LOGISTIK

PT Bukit Asam Rencana Bangun Pelabuhan Baru Strategis Di Daerah Sumatera

PT Bukit Asam

Mimbar Maritim – JakartaUntuk meningkatkan ketahanan energi nasional, PT. Bukit Asam (PT BA) akan membangun beberapa pelabuhan di daerah Sumatera. 

Seperti diketahui bahwa PT BA merupakan tulang punggung ketahanan energi nasional. Karena 65 persen batu bara yang dihasilkan dikirimkan ke PLTU milik PLN di seluruh Indonesia.

Untuk menjaga pasokan batubara tetap tersedia dan dalam rangka ketahanan energi nasional tersebut, pembangunan pelabuhan baru batubara merupakan hal yang strategis.

PT BA berencana akan membangun pelabuhan di Perajen, Kabupaten Banyu Asin, Sumatera Selatan dengan nilai investasi US$ 300 juta atau sekitar Rp.4,2 triliun. Nantinya pelabuhan ini akan digunakan untuk mengangkut batu bara dari Tanjung Enim ke arah Utara.

Kereta Batubara

Pelabuhan tersebut bakal dibangun di lokasi yang strategis yakni di hilir Sungai Musi dan tidak akan mengganggu lalu lintas transportasi yang ada di sungai tersebut.

Karena letaknya di ujung Sungai Musi sehingga tidak memerlukan transit dan tidak menganggu transportasi Sungai Musi di jembatan Ampera 1, 2 dan 3. Pelabuhan tersebut akan dirancang untuk dapat menampung batu bara kapasitas 10 juta ton per tahun, dengan luas lahan 29 kilometer (km) dan dalam tahap pembebasan lahan. 

PT BA menargetkan, pelabuhan itu bisa beroperasi pada 2024 dengan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam rangka mengembangkan proyek angkutan batu bara  jalur kereta api dengan kapasitas 60 juta ton per tahun.

Kedua perusahaan juga mengembangkan Dermaga Kertapati yang direncanakan beroperasi pada tahun ini, dengan kapasitas lima juta ton per tahun. Selain itu, keduanya mengembangkan jalur angkutan kereta api Tarahan I dan II dari Tanjung Enim ke arah Selatan.

Rencananya, kapasitas jalur yang sudah ada atau existing Tarahan I bakal ditingkatkan menjadi 25 juta per tahun pada 2020. Sedangkan Tarahan II bakal berkapasitas 20 juta ton per tahun pada 2024.

Sungai Musi Pelembang

Setelah Sumatera Selatan, PT BA juga berencana membangun pelabuhan batu bara baru dengan kapasitas 20 juta ton per tahun yang berlokasi tidak jauh dari kantor perusahaan itu di Provinsi Lampung. 

Dengan adanya pelabuhan baru berkapasitas 20 juta per tahun akan ada peningkatan produksi dan konsumsi, karena dari pelabuhan yang ada saat ini sudah menghasilkan 20 juta ton per tahun yang digunakan untuk energi nasional.

Direktur Energi Primer PLN, Rudy Hendra Prastowo menyampaikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berasal dari batubara masih menjadi penyokong terbesar penggunaan listrik dalam negeri. Dalam hal ini, PLN menargetkan serapan batubara domestik tahun 2020 ke pembangkit listrik miliknya mencapai 109 juta ton.

PLN memproyeksikan konsumsi penggunaan batu bara untuk kebutuhan listrik di Indonesia pada tahun 2020 akan meningkat menjadi 109 juta ton dari konsumsi tahun ini sebesar 97 juta ton.

Manajer Perencanaan Sistem PLN Arief Sugiyanto mengatakan, konsumsi batu bara tahun depan bakal naik karena sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara di Jawa mulai beroperasi di akhir tahun ini.

Beberapa pembangkit listrik tersebut diantaranya PLTU Jawa 7 di Bojonegara dan PLTU Jawa 8 di Banten dengan kapasitas masing-masing 1.000 megawatt (MW) yang mulai beroperasi pada tahun ini. Tahun depan di atas 100 juta ton karena pembangkit sudah banyak masuk. Jawa 7 satu unit tahun ini tahun depan satu unit lagi operasi.(Editor – Ody).

Penulis : Herijanto Direktur Eksekutif Himpunan  Masyarakat Peduli Maritim

Kategori:LOGISTIK, MARITIM, PELABUHAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s