
Mimbarmaritim.com (Makassar)
Kehadiran Terminal Satelit Makassar merupakan langkah manajemen PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk perusahaan berkode IPCC di bursa saham Indonesia, untuk dapat mengantisipasi perkembangan dan pertumbuhan arus kendaraan pelabuhan Makassar. Rencananya kedepan akan ada penambahan penggunaan lahan penumpukan di wilayah Pelindo Regional 4 Cabang Makassar (Pelabuhan Soekarno Hatta). Terkait penambahan penggunaan lahan penumpukan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan dengan PT Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT).
“Hal ini dilakukan, agar kedepannya dapat memperkuat peran IPCC Satelit Makassar sebagai hub logistik kendaraan khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI),” kata Branch Manager (BM) PT Subholding Pelindo Multi Terminal Makasar Sardi kepada awak media pada Acara Visit Media di Makassar, Selasa (9/9/2025).
Sardi mengungkapkan terkait pengosongan lahan penumpukan ini sesuai arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor KSOP Utama Makassar yang digunakan oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Satelit Makassar dan Branch PT Subholding Pelindo Multi Terminal Makasar. Sedangkan untuk kapal RoRo (Roll-on/Roll-off) dan kapal penumpang (ship passenger) harus tetap ada fasilitas tambahan dan dilaksanakan di pelabuhan Soekarno Hatta Makassar serta penggunaan lahan berapa luas dan berapa meter panjang dermaga yang digunakan tentu nantinya akan ada kesepakatan bersama.

“Branch SPMT Makassar tetap akan menangani bongkar muat curah (terminal curah) dan IPCC Satelit Makassar khusus menangani bongkar muat kendaraan dan penggunaan lahan tersebut statusnya akan menjadi dedicated terminal. Hal ini mulai dilaksakan tahun depan (2026) namun pada awal tahun 2026 lahan penumpukan ini sudah harus dikosongkan dan tinggal kita pindahkan pelan – pelan,” jelas Sardi.
Sardi, juga mengatakan untuk jangka pendek SPMT Branch Makassar tetap mensupport Terminal IPCC Satelit Makassar, karena ada beberapa lahan SPMT Branch Makassar yang bisa digunakan dengan kerja sama entitas antara SPMT dan IPCC untuk penggunaan lahan supaya tidak terlalu padat sehingga ada backup area. Untuk sekarang tumpukan dilahan golongan 5,6 dan 7 penumpukan ini yang sedang bertumbuh sedangkan golongan 2 dan 3 agak landai (menurun).
Menurut dia, bahwa secara trafik turun namun pendapatan naik, atas kenaikan ini tentu akan dibutuhkan lahan, karena misalkan ketika alat berat turun dilapangan penumpukan terus belum diambil sama pemilik otomatis penumpukan akan ditempatkan sementara di area dermaga tentu hal tidak boleh bahkan akan mengganggu aktivitas bongkar muat lainnya, sehingga harus digeser ke area lapangan penumpukan.
Sementara Terminal IPCC Satelit Makassar lapangan nya untuk golongan 3 untuk terminalnya atau golongan kendaraan – kendaraan pribadi, sedangkan untuk alat alat berat masih kurang persediaan lahan maka disinilah kehadiran Branch SPMT Makassar berperan untuk backup untuk area penumpukan. Selain itu, secara sistem bahwa pelayanan bongkar muat kendaraan saat ini di Terminal IPCC Satelit Makassar telah tersistem dengan menggunakan sebuah Sistem Operasi Digital melalui pelayanan aplikasi PTOS C khusus untuk Terminal Kendaraan.

