KORPORASI

MASA PERPANJANGAN PSBB AKAN BERDAMPAK TERHADAP KONDISI INDUSTRI LOGISTIK

Ketua Umum ALFI/ILFA Yukki N. Hanafi
Mimbar Maritim – Jakarta

Memasuki masa perpanjangan berlakunya PSBB di wilayah aglomerasi Jabodetabek dan segera akan diikuti oleh wilayah – wilayah lainnya. Hal ini akan berdampak semakin panjang periode terhentinya kegiatan sebagian besar  industri usaha. Diantaranya termasuk kegiatan manufaktur di sektor otomotif , elektronik , dan komoditas ekspor komponen .

Pemerintah terus melakukan upaya agar kegiatan usaha industri esensial tetap dapat berjalan dengan kewajiban penerapan protokol covid-19 tentunya. Dengan tujuan akhir  mampu menahan keterpurukan ekonomi yang lebih berat sejalan dengan rentang waktu penyelesaian penanggulangan wabah ini.

“Seperti telah kita ketahui bahwa banyak kebijakan yang telah diterbitkan pemerintah pusat. Dalam rangka mencegah penularan covid-19 secara lebih luas diselaraskan dengan upaya ketahanan ekonomi melalui keberlangsungan pelaku usaha dan industry esensial di masa pembatasan yang diterapkan,”kata Ketua Umum ALFI/ILFA Yukki N.Hanafi kepada Mimbar Maritim di Jakarta, hari ini Kamis (7/5/2020). 

Ia mengatakan salah satu peraturan diantaranya yang terbaru adalah Permenhub no.25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik idul Fitri Tahun 1441H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid -19. 

Yukki mengungkapkan bahwa dalam peraturan tersebut yang pada intinya memberikan akses prioritas bagi angkutan barang dan logistic agar tetap menjalankan kegiatannya di masa wabah Covid-19. Sebagai rangkaian garda terdepan pendistribusian kebutuhan bahan pokok , alat medis , obat obatan, hingga keberlangsungan pasokan bahan baku manufaktur serta kelancaran pengiriman barang ekspornya. 

“Ini merupakan hal yang tidak terjadi pada masa mudik hari raya idul fitri ditahun – tahun sebelumnnya yaitu selalu terjadi pembatasan angkutan barang dan akses prioritas bagi angkutan penumpang,”ujar Yukki. 

Lebih lanjut Yukki menjelaskan sementara pada sektor angkutan udara menjadi industry yang paling terdampak berat diperiode pandemik Covid-19. Setelah berkurangnya atau terhentinya penerbangan internasional akibat pemberlakuan lockdown di beberapa negara. Maka sejak diberlakukannya permenhub No.25/2020 semakin membuat terpuruknya industry penerbangan nasional akibat terjadinya pembatasan pengangkutannya dalam rangka mencegah mobilitas penumpang yang mudik.

Pada situasi yang demikian, katanya terjadi perubahan pola pengangkutan penumpang untuk menjadi angkutan barang agar tidak terhenti sama sekali armada pesawatnya. Sehingga terjadi perubahan pola dan waktu pendistribusian barang yang menggunakan pesawat. 

Dia juga menyebutkan jika sebelumnya distribusi barang yang menggunakan pesawat penumpang dapat dikirim sesuai dengan jadwal penerbangan yang sudah pasti. Maka pada masa setelah diberlakukan permenhub no.25/2020 telah terjadi ketidak pastian jadwal pengiriman barang melalui angkutan udara.

“Selain itu juga terjadi perubahan biaya menjadi lebih mahal, untuk pengiriman melalui angkutan udara ini. Menurut pengamatan kami belum terjadi perang harga maskapai sehingga menjadi biaya antaran barang yang menjadi lebih murah saat ini. Jika yang terjadi diangkutan darat sangat mungkin saat ini ada perang tarif atau insentif tapi belum untuk angkutan laut apalagi udara,”tuturnya.

Dikatakannya, namun demikian belum terjadi suatu perbaikan yang sangat besar bagi kegiatan pelaku logistic dan angkutan barang dikarenakan masih terhentinya sebagian besar kegiatan industry barang produsen dan perdagangan besar. 

Menurut dia, hambatan ini banyak dialami bagi pelaku logistic yang menjalankan kegiatan B to B , sedangkan bagi kegiatan yang cenderung retail atau B to C/C to C terutama kegiatan berbasis online/daring, kurir  dan same day delivery, justeru di rasakan kenaikan volume hingga 20% -30% akibat pergeseran pola belanja masyarakat selama penerapan PSBB atauwork from home (WFH). 

Oleh karenanya lanjut Yukki pemerintah telah memberikan stimulus dan relaksasi kepada pelaku jasa pengurusan transportasi dan bidang logistik lainnya terkait bidang perpajakan melalui peraturan menteri keuangan No.44/PMK.03/2020 tertanggal 27 April 2020 tentang Insentif Pajak untuk wajib pajak terdampak pandemi Covid-19. 

“Relaksasi dan stimulus yang diberikan pemerintah hingga saat ini diharapkan dapat  membantu bagi pelaku logistic terdampak, untuk bisa hidup bertahan selama masa pembatasan social akibat pandemic covid -19 ini,”tutupnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum DPP ALFI/ILFA Bidang Supply Chain, Multimoda and e-Commerce Trismawan Sanjayamengatakan DPP ALFI/ILFA sangat peduli untuk membantu keberlangsungan usaha para anggotanya sehingga telah aktif berperan selama diskusi dan pembahasan Permenkes No.9 / 2020 tentang pedoman PSBB. Kemudian sangat intens dalam mengajukan usulan stimulus dan relaksasi perpajakan, perbankan dan lainnya bagi pelaku logistic terdampak wabah covid-19. 

“Sementara dalam kepentingan mendukung nilai – nilai kemanusiaan bahwa ALFI / ILFA berperan aktif pula membantu BNPB dalam pengendalian logistic selama penanganan wabah covid-19 di Indonesia,”katanya. 

Trismawan Sanjaya berpesan untuk kegiatan bisnis di masa wabah Covid-19 diharapkan kepada anggota ALFI / ILFA seluruh Indonesia dapat tetap berkegiatan dengan selalu disiplin menerapkan protokol pencegahan penyebaran covid -19 semakin luas.

“Kami juga menyarankan untuk aktif mencari peluang peluang bisnis Logistik yang masih lebih baik prospeknya di masa pandemik Covid-19 ini. Supaya tidak terjebak dengan kondisi yang bisa membuat semakin terdampak akibat perubahan pola transaksi selama masa pandemik ini,”pungkasnya.(Ody-01).

Kategori:KORPORASI, LOGISTIK, MARITIM, PELABUHAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s