Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Sukses Melaksanakan Latihan Boarding Officer KPLP (Sea and Coast Guard) di Perairan Bojonegara Banten

Mimbarmaritim.com (Bojonegara)

Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat KPLP, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok (KPLP) Sea and Coast Guard telah berhasil melaksanakan latihan boarding officer yang berlangsung selama beberapa hari di perairan Bojonegara, Banten.

Apel penutupan latihan boarding officer KPLP yang dilaksanakan pada hari Jumat, 9/8/2024 lalu secara resmi ditutup oleh Kepala Seksi Operasi KPLP Kelas I Tanjung Priok, Bapak Aswin, S.Sos, MM, mewakili Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Triono.

Aswin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta latihan para instruktur atas dedikasi dan semangat yang telah ditunjukkan. Aswin juga menekankan pentingnya kegiatan ini dalam meningkatkan profesionalisme para petugas boarding officer KPLP (Sea and Coast Guard) dalam menjalankan tugasnya.

“Latihan ini merupakan bukti nyata komitmen KPLP (Sea and Coast Guard) dalam menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia,” kata Aswin.

Aswin menjelaskan bahwa selama melaksanakan latihan, para peserta telah menerima materi teori dan praktik yang intensif dari instruktur yakni Riyadi, Togar dan Taris yang telah memiliki kompetensi dan sertifikasi dari U.S.Coast Guard. Materi yang disampaikan meliputi, Materi Etika petugas pemeriksa, Persiapan Pemeriksaan kapal (dalam hal ini penilaian/mitigasi risiko), Prosedur dan konsep taktis, Peserta juga dilatih teknik bagaimana mengelola tingkat stres subyek/kru kapal yang diperiksa, bagaimana menangani subyek/kru kapal yg tidak patuh diantaranya dengan teknik Escort (pengawalan tangan terbuka), Pressure Point (penekanan pd titik persendian), dan Handcuffing (pemborgolan cara normal).

Lebih lanjut, Aswin, menyebutkan para peserta latihan juga dilatih teknik bagaimana mengelola tingkat stres subyek/kru kapal yang diperiksa, bagaimana menangani subyek/kru kapal yang tidak patuh diantaranya dengan teknik Escort (pengawalan tangan terbuka), Pressure Point (penekanan pada titik persendian), dan Handcuffing (pemborgolan cara normal).

Selain itu, lanjut Aswin, para peserta latihan juga dibekali dengan teknik bagaimana cara bertahan ketika mendapat serangan dari subyek/kru kapal dgn teknik bertahan atas (pukulan) dan teknik bertahan bawah (tendangan) serta penggunaan kekuatan senjata menengah dengan baton atau tongkat pemukul.

Selanjutnya, para peserta latihan telah melakukan simulasi pemeriksaan kapal secara langsung di lapangan dengan berbagai skenario dan kasus yang sering dialami di lapangan saat pemeriksaan kapal.

” Kegiatan Boarding Officer KPLP yang dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan tersebut, diharapkan para petugas boarding officer KPLP (Sea and Coast Guard) dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini akan berdampak positif terhadap peningkatan keamanan dan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di seluruh wilayah perairan Indonesia,” tutur Aswin.

Aswin menambahkan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok (KPLP) Sea and Coast Guard berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM, khususnya di bidang pengawasan dan pemeriksaan kapal. Melalui berbagai pelatihan dan pengembangan, diharapkan KPLP (Sea and Coast Guard) dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara Maritim yang kuat,” pungkas Aswin. (Red-MM).

Tinggalkan komentar