
Mimbarmaritim.com (Banten)
Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat KPLP, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok melalui Puskodal PLP Kelas I Tanjung Priok menerima laporan dari VTS Merak mengenai adanya insiden tubrukan kapal di Perairan Selat Sunda, Banten, hari ini Selasa (23/7/2024) pada pukul 08.22 WIB dengan koordinat 05°44.352’S – 105°53.340’E di Utara TSS Selat Sunda.
Insiden tubrukan terjadi yang pada Pukul 08.22 WIB, LT. MV. Viet Thuan 56 – 05 berbendera Panama dan MV. CSSC Yuan Jing berbendera Hongkong Termonitor Tubrukan/Collision. berdasarkan keterangan, MV. Viet Thuan 56-05 sedang dalam pelayaran dari Singapura menuju Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung.
Saat bertabrakan dengan MV. CSSC Yuan Jing sedang berlayar dari China menuju Geraldton, Australia. Tabrakan terjadi di sekitar area TSS Selat Sunda – Banten, yang merupakan jalur pelayaran Internasional.
Atas insiden tersebut dengan gerak cepat, Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Dr. Triono memerintahkan kapal Patroli KPLP KN.Trisula-P.111, Penyidik PPNS, TIM SAR, TIM MARPOL ke Lokasi kejadian atas perintah Bapak Dirjen Perhubungan Laut Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc melalui Direktur KPLP Jon Kenedi, M.Mar.Eng.,M.M.
Triono mengatakan Tim KPLP setelah tiba di lokasi langsung melakukan pertolongan, pengamanan, pemeriksaan terhadap kapal, ABK, dokumen kapal, kondisi keselamatan dan keamanan dan melakukan pengecekan terhadap dampak pencemaran lingkungan laut dari kedua kapal yang bertubrukan tersebut.
“Petugas KPLP juga langsung melakukan koordinasi dengan KSOP Kelas III Bakauheni dalam pemeriksaan dan pengumpulan bukti – bukti awal di lokasi kejadian sebagai bentuk tahap awal dalam penegakan hukum,” ungkap Triono melalui keterangan tertulisnya diterima redaksi Mimbar Maritim, Selasa (23/7/2024).
Triono mengungkapkan berdasarkan informasi awal, MV. Viet Thuan 56-05 mengalami kerusakan pada bagian lambung depan, sedangkan MV. CSSC Yuan Jing mengalami kerusakan pada bagian lambung belakang. Kedua kapal yang trubukan saat ini telah berlabuh di area lego jangkar di Utara Bakauheni Selat Sunda, guna menunggu proses investigasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
“Berdasarkan informasi yang kami terima bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun insiden tubrukan kapal ini menyebabkan kerusakan pada kedua kapal. Selain itu insiden ini juga tidak ada berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak. KPLP telah menyiapkan TIM dan peralatan Marpol untuk pencegahan dini,” jelas Triono.
Triono menambahkan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok akan terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan insiden ini. Atas insiden ini Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok masih melakukan proses Penyelidikan dan Penyidikan.(Red-MM).