


Mimbarmaritim.com (Jakarta)
KPLP (COAST GUARD) melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok melalui Kapal Negara KN. Jembio -P.215 melanjutkan pelaksanaan tindakan pengawasan dan pengamanan (Waspam) serta patroli secara intensif terhadap Kapal TB. Royal 27 / TK Royal 27 yang mengalami insiden perompakan pada tanggal 4 januari 2024 yang lalu. Saat ini telah kapal korban perompakan tersebut telah berlabuh di Perairan Pelaihari Asam Asam Kalimantan Selatan.
Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Dr.Triono mengatakan bahwa situasi terkini terdapat 14 awak kapal yang mengalami trauma pasca insiden, dan mereka saat ini sedang dalam proses pemulihan. Namun saat dilakukan proses investigasi menemukan bahwa banyak barang-barang kapal serta alat navigasi mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
“Selain itu, saat investigasi juga menemukan senjata tajam, berupa mandau, yang tertinggal di kapal tersebut. Kami memahami bahwa kekhawatiran mereka meningkat, terutama pada malam hari, karena adanya potensi serangan kembali oleh perompak,” jelas Triono melalui keterangan tertulisnya diterima redaksi Mimbar Maritim, Kamis (8/2/2024).



Triono menjelaskan KPLP – KN. Jembio-P.215, PPLP Kelas I Tanjung Priok, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait POALIRUD dan TNI AL dan instansi terkait lainnya untuk menjaga stabilitas dan keamanan maritim di wilayah tersebut. Dengan melakukan tindakan pengamanan dan pengawasan. Hal ini inten diupayakan untuk memastikan keamanan dan keselamatan di perairan tersebut.
“Selanjutnya KPLP – KN. Jembio-P.215, PPLP Kelas I Tanjung Priok, akan tetap intensive melakukan koordinasi dengan Kantor UPP Kintap dan KSOP Kelas I Banjarmasin untuk proses lebih lanjut,” katanya.
Kepala Pangkalan PLP Kls I Tanjung Priok Triono mengimbau kepada masyarakat setempat dan para pelaut untuk tetap tenang dan waspada. KPLP (Coast Guard) akan tetap memastikan bahwa proses investigasi akan terus berlanjut.