khususnya kegiatan di trestle terminal kijing saat ini sangat beresiko baik untuk kegiatan bongkar muat maupun kegiatan lainnya.

Akibat kejadian tersebut Pelabuhan Kijing sudah saatnya dilakukan evaluasi dan diperlukan untuk pembagunan breakwater (pemecah gelombang) sebagai pelindung utama trestle dan pelabuhan utama. 

Tujuan utama dilakukan pembangunan breakwater adalah melindungi daerah pedalaman perairan pelabuhan, yaitu memperkecil tinggi gelombang laut, sehingga kapal dapat berlabuh dengan tenang guna dapat melakukan bongkar muat.

Melihat letak geografis Pelabuhan Kijinng hanya mengandalkan Pulau Temaju sebagai penahan gelombang alami untuk melindungi trestle Pelabuhan Kijing merupakan langkah yang kurang tepat, karena gelombang laut tidak dapat diprediksikan arah dan kecepatan gelombang seperti apa.

Proyek Strategis Nasional (PSN) yang membutuhkan total anggaran sebesar Rp.14,- triliun, sudah hampir rampung pembangunannya dan dalam waktu dekat rencananya akan diresmikan. Namun rencana peresmian ini pupus, akibat kejadian gelombang laut dan hantaman ombak yang sangat keras merobohkan trestle. Sehingga kemungkinan besar peresmiannya akan mundur waktunya.

Beberapa pihak yang telah dilansir beberapa media lokal dan nasional menganalisa kejadian ambruknya trestle Terminal Kijing adalah faktor alam yang disebabkan cuaca ekstrim. Pada hal seharusnya kesalahan ini bukan kepada faktor cuaca ekstrem tetapi kesalahan yang utama adalah karena design pembangunan pelabuhannya tidak menyertakan pembangunan breakwater (Pemecah Gelombang).

Untuk menanggulangi kejadian yang serupa dikemudian hari, disarankan agar Pelabuhan Kijing harus membuat breakwater (Pemecah Gelombang). Sehingga kapal dapat berlabuh dengan tenang guna dapat melakukan bongkar muat dan pelabuhan Kijing layak untuk melakukan aktivitas kegiatan kepelabuhanan.

Kami juga dalam waktu dekat rencana akan mengirimkan surat kepada Menko Maritim dan Investasi, Menteri Perhubungan dan Menteri Negara BUMN. Untuk mengkaji kembali design pembangunan Pelabuhan Kijing secara menyeluruh, agar nantinya kedepan Pelabuhan Kijing benar-benar layak melakukan kegiatan kepelabuhanan.(Editor-Ody).

Penulis : Ketua Umum Masyarakat Maritim Maju Harijanto

Kategori:KORPORASI, MARITIM, PELABUHAN, PELAYARAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s