KORPORASI

Pelni Cabang Tanjung Priok Tetap Menerapkan Prokes Saat Pelayanan Embarkasi Dan Debarkasi Penumpang

Kepala Kantor PT Pelayaran Indonesia (Persero) Cabang Tanjung Priok Indria Priatna Diruang Kerjanya, Kamis (12/2/2021).

Mimbarmaritim.com – Tanjung Priok
Dalam rangka pengendalian terhadap penyebaran Covid-19, pemerintah terus berupaya menerapkan kebijakan pembatasan sosial. Salah satunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk Percepatan Penanganan Covid-19. Kemudian, beleid itu diturunkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.

Kegiatan PSBB menegaskan kembali tentang pembatasan-pembatasan aktivitas sosial. Hal itu dikarenakan Covid-19 tergolong mudah menular, khususnya melalui interaksi yang dekat antar orang ke orang. Pelaksanaan kebijakan tersebut selain di Jakarta, kebijakan PSBB dilakukan hampir seluruh di kota-kota besar di Indonesia.

Masa PSBB, pemerintah selalu memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak bepergian, kecuali jika sangat diperlukan. Hal ini terutama berlaku di tempat-tempat umum yang sangat berpotensi menimbulkan keramaian seperti pusat perbelanjaan, transportasi publik (darat, laut dan udara),tempat peribadatan, bahkan fasilitas kesehatan.

PT Pelayaran Indonesia (Persero) / Pelni melalui Kantor Pelni  Cabang Tanjung Priok terus berupaya menekan penyebaran Covid-19 bekerja sama dengan stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok di Terminal Penumpang terutama saat melaksanakan pelayanan penumpang embarkasi dan debarkasi.

PT Pelni Cabang Tanjung Priok dalam melaksanakan pelayanan penumpang tetap mengikuti aturan Pemerintah melalui Surat Edaran Gugus Tugas No.1 tahun 2021. Dengan menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan air mengalir atau memakai hand sanitizer).

“Selain itu, PT Pelni Cabang Tanjung Priok juga melakukan himbauan agar para penumpang tetap menghindari kerumunan yang berpotensi akan penyebaran Covid-19,” demikian disampaikan Kepala Kantor PT Pelni Cabang Tanjung Priok Indria Priatna saat berbincang – bincang dengan Mimbar Maritim diruang kerjanya, Kamis (13/2/2021).

Indria mengungkapkan selama masa pamdemi, PT Pelni Cabang Tanjung Priok terus berupaya untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 Dengan mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) baik dikantor maupun saat pelayanan di Terminal Penumpang Tanjung Priok.

Lebih lanjut, Indria menjelaskan pada saat penumpang membeli tiket di kantor Pelni Cabang Tanjung Priok, telah disiapkan fasilitas berupa tenda dan tempat duduk antrian diluar kantor dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Para calon penumpang dapat menunggu saat antrian beli tiket mencapai dengan jumlah 25%. Persyaratan membeli tiket, penumpang tetap harus menunjukkan surat keterangan antigen (rapit test antigen) masa berlakunya 3×24 jam.

Dia, menuturkan saat ini di Terminal Penumpang para penumpang dipermudah pelayanan dan dibantu oleh KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Tanjung Priok dan PT Pelabuhan Indonesia Cabang Tanjung Priok telah menyiapkan tenda di tempat parkir Terminal Penumpang, untuk pelaksanaan rapit test antigen khusus penumpang Pelni.

“Bagi penumpang Pelni tidak perlu jauh – jauh lagi untuk mencari tempat rapid test antigen, karena di tempat parkir terminal Pelni pelabuhan Tanjung Priok telah disiapkan. Kemudian memasuki ruangan tetap mengikuti prokes dan aturan – aturan yang telah ditetapkan pemerintah,”ujarnya.

Pelaksanaan embarkasi dan debarkasi di terminal penumpang Tanjung Priok

Lebih jauh, Indria menjelaskan Kantor Pelni Cabang Tanjung Priok selama masa pandemi dalam pelaksanaan embarkasi, pihaknya tetap menerapkan kepada penumpang agar selalu menunjukkan surat keterangan rapit test antigen, dan divalidasi oleh KKP Tanjung Priok sebagai regulator kesehatan. Ketika validasi sudah di approve (disetujui) KKP dilanjutkan memasuki terminal penumpang dengan tetap mematuhi persyaratan prokes 3M dan memasuki ruang sterilisasi. Kemudian masuk ke X-ray untuk barang bawaan penumpang selanjutnya dilakukan departure control system (cek in).

“Namun selama penumpang masih berada diruang tunggu para penumpang tetap dihimbau agar tetap mengikuti aturan prokes, dan apabila waktunya embarkasi. Penumpang baru diperbolehkan masuk melalui garbarata ke dalam kapal. Setelah naik ke kapal,  para penumpang juga memakai prokes, dimana jumlah penumpang kapal dibatasi dengan kapasitas hanya 50%. Bahkan jarak tempat tidur antara penumpang dibatasi dengan mengosongkan satu tempat tidur agar ada jarak penumpang antara satu dengan lain,”terangnya.

Sementara, untuk debarkasi penumpang Pelni kata Indra, pada saat penumpang Pelni turun dari kapal tetap dilakukan pemeriksaan terhadap penumpang debarkasi oleh KKP dan menunjukkan surat keterangan rapid test antigen dari pelabuhan asal. “Setelah surat keterangan rapid test antigen divalidasi oleh KKP, maka penumpang di perbolehkan keluar dari terminal penumpang untuk tujuan masuk ke Jakarta,”ujarnya.

Indria mengatakan PT Pelni Cabang Tanjung Priok khususnya, di masa pamdemi ini terus berupaya membantu pemerintah dalam penanggulangan penyebaran Covid-19. Dengan mempermudah penumpang untuk persyaratan pembelian tiket tidak jauh dan repot saat pemeriksaan antigen, masa berlaku antigen lebih singkat dari pada antibodi. Karena masa berlaku antigen 3×24 jam sedangkan antibodi masa berlaku nya 14 hari terhitung saat keberangkatan.

“Kami akan tetap berusaha untuk memudahkan pelayanan terhadap penumpang dengan hal – hal yang sudah dilakukan selama ini. Dengan harapan agar pelayanan Pelni dapat memuaskan masyarakat pengguna jasa angkutan laut,” ucapnya.

Indria menambahkan pembelian tiket on line sampai saat ini masih berlaku, akan tetapi pada saat penumpang beli tiket online kerepotan membuat surat keterangan rapid test antigen. Pelni akan permudah dengan kerjasama dengan KKP Tanjung Priok.

“Selama masa pamdemi, kami merasakan dukungan seluruh stakeholder di Pelabuhan Tanjung Priok seperti Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Kantor Otoritas dan Pelabuhan Utama Tanjung Priok Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, TNI dan instansi terkait lainnya. Selama ini  telah membantu saat pelaksanaan embarkasi dan debarkasi penumpang di Terminal Penumpang,” tutup Indria. (MM-Ody).

Kategori:KORPORASI, MARITIM, PELABUHAN, PELAYARAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s