
Mimbar Maritim – Sunda Kelapa
Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sunda Kelapa akan diwacanakan menerbitkan Rencana Induk Pembangunan Pelabuhan Sunda Kelapa.Penerbitan RIP ( Rencana Induk Pembangunan) Sunda Kelapa tersebut akan di koordinasikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terkait dengan dukungan dan rekomendasi tata ruang dan zona rencana pengembangan pelabuhan sebagai pelabuhan Parawisata (heritage).
“Setelah mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari Gubernur DKI Jakarta terkait dengan tata ruang dan zona pelabuhan Sunda Kelapa. Maka selanjutnya Kementerian Perhubungan akan membahas Peraturan Menteri terkait dengan penetapan RIP, pengembangan pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pelabuhan dengan konsep heritage,”kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sunda Kelapa Capt Roni Fahmi kepada Mimbar Maritim diruang kerjanya, hari Selasa (24/11/2020).

Capt Roni Fahmi menjelaskan bahwa di dalam RIP tersebut telah diatur berapa zona untuk pengembangan pembangunan pelabuhan Sunda Kelapa diantaranya pembangunan untuk zona ruang terbuka hijau 10 %, zona komersial 30 %, ruang wisata 40 % dan zona perkantoran instansi terkait dalam pelabuhan 20%. Jadi kedepan Pelabuhan Sunda Kelapa benar – benar konsepnya adalah daerah wisata.
Menurut Capt Roni Fahmi, bahwa zona komersial itu nantinya akan mendukung pelabuhan Sunda Kelapa. Makanya nanti saat pengembangan pembangunan akan ada pembangunan apartemen, mall dan perhotelan di dalam pelabuhan.
“Dan juga akan di bangun fasilitas dermaga khusus untuk kapal – kapal wisata, melalui dermaga itu orang – orang Wisatawan kepelabuhan bisa menginap di pelabuhan. Namun untuk dermaga pelayaran rakyat (Pelra) tetap dikembangkan karena dermag Pelra merupakan icon Sunda Kelapa khususnya terhadap wisatawan asing dan tidak menghilangkan sejarah masa lampau pelabuhan Sunda Kelapa,” tutur Capt Roni Fahmi.
Kedepan katanya bahwa kapal – kapal barang yang selama ini berlabuh di Sunda Kelapa akan dipindahkan ke pelabuhan Marunda, karena rencana kedepan pelabuhan Sunda Kelapa benar – benar new port berbasis heritage. Pelabuhan Sunda Kelapa kedepan juga akan dihubungkan dengan kota tua.(Ody-01).