KORPORASI

Terapkan Green Port, IPC Sediakan Fasilitas Shore To Ship Di Pelabuhan Tanjung Priok

Mimbar Maritim – Jakarta

IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) menyiapkan layanan shore to ship (STS) di Pelabuhan Tanjung Priok untuk mewujudkan pelabuhan yang ramah lingkungan (green port). Dengan adanya fasilitas STS, kapal yang bersandar di pelabuhan bisa mengganti penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan memanfaatkan energi listrik yang disediakan di dermaga. 

“Kami mengajak para pemilik kapal (shipping owner) terlibat mewujudkan pelabuhan ramah lingkungan, dengan memanfaatkan tenaga listrik dari darat untuk kebutuhan listrik kapal saat bersandar. Konversi dari BBM ke energi listrik selama kapal berlabuh akan mengurangi emisi gas buang dari mesin kapal,” kata Wakil Direktur Utama IPC, Hambra melalui keterangan pers di Jakarta, Kamis (15/10/2020). 

Menurut dia, secara bertahap IPC mengkonversi berbagai peralatan yang semula menggunakan BBM menjadi mesin bertenaga listrik, seperti Container Crane (CC) dan Gantry Luffing Crane (GLC). Upaya ini akan menghemat biaya operasional terkait penggunaan BBM dan menekan biaya pemeliharaan mesin. 

Hambra menjelaskan, pada tahap awal IPC bersama anak perusahaannya, PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) mengembangkan fasilitas shore to ship di Dermaga Petikemas Domestik, Pelabuhan Tanjung Priok. Secara bertahap, fasilitas STS akan dipasang di seluruh pelabuhan yang dikelola IPC.  

Hambra menyebutkan fasilitas tersebut didesain untuk menggantikan sumber energi kapal yang sebelumnya menggunakan BBM menjadi sumber energi listrik. Kelebihan fasilitas yang disiapkan saat ini adalah multi frekuensi (50Hz dan 60Hz) dan multi tegangan (380V, 400V, 440V, 45V0, 460V).

“Fasilitas ini juga dapat menjamin keamanan jaringan dan peralatan listrik di dalam kapal dengan menggunakan trafo isolasi,”katanya. 

Hambra menambahkan fasilitas shore to ship dilengkapi dengan mobile converter yang dapat mengikuti lokasi sandar kapal. Desain ini dipilih karena menyesuaikan dengan kebutuhan kelistrikan di dalam kapal yang memiliki keragaman frekuensi listrik. 

“Standar frekuensi listrik di Indonesia adalah 50 Hz dan tegangan yang disalurkan secara umum 220V/380V.  Untuk mendukung pemakaiannya, IPC menyiapkan 2 unit konverter frekuensi, sehingga dapat melayani 2 kapal sandar secara bersamaan,”tutup Hambra.(Ody-01).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s