KORPORASI

Apakah PT Samudera Indonesia Pemenang Tender Pelabuhan Patimban – Jawa Barat

Pelabuhan Palaran Samarinda Kalimantan Timur Anak Perusahaan PT Samudera Indonesia

Mimbar Maritim – Jakarta
Sedikit demi sedikit akhirnya terkuak juga teka teki perusahaan swasta nasional yaitu PT. Samudera Indonesia (SI) yang digadang gadang akan memenangkan tender pengelolaan Pelabuhan Patimban.

Melihat dari debutnya, perusahaan SI yang didirikan tahun 1986 pada tahun 2010 menjadi pemenang tender pengelolaan Pelabuhan Samudera dan Petikemas Palaran di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Pelabuhan ini menggantikan Pelabuhan Yos Sudarso Samarinda yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi.

Terealisasinya pembangunan pelabuhan Palaran Samarinda merupakan hasil sinergi tiga pihak, yakni Pemerintah Kota Samarinda, PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero) dan PT. Samudera Indonesia, Tbk. Sinergi ini adalah hal yang unik dan baru pertama kali terjadi di Indonesia.Dimana perusahaan swasta diberikan kesempatan untuk berinvestasi di bidang kepelabuhanan dalam pola kerjasama PPP (Public Private Partnership). 

PT Samudera Indonesia Tbk melalui anak usahannya PT Pelabuhan Samudera Palaran mendapatkan konsesi bangun guna serah ( Built Operate and Transfer/BOT) selama 50 tahun. Sehingga terbilang SI sangat berpengalaman untuk tender – tender pelabuhan yang dilaksanakan oleh Pemerintah (Departemen Perhubungan).

Untuk menghadapi tender Pelabuhan Patimban, SI sudah sangat diuntungkan, karena pemerintah sudah menutup peluang bagi BUMN Pelabuhan untuk mengelola Pelabuhan Patimban. Ini memberikan peluang yang besar bagi pihak swasta termasuk SI untuk mengelola pelabuhan kedua terbesar di Indonesia.

Terkait dengan tender pengelolaan Pelabuhan Patimban

Direktur Utama Samudara Indonesia Bani M Mulia menjelaskan, pihaknya pun sudah mengikuti proses persiapan lelang yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemhub) pada tiga bulan lalu. Dilansir dalam (Beritasatu.com 30/6/2020).

Dia mengatakan, dari ukuran investasi Pelabuhan Patimban yang besar, maka Samudera Indonesia pun siap bekerja sama dengan perusahaan lain yang berminat menjadi operator pelabuhan tersebut.

Bani menambahkan, sudah ada skema yang disepakati Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang agar operator Pelabuhan Patimban itu merupakan kombinasi perusahaan Indonesia dan Jepang. Karenanya, Samudera Indonesia tak hanya siap bermitra dengan perusahaan nasional saja, tetapi juga perusahaan asal Negeri Sakura.

“Jadi minat kami ini tentu dengan kesadaran bahwa kita akan siap bermitra dengan perusahaan dari Jepang maupun juga mitra-mitra yang ada dari dalam negeri sesama perusahaan indonesia. Sementara ini progresnya sedang kami persiapkan,” imbuh Bani.

Lebih lanjut Bani M. Mulia buka – bukaan mengenai rencana perusahaan mengincar peluang untuk jadi operator Pelabuhan Patimban, sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia. Ia mengaku ada rencana membentuk konsorsium bersama perusahaan asal Jepang.

“Sejauh ini kami masih mendaftarkan minat sendiri sebagai Samudera Indonesia sendiri, belum terikat dalam konsorsium manapun. Namun rencananya akan bergabung dengan beberapa mitra dalam sebuah konsorsium. Ada perusahaan swasta nasional, dan ada juga perusahaan Jepang,” ujarnya. Dilansir (CNBC Indonesia 24/9/20).

Pihaknya masih menunggu kejelasan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai tahapan lelang operator Patimban sambil bernegosiasi dengan sejumlah perusahaan lain terkait konsorsium. “Kami akan umumkan setelah ada kejelasan proses lelang dari Kemenhub,” imbuh Bani M.Mulia.

“Posisi kami saat ini sedang dalam tahap negosiasi dan berkoordinasi dengan calon-calon mitra yang rencananya akan membentuk konsorsium sebagai peserta lelang,” urainya.

Minat Samudera Indonesia mengincar operasional Patimban bukan tanpa alasan. Pelabuhan Patimban adalah salah satu proyek yang akan membawa dampak positif kepada perekonomian Indonesia khususnya Samudera Indonesia. 

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, menjelaskan bahwa saat ini proses lelang sudah masuk pada tahap pra-qualifikasi (PQ). Tahap ini sudah hari terakhir sebelum dilanjutkan pada tahapan berikutnya. “Sesuai dari jadwal hari Selasa tanggal 20 Oktober 2020 akan diumumkan yang lolos PQ,” kata Adita. Dilansir Mimbar Maritim, Senin (19/10/20).

Lanjutnya, jumlah perusahaan yang sudah mendaftar ikut seleksi pada tahapan PQ, jumlahnya sebanyak 5 perusahaan semuanya perusahaan swasta nasional, namun Adita tak menyebutkan nama perusahaan yang dimaksud.

Siapapun yang akan memenangkan tender pengelolaan Pelabuhan Patimban, masyarakat kepelabuhanan berharap proses lelang ini akan mendapatkan operator terbaik yang dapat mengelola pelabuhan terbesar kedua di Indonesia. (Editor – Ody)

Penulis : Harijanto Direktur Eksekutif Masyarakat Peduli Maritim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s