KORPORASI

PT BIMA Tunjukkan Eksistensi, Ciptakan Dua Inovasi Mutakhir

Mimbarmaritim.com – Semarang

PT Berkah Industri Mesin Angkat (PT BIMA) merupakan anak perusahaan PT BJTI Port bagian dari PT Pelabuhan Indonesia III  (Persero) Grup. PT BIMA berdiri sejak tahun 2015 sebagai perusahaan penyedia suku cadang alat berat, pemeliharaan,  pengadaan alat berat, dan pemeliharaan seluruh fasilitas kepelabuhanan baik mekanikal maupun elektrikal. 

Core bisnis PT BIMA  fokus dalam merawat alat bongkar muat terus berkembang dari waktu ke waktu. Inovasi yang diluncurkan PT BIMA sebagai bentuk dukungan atas inovasi yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo perihal penggunaan Biosolar B30 melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor.12 tahun 2015. 

Guna mengoptimalkan kinerja mesin dengan menggunakan Biosolar B30, PT BIMA melakukan upaya filtrasi bahan bakar Biosolar B30 sebagai metode terkini perawatan alat bongkar muat.

Uji coba telah dilakukan di beberapa wilayah cabang dan terbukti mampu mengurangi endapan berupa gel yang dihasilkan dari bakteri yang terdapat pada biosolar yang mengendap. Sehingga breakdown akibat filter solar yang buntu bisa diminimalisir. 

Selain itu penggunaan filtrasi bahan bakar B30 juga mampu menekan resiko kerusakan pompa bahan bakar & injektor, dan menekan kandungan air pada mesin yang dapat menjadi penyebab terjadinya korosi dan guratan pada mesin.

“Efek jangka panjangnya umur injector dan fuel pump menjadi panjang dan kinerja engine pun bisa maksimal untuk mendukung operasional di lapangan, mbak,” demikian disampaikan Nazar selaku Site Manager PT BIMA Cabang Semarang, melalui keterangan tertulisnya diterima Mimbar Maritim, Senin (14/6/2021).

Nazar menjelaskan Filtrasi bahan bakar B30 saat ini telah resmi digunakan sebagai metode perawatan alat di Terminal Peti Kemas Semarang. PT BIMA Cabang Semarang juga menerapkan sistem pengulangan (redundancy system) pada mesin RTG , untuk menjamin utilisasi peralatan bongkar muat di pelabuhan terus meningkat. 

Nazar menyebutkan Redundancy system yang diterapkan PT BIMA dalam perawatan RTG di Terminal Petikemas Semarang, dalam upaya mendukung operasional di lapangan secara optimal, pada awalnya ketika mesin tersebut memasuki jadwal overhaul. Maka alat tersebut harus menunggu setidaknya 30 hari dan berhenti beroperasi sampai dengan proses overhaul selesai. 

“Tetapi dengan system redundant, mesin pengganti telah dipersiapkan, sehingga alat tersebut hanya memerlukan waktu 1-2 hari saja untuk berhenti beroperasi,”tukasnya.

Sementara, Direktur Operasional dan Teknik PT BIMA Bayu Setyadi  mendukung penuh inovasi yang dilakukan oleh tim terkait sebagai bentuk dukungan pada program pemerintah. Hal ini, merupakan implementasi nilai inti AKHLAK Kementerian BUMN yang selalu digaungkan oleh Pelindo III Grup. 

Bayu berharap langkah inovatif ini juga dapat dimanfaatkan cabang lain, mengingat potensi kecilnya kerugian dalam kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

“Apapun program pemerintah kami siap menjadi bagian dari masalah sebagai solusi, PT BIMA akan senantiasa dukung dengan inovasi-inovasi baru agar arus bongkar muat di pelabuhan tetap lancar,” tuturnya, 

Bayu menambahkan selama mesin tersebut dirawat dengan baik dengan sepenuh hati, kemungkinan untuk mesin breakdown tidak akan terjadi.

Untuk diketahui PT BIMA beralamat di Jalan Perak Barat No. 379, Pabean Cantian, Kota Surabaya – Jawa Timur, 60165 Nomor Telepon (031) 99093444 Contact Person : Candra, Kepala Biro Tata Kelola Perusahaan, +62 822-3059-2129.(MM-01)

Kategori:KORPORASI, MARITIM, PELABUHAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s