KSOP Kelas II Gresik Melaksanakan Rakor Dengan Stakeholders, Mitigasi Lonjakan Arus Penumpang Masa Libur Hari Raya Idul Adha Tahun 2024.

Mimbarmaritim.com (Gresik)

Untuk menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran serta menekan angka kecelakaan (zero accident) di Pelabuhan, menjelang Libur Perayaan Idul Adha Tahun 2024. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan instansi terkait dan seluruh stakeholder pelabuhan Gresik, Kamis (13/6/2024).

Kepala KSOP Kelas II Gresik Hotman Siagian S.Sit, S.E, M.M. saat memimpin rapat koordinasi dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan rapat koordinasi tersebut, dalam rangka menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran guna antisipasi terjadinya angka kecelakaan. Khususnya menghadapi libur cuti bersama dan lonjakan arus penumpang menjelang Hari Raya Idul Adha Tahun 2024. Maka untuk  antisipasinya adalah sinergitas dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait.

“Melalui sinergitas dan kolaborasi bersama serta guyup rukun seluruh insan maritim untuk identifikasi dan mitigasi resiko khususnya di pelabuhan Gresik. Kita optimis akan dapat mencapai peningkatan pelayanan, untuk mendorong operasional di pelabuhan Gresik akan berjalan aman, nyaman dan selamat serta semua akan terlayani dengan baik,” ucap Hotman

Hal itu, sesuai dengan instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Bapak Capt.Antoni Arif Priadi kepada seluruh pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dilingkungan Direktorat Perhubungan Laut, agar mitigasi dan antisipasi kesiapan lonjakan arus penumpang pada masa libur dan perayaan Hari Raya Idul Adha Tahun 2024.

Hotman mengungkapkan Kantor KSOP Kelas II Gresik akan memastikan kesiapan kapal penumpang agar pada saat libur cuti bersama, liburan sekolah dan lonjakan arus penumpang Hari Raya Idul Adha dapat di antisipasi, terutama saat pelayanan di Kantor KSOP, kesiapan Operator, Terminal dan kapal penumpang.

“Kami menghimbau agar Kesiapan operator kapal penumpang baik PT ASDP dan PT. Santi Inti Makmur agar memberikan pelayanan prima dan mentaati aturan sesuai dengan ketentuan dan standard operasional prosedur (SOP). Diharapkan operator kapal penumpang memberikan jadwal, rute dan jumlah penumpang yang akan naik dan turun dari kapal. Sehingga penyelengggara Pelabuhan dan Petugas dapat mengetahui guna penyediaan pelayanan dan pengawasan prima di terminal penumpang,” jelas Hotman.

Hotman menambahkan pihaknya mengharapkan agar PT Pelindo Multi Terminal menyediakan sarana dan prasarana di terminal penumpang, toilet, kamar mandi yang bersih dan nyaman kepada seluruh penumpang serta dipastikan agar air tetap ada.

Sementara, Kasie Lalu Lintas dan Usaha Kepelabuhanan (Kasie Lala) Devry Andre dalam kesempatan yang sama menegaskan, bahwa operator agar mensterilkan barang bawaan para penumpang supaya tidak membawa barang berbahaya, seperti barang bawaan Jeriken jangan campur dengan penumpang, supaya diarahkan di tempat khusus,

“Barang bawaan harus diperhatikan nanti petugas jaga kami akan berkolaborasi dengan petugas Polsek KPPP, Kamladu, Pelindo, Asosiasi akan standby di terminal penumpang, atau bila perlu kita arahkan penumpang seluruh barang – barang bawaan penumpang yang jumlahnya cukup banyak dimuat melalui kapal Pelra agar lebih safety penanganannya. Kita tentu harus kompak dan bergandengan saat pelayanan supaya operasional berjalan dengan aman, lancar dan selamat,” jelasnya.

Kasie KBPP Capt.Moh Firmawan pada kesempatan itu juga meminta agar pintu – pintu emergency tidak di isi muatan barang – barang bawaan penumpang, silahkan dicari lokasi yang paling nyaman kalau saat emergency, hal itu semua kita lakukan untuk menuju zero accident terwujud,

“Untuk operator kapal penumpang baik itu PT.ASDP maupun PT. Santi Inti Makmur, kami mengharapkan agar menjual tiket penumpang sesuai dengan kapasitas angkut, karena aspek keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama,” tegas Capt.Firmawan.

Lebih lanjut, Hotman menjelaskan dalam rapat koordinasi tersebut terkait dengan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), berkat dukungan dan sinergitas yang solid dari semua pihak dan stakeholders terkait, sehingga capaian pada B 15 untuk pelabuhan Gresik masuk 10 pelabuhan yang mendapatkan Raport Hijau dari 46 pelabuhan masuk Program Stranas PK.

“Hal ini semua dapat kita capai, optimis atas dukungan, sinergi dan kolaborasi kita bersama insan maritim pelabuhan Gresik. Kami berharap sebelum penyampaian Laporan pada B-18 yang akan kita laporkan pada tanggal 25 Juni 2024 nanti, kami mengharapkan agar terus bersinergi dan kolaborasi meningkatkan pelayanan. Oleh karena itu, kami mohon masukan – masukan dari semua pihak. Untuk itu mari kita terus bekerja dengan hati, tingkatkan pelayanan prima, integritas, sinergitas, optimis, guna mewujudkan pelabuhan yang aman, nyaman dan berkelas dunia,” pungkas Hotman.(Red-MM).

Tinggalkan komentar