Lebih lanjut Sardi, menjelaskan seharusnya kalau sudah dedicated terminal IPCC Satelit Makassar, perpindahan dari pelabuhan Soekarno Hatta ke Terminal Kendaraan seharus PBM (Perusahaan Bongkar Muat) harus nya sudah IPCC sendiri.Namun tinggal bagaimana dimasa transisi ini mungkin sudah ada komunikasi dengan teman teman PBM dan para Makar, untuk arah kedepannya seperti apa dan tentunya akan dilakukan sosialisasi. Hal yang perlu juga kedepannya untuk dipikirkan manajemen IPCC adalah apakah kedepan bongkar muat modelnya nanti kerjasama PBM atau IPCC menggunakan PBM sendiri.
“Kalau untuk SPMT sendiri yang dikerjasamakan itu adalah penanganan curah di multi purpose sesuai dengan aturan Undang Undang Pelayaran yang baru Nomor 66 Tahun 2024, dimana kerja sama dengan PBM itu adalah khusus Multi Purpose sedangkan untuk dedicated terminal itu dilaksanakan SPMT Makassar sendiri. Jadi terkait penggunaan lahan Terminal Petikemas Makassar yang digunakan Branch SPMT dan IPCC Satelit Makassar master plan sudah dibuat Pelindo Regional 4 Cabang Makassar, namun masih dalam pembahasan,” pungkas Sardi.
Pada kesempatan yang sama, ASM Komunikasi Perusahaan dan CSR PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Muhammad Ilhamsyah menyampaikan bahwa IPCC saat ini mempunyai lima terminal satelit di Indonesia, diantaranya Satelit Medan, Satelit Balikpapan, Satelit Pontianak, Satelit Banjarmasin, dan Satelit Makassar.
Ilhamsyah menjelaskan terminal Satelit Makassar memiliki lahan penumpukan seluas 1,1 hektar yang dapat menampung untuk kendaraan kecil sebanyak 700-800 unit sedangkan untuk sepeda motor sekitar 10 ribu unit, adapun waktu tunggu pendistribusian tidak lebih dari lima hari (masa satu).
Menurut dia, rencana ini juga sejalan dengan komitmen Pelindo Group untuk mendorong peningkatan infrastruktur pelabuhan dan memperluas layanan logistik secara nasional.

Ditambahkannya bahwa kehadiran Terminal IPCC Satelit Makassar bukan sekadar menambah daftar, melainkan mengukuhkan episentrum logistik otomotif di timur negeri sebuah pijakan penting dalam membangun konektivitas maritim Indonesia yang lebih tangguh
“IPCC Satelit Makassar menjadi bukti komitmen kami dalam memperkuat jaringan logistik nasional dan memberikan layanan terbaik untuk pelanggan di kawasan Indonesia Timur,” ujar Ilhamsyah.
Sementara Wakil Koordinator Lapangan IPCC Satelit Makassar Azhar menjelaskan optimisme itu bukan tanpa alasan. Trafik bongkar muat kendaraan kian menggeliat. Setiap bulan, IPCC Satelit Makassar melayani rata-rata 7.000 – 8.000 unit kendaraan, mulai dari Completely Built-Up (CBU), truk, hingga alat berat. Menurut dia, ata-rata penumpukan hanya 1 sampai 3 hari. Dengan pola ini, produktivitas bongkar muat kendaraan terus meningkat.
Azhar, mengungkapkan untuk memperkuat layanan, manajemen IPCC menyiapkan langkah ekspansi signifikan. Lahan seluas 6 hektare di area dermaga yang rencana akan dijadikan dedicated area untuk bongkar muat kendaraan. Saat ini, terminal Satelit Makassar tersebut baru mengoperasikan diatas lahan kurang lebih 1,1 hektare eksisting dengan kapasitas simultan 810 unit kendaraan.
“Tak hanya soal lahan, IPCC Satelit Makassar juga ditopang fasilitas modern: dermaga khusus kapal Ro-Ro, gedung parkir tiga lantai berluas 10.807,5 m², serta lapangan penumpukan seluas 6.950 m² (Lapangan 103) dan 4.050 m² (Lapangan 301). Total kapasitas simultan mencapai 810 kendaraan, menjadikan terminal ini sanggup menangani arus volume tinggi sekitar 7.000 unit per bulan,” jelas Azhar.(Red-MM).