IPC Pastikan Pelayanan Normal, Selama Perlambatan Aplikasi CEISA

Mimbarmaritim.com – Jakarta

IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pastikan pelayanan operasional bongkar muat, receiving dan delivery, gate, billing dan dokumen di semua terminal tetap berjalan normal 24/7. IPC memberlakukan non-stop operasi atau istirahat bergantian sehingga tidak ada layanan yang terhenti.

Adapun saat ini Yard Occupancy Ratio (YOR) rata-rata di terminal sudah mencapai diatas 70% dan diprediksi akan mencapai rata-rata 100% pada Minggu, 18 Juli 2021. Menyikapi hal ini, IPC dengan para operator terminal Pelabuhan Tanjung Priok menyepakati langkah-langkah antisipasi sebagai dampak gangguan sistem CEISA Bea Cukai, antara lain dengan memastikan kesiapan peralatan baik alat utama maupun alat penunjang serta manpower di demaga dan lapangan. 

“Kami juga mengimbau pihak Pelayaran agar menginformasikan pada pemilik barang (cargo owner) untuk jadwal pengambilan barang menyesuaikan dengan kondisi traffic masing-masing terminal sebagai antisipasi lonjakan truk yang akan datang,” kata EVP Sekretariat Perusahaan IPC Ali Mulyono melalui keterangan persnya diterima Mimbar Maritim hari ini, Sabtu (17/7/2021).

Ali Mulyono menjelaskan guna memaksimalkan area lapangan penumpukan, IPC akan melakukan penumpukan peti kemas impor dan ekspor pada lapangan penumpukan yang sama. Memanfaatkan lapangan ekspor untuk penumpukan peti kemas impor, melakukan unlock capacity dengan optimalisasi lahan yang ada dan pemindahan lokasi sebagian peti kemas impor ke Tempat Penumpukan Sementara lini 2.

Menurut dia, IPC telah berkoordinasi langsung dengan Bea Cukai yang menghasilkan beberapa kesepakatan. Diantaranya Bea Cukai berkomitmen untuk mempermudah persetujuan Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP) / Over Brangen (OB) agar seluruh terminal operasi dapat mempercepat proses PLP. Dan menyepakati bahwa dalam kondisi darurat, terminal operasi dapat memakai lapangan Non Tempat Penimbunan Sementara (TPS) untuk dijadikan TPS impor.

“Kami mengambil kebijakan ini, untuk memberikan keringanan berupa pembebasan denda Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) dan Surat Penyerahan Petikemas (SP2) bagi peti kemas yang terdampak akibat gangguan sistem CEISA,” pungkas Ali Mulyono.(MM-01).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s