LOGISTIK

KPPBC Tipe Madya Pabean A Marunda, Di Tengah Pamdemi Tindak Dan Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal

Pihak Bea dan Cukai, POM TNI, Kepolisian, Kejaksaan Menghadiri Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal Di KPPBC Tipe Madya Pabean A Marunda, Selasa (3/11/2020).

Mimbar Maritim – Jakarta

Tugas Pokok Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) adalah melaksanakan sebagian dari tugas Kementerian Keuangan (Menkeu) di bidang kepabeanan dan cukai, berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Menkeu. Dimana pengamanan kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan dengan lalu lintas barang yang masuk dan keluar daerah pabean dan pemungutan bea masuk dan cukai serta pungutan lainnya berdasarkan peraturan yang berlaku. 

DJBC menjalankan amanah Undang – undang No.39 Tahun 2007 tentang perubahan Undang-undang No.11 Tahun 1995 tentang Cukai. DJBC melakukan pengawasan fisik dan administratif terhadap barang kena cukai tertentu yang mempunyai karakteristik yang berdampak negatif bagi kesehatan dan ketertiban umum.

Di tengah masa pandemi virus corona (Covid-19), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya Cq Kantor Bea dan Cukai Wilayah (Kanwil) Jakarta melalui KPPBC Tipe Madya Pabean A Marunda – Jakarta Utara, tetap melakukan pengawasan dan pemberantasan barang kena cukai (BKC) yang beredar secara ilegal.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Wilayah Jakarta, Decy Arifinsjah saat konferensi pers pemusnahan barang milik negara mengatakan meski di tengah pandemi Covid-19 pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan penindakan terhadap barang-barang ilegal yang masuk dan keluar pabean.

“Komitmen kami tetap melaksanakan penindakan dengan memusnahkan barang milik negara yang hari ini merupakan penindakan dari kantor Bea Cukai Marunda,” ujar Decy Arifinsjah, di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Marunda – Jakarta Utara, hari ini Selasa (3/11/2020).

Sementara itu, Kepala Kantor Bea dan Cukai Marunda, Sehat Yulianto menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa penindakan terhadap 210.508 barang rokok, 1.038 botol MMEA (Minuman Mengandung Etil Alkohol) ilegal, 47 barang cerutu, dan 2.590 gram tembakau iris ilegal.

Menurut Sehat Yulianto, diperkiraan nilai barang sebesar Rp.411,3,- juta dengan potensi kerugian negara Rp.128,3′-juta. Selama masa pandemi Covid-19 ini kami juga melakukan 62 penindakan terdiri dari 37 di bidang cukai, 20 di bidang pabean, dan 5 di bidang narkotika psikotropika dan prekursor (NPP).

“Dalam melaksanakan tugasnya, KPPBC Tipe Mafdya Pabean A Marunda bekerjasama dengan POM TNI, Polres dan Kejaksaan Negeri di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat serta Kepulauan Seribu,” katanya.

Sehat Yulianto juga mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi jika anda informasi dari berbagai pihak dan dari rekan – rekan wartawan apabila ada yang mengetahui adanya barang – barang ilegal beredar di masyarakat khususnya di wilayah Kanwil Bea dan Cukai Jakarta.

Ia menyebutkan Tahun 2020 pihaknya telah melakukan penindakan satu kontainer 20 feet barang ekspor yang melanggar ketentuan pidana di bidang ekspor, penegahan terhadap 342 koli barang dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

Sehat Yulianto menambahkan sejak Januari – Oktober 2020 pihak KPPBC Tipe Madya Pabean A Marunda telah melakukan penindakan di bidang pabean dan cukai dengan total perkiraan nilai barang sebesar Rp 1,84,- miliar dan menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp.1,77,- miliar. 

“KPPBC Tipe Madya Pabean A Marunda telah melakukan penindakan di bidang Cukai dan menghasilkan penerimaan negara sebesar Rp. 226,8,- juta dengan pengenaan sanksi administrasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkas Sehat Yulianto. (Ody-01).

Kategori:LOGISTIK, MARITIM, PELABUHAN, POLRI

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s