KORPORASI

IPC TELUK BAYUR LAKUKAN BEBERAPA UPAYA ANTISIPASI DAN PENCEGAHAN COVID-19

Mimbar Maritim – Teluk Bayur

IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur Teluk Bayur terus melakukan langkah antisipasi terhadap penyebaran wabah COVID-19 di lingkungan Pelabuhan Cabang Teluk Bayur. Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan manajemen IPC Teluk Bayur dalam mencegah dan mengantisipasi persebaran virus yang telah merebak dan menjangkiti masyarakat global tak terkecuali Indonesia.

Mengingat pelabuhan Teluk Bayur merupakan salah satu pintu gerbang masuknya barang maupun manusia dari dan ke seluruh belahan dunia ke Provinsi Sumatera Barat selain melalui bandar udara (air port).

Langkah antisipasi yang telah diterapkan IPC Teluk Bayur tersebut berlaku bagi seluruh aspek kegiatan dan pelayanan, baik pada pelayanan operasional seperti pelayanan kapal dan pelayanan barang termasuk melakukan upaya antisipasi pencegahan bagi seluruh pekerja di lingkungan kantor (back office). 

Untuk mendukung hal ini, IPC Teluk Bayur terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur selaku port regulator dan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Teluk Bayur selaku badan yang berwenang dalam mencegah masuknya potensi wabah atau penyakit di areal pelabuhan.

Upaya untuk menangkal masuknya virus corona ke pelabuhan Teluk Bayur, IPC Teluk Bayur telah bekerja sama dengan pihak KSOP dan KKP Teluk Bayur. Dengan melakukan pemeriksaan ketat terhadap kapal-kapal berbendera asing khususnya untuk kapal-kapal yang berasal dari negara yang telah ditetapkan oleh WHO sebagai negara terjangkit virus.
Sebelum kapal tersebut dapat dilayani untuk bersandar di dermaga Pelabuhan Teluk Bayur.

Dalam hal ini pihak KSOP selaku regulator telah meyiapkan dan menetapkan titik zona labuh sejauh 5 Nautica Mile (Mil laut) dari Pelabuhan Teluk Bayur. Pemeriksaan dan pengecekan kesehatan seluruh crew dan ABK kapal dilaksanakan oleh tim KSOP dan KKP untuk memastikan keamanan sebelum kapal bersandar.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan dan kapal tersebut dinyatakan aman, selanjutnya pihak IPC Teluk Bayur akan membantu proses pemanduan dan penyandaran kapal di pelabuhan.

“Bila hasil pemeriksaan kesehatan oleh tim KSOP dan KKP menyatakan bahwa kapal asing tersebut aman untuk disandarkan, maka tim pemanduan dan penundaan kapal IPC Teluk Bayur akan segera membantu proses penyandarannya. Namun apabila kapal tersebut dinyatakan tidak aman, maka kapal tersebut akan dikarantina terlebih dahulu di zona labuh selama 14 hari sejak tanggal pemeriksaan sebagaimana periode masa inkubasi virus tersebut,” demikian dijelaskan General Manager IPC Teluk Bayur, Wardoyo dalam keterangan persnya diterima Mimbar Maritim Kamis (19/3/2020).

Wardoyo, menyebutkan upaya pencegahan juga dilakukan di kawasan kantor IPC Teluk Bayur. Dimana saat ini telah disiapkan alat Thermo Scanner untuk melakukan pengecekan suhu tubuh seluruh karyawan dan juga tamu-tamu perusahaan. Sebagaimana menindaklanjuti arahan Kementerian BUMN dan Direksi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), untuk mencegah persebaran virus tersebut di areal Pelabuhan Teluk Bayur.

Lebih lanjut, Wardoyo mengungkapkan untuk hasil pemeriksaan suhu tubuh karyawan perusahaan, ditetapkan bahwa apabila suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius. Maka akan langsung dibawa ke klinik kesehatan milik perusahaan maupun Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut. 

” Sedangkan bagi tamu perusahaan yang setelah diperiksa memiliki suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius maka petugas akan menghimbau untuk menunda kunjungannya dan menyarankan agar segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke klinik kesehatan maupun Rumah Sakit terdekat,” ucap Wardoyo.

