MARITIM

Data Hidrografi Dasar Merancang Desain Dan Profosal TSS Selat Sunda Dan Selat Lombok

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan

Mimbar Maritim – Jakarta

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, hidrografi memiliki peran yang sangat penting dan signifikan dalam kegiatan maritim. Data hidrografi sebagai dasar untuk merancang desain dan proposal Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok pada proposal Indonesia di sidang International Maritime Organization (IMO).

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Panjaitan, MPA dalam keynote speech pada Webinar Nasional  dengan topik “Peran Hidrografi dalam Penetapan Traffic Separation Scheme (TSS) dari Perspektif Ekonomi dan Pertahanan Maritim” di Jakarta, Rabu (2/2/2020).

Webinar Nasional ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang digelar Pushidrosal. Dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia tahun 2020. 

Menkomarinves mengatakan bahwa Penetapan TSS Selat Sunda dan Selat Lombok oleh International Maritime Organization (IMO) merupakan wujud nyata keberhasilan diplomasi maritim Indonesia. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengendalikan wilayah perairan sendiri.

“Keberhasilan tersebut bukanlah peran dari satu institusi atau lembaga saja, tetapi merupakan peran kolektif stake holder maritim nasional dalam memperjuangkan kepentingan nasional di level internasional,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam sambutannya manyampaikan penghargaan atas kepercayaan Kemenkomarinves dan Ditjen Hubla yang mendukung penggunaan Peta Laut Indonesia produksi Pushidrosal sebagai peta navigasi laut resmi yang digunakan para pelaut selama berlayar di perairan Indonesia.

“Hal ini, menjadi kepercayaan kepada Pushidrosal dalam penyiapan data-data hidrografi dan desain yang diusulkan dalam penentuan TSS Selat Sunda dan Selat Lombok,”katanya.

Webinar Nasional ini menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Dr. Arif Havas Oegroseno (Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman) yang memaparkan topik “Peran Hidrografi Dalam Pengelolaan Laut Indonesia”.

Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio (Penasehat Ahli Kemenkomarves Bidang Hankam Maritim) dengan paparan “Konsekuensi dan Kewajiban Penetapan Traffic Separation Scheme (TSS) di ALKI I (Selat Sunda) dan ALKI II (Selat Lombok).”

Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc. (Direktur Lalu-lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla) dengan paparan “Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok”, 

Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., dengan paparan “Peran Pushidrosal Dalam Proses Penetapan Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok”.(Ody-01).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s