KORPORASI

DP World Asia Dan Maspion Group Komitmen Membangun Terminal Peti Kemas Di Jawa Timur

Mimbar Maritim – Jakarta

Dubai Port World (DP World) adalah perusahaan yang bermarkas di Nasdaq Dubai, saat ini mengoperasikan 78 terminal dan pelabuhan di 40 negara. 

DP World pernah menjadi pemegang saham Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS). Saat berakhir konsesi tahun 2019 lalu, DP World tidak memperpanjang konsesi tersebut. Selanjutnya, DP World menjalin MoU dengan Maspion Group untuk membangun Terminal Peti Kemas di Manyar Gresik.

DP World, tidak memperbarui kontraknya dengan Indonesia setelah 20 tahun berinvestasi. Dikatakan, keputusan ini diambil setelah tak kunjung menemukan kata sepakat dalam negosiasi dengan pemerintah Indonesia.

DP World, kepanjangan tangan pemerintah Dubai ini memegang 49% saham di PT Terminal Petikemas Surabaya. Sedangkan 51% lainnya dimiliki oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Chairman dan CEO DP World Group Sultan Ahmed Bin Sulayem menilai, selama dua dekade ini di Surabaya Jawa Timur telah diuntungkan oleh DP World yang berkontribusi mulai dari program pengembangan, tata kelola lingkungan baik, hingga pembukaan lapangan kerja.

Hengkangnya DP World dan pencabutan investasi dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) tidak berimbas signifikan terhadap grup DP World. Karena porsi kepemilikan di PT.TPS hanya 2,1 juta TEUs (twenty-foot containers) dari total 85 juta TEUs yang dikelola Grup. 

Dengan tetap berkomitmen berinvestasi di Asia dan seluruh kawasan yang tertarik dengan penanaman modal asing seperti Indonesia. Maka Dubai Port (DP) World Asia bersama Maspion Group menyatakan komitmennya, untuk bersama-sama membangun terminal peti kemas di Jawa Timur.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Pelabuhan Indonesia Maspion dan DP World Asia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019).

Dilanjutkan pada tanggal 12 Januari 2020 di Istana Qasr Al Watn Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, diadakan upacara penandatanganan kerjasama antara PT Pelabuhan Indonesia Maspion dan DP World Asia di hadapan HH Sheikh Mohammed bin Zayed al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo disela kunjungan kenegaraan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Perjanjian tersebut bertujuan untuk mengembangkan Terminal peti kemas modern dengan nama DP Maspion International Container Terminal yang terintegrasi dengan Kawasan Logistik Industri – Gresik Gateway Industrial Park, di Gresik, Jawa Timur, dan diharapkan dapat mengambil peran penting sebagai gerbang perdagangan di Indonesia Timur. Kedua proyek ini, akan dibangun dengan nilai investasi sekitar USD 1,2 miliar dan kapasitas 3 juta TEUs per tahun.

Kawasan industri dan logistik yang terintegrasi tersebut akan dibangun berdekatan dengan terminal peti kemas dan menyediakan jasa perdagangan kelas dunia baik untuk bisnis domestik maupun internasional. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Proyek ini diperkirakan akan ground-breaking pada tahun ini juga dan beroperasi secara komersial pada kuartal pertama tahun 2022. Visinya adalah untuk mendukung infrastruktur Jawa Timur sebagai bagian dari program Presiden RI Joko Widodo untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Sultan Ahmed Bin Sulayem, Chairman dan CEO DP World Group dan Chairman Ports, Customs & Free Zone Corporation, dan Dr. Alim Markus, Chairman dan CEO Maspion Group mengatakan model dan visi bisnis kami selaras dengan komitmen Presiden Jokowi untuk melanjutkan fokusnya pada pembangunan infrastruktur dan memastikan semuanya agar terkoneksi satu sama lain.

“Kami percaya ini akan semakin memperkuat hubungan baik antara UEA dan pemerintah Indonesia dan membawa DP World dan Maspion Group ke tingkat yang lebih tinggi. Dalam berpartisipasi bagi kemajuan Indonesia sebagai salah satu pemain ekonomi dunia yang penting,”jelasnya.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi memperkirakan konstruksi tahap pertama proyek kerja sama antara PT Pelabuhan Indonesia Maspion dan DP World Asia untuk terminal kontainer di Manyar, Gresik, Jawa Timur, bisa dimulai pada 2021.

Nantinya, ujarnya pengembangan tersebut akan diarahkan ke multipurpose yakni kontainer dan curah cair.
DP World adalah operator pelabuhan global yang didirikan pada 2005 adalah hasil merger dua perusahaan Uni Emirat Arab yaitu Dubai Ports Authority dan Dubai Ports International. Adapun, komposisi kepemilikan mayoritas dipegang oleh Maspion yakni 51% dan DP World Asia 49%.(Editor-Ody).

Penulis : Herijanto Direktur Eksekutif Himpunan Masyarakat Peduli Maritim

Kategori:KORPORASI, LOGISTIK, MARITIM, PELABUHAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s