Selain itu, kata Wardoyo pihaknya juga melakukan langkah-langkah pencegahan lainnya dengan mengadakan kegiatan sosialisasi pencegahan penyebaran virus Corona yang diikuti oleh seluruh pekerja perusahaan bekerja sama dengan pihak KKP Teluk Bayur yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2020 lalu.

Sementara itu, Dr Darwin MM dalam paparannya mewakili KKP menyampaikan secara detail terkait upaya pencegahan hingga upaya-upaya yang yang perlu dilakukan secara mandiri untuk mencegah penularan virus corona.

Dikatakannya, agar menghindari kontak langsung terhadap orang yang dicurigai memiliki infeksi akut pernafasan, selalu mencuci tangan dengan sabun setiap kali bertemu dengan orang sakit maupun setelah berkunjung ke daerah yang kurang bersih, dan selalu gunakan masker saat bepergian di ruang terbuka.

Selain itu, manajemen IPC Teluk Bayur menyediakan hand sanitizer yang ditempatkan hampir di seluruh sudut ruangan kantor, membagikan masker kepada seluruh pekerja baik yang di kantor maupun kepada pekerja yang berpotensi/bersentuhan langsung dengan banyak orang.

Seperti petugas pandu kapal dan tenaga pengamanan (security), memperketat pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) saat berkegiatan bagi seluruh karyawan operasional dan buruh pelabuhan.Memasang spanduk dan banner peringatan terkait bahaya dan pencegahan virus corona yang dipasang di lokasi-lokasi strategis hingga membuat prosedur standar operasional (SOP) internal yang dijadikan sebagai pedoman. Dalam melakukan penanganan dan pencegahan COVID-19 bagi pekerja dan visitor IPC Teluk Bayur. 

Kegiatan operasional berjalan normal

Merebaknya wabah virus Corona disejumlah negara maupun daerah lain di Indonesia hingga saat ini belum berpengaruh secara signifikan terhadap kegiatan operasional di Pelabuhan Teluk Bayur. Kegiatan operasional pelabuhan masih tetap berjalan normal seperti biasa selama 24 jam dalam 7 hari dalam melayani seluruh pengguna jasa, baik pada pelayanan jasa kapal maupun pelayanan terminal petikemas dan terminal non petikemas (break bulk terminal).

Wardoyo juga menjelaskan dengan merebaknya wabah virus Corona pelayanan operasional di Pelabuhan Teluk Bayur tetap berjalan seperti biasanya, tetap memberikan pelayanan seoptimal mungkin kepada seluruh pengguna jasa kami selama 24 jam dalam 7 hari. 

Sedangkan untuk jumlah arus kunjungan kapal di dua bulan pertama tahun 2020 kata Wardoyo terealisasi sebanyak 299 unit, meningkat sebesar 18% dari realisasi jumlah kunjungan kapal di periode yang sama di tahun 2019 lalu sebanyak 252 unit. 

“Namun bila dibandingkan dengan target bulan Januari dan Februari 2020, realisasi capaian kunjungan kapal bulan Januari dan Februari 2020 masih 4% di bawah anggaran,” ujar Wardoyo.

Ditambahkannya, hal ini semata-mata lebih disebabkan karena sedang menurunnya kunjungan kapal luar negeri khususnya dari USA untuk mengangkut komoditi karet ekspor.  Disebabkan menurunnya permintaan karet mentah dari USA yang secara langsung juga berdampak pada kinerja pelayanan terminal petikemas.

“Arus petikemas hanya terealisasi sebesar 95,9% dari target yang ditetapkan. Sedangkan untuk arus barang dalam berbagai kemasan seperti curah cair, curah kering, general cargo dan bag cargo masih cenderung stabil. Pada periode bulan Januari dan Februari 2020 ini secara rata-rata terealisasi sebesar 617.812 ton,” pungkas Wardoyo.(Ody-01).

Kategori:KORPORASI, LOGISTIK, MARITIM, PELABUHAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s