Wapres RI K.H. Ma’ruf Amin, Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Dari Pelabuhan Tanjung Priok 

Mimbarmaritim.com (Jakarta)

Jelang Peringatan HUT RI Ke-78 Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma’ruf Amin, didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri kegiatan pelepasan ekspor sejumlah komoditas pertanian berupa buah durian, jahe, susu dan telur senilai Rp.12,45 triliun. Acara bertajuk Merdeka Ekspor tersebut dilaksanakan di Dermaga II TPK Koja, Jl. Raya Pelabuhan No 9, Tanjung Priok,  Jakarta Utara, Selasa (15/8/2023). 

Wapres dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan pelepasan produk ekspor tersebut. Hal ini menandakan bahwa komoditas pertanian Indonesia memiliki kualitas yang bagus dan layak untuk diterima pasar global.

Wapres mengungkapkan patut disyukuri, selain menyediakan pangan bagi rakyat Indonesia, beberapa komoditas unggulan juga dapat memasok pasar ekspor ke berbagai negara tetangga. Saya menerima laporan, volume ekspor pertanian telah mencapai 21,2 juta ton, hingga Juni 2023, menurut data BPS

Oleh karena itu, lanjut Wapres, kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) harus diapresiasi telah melakukan pendampingan berupa bimbingan teknis dan percepatan pelayanan. Sehingga akselerasi ekspor pertanian dapat terwujud. Selain itu, apresiasi juga apa yang diberikan para petani, pelaku usaha dan seluruh stakeholder terkait lainnya khususnya di bidang pertanian.

“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan, atas konsistensi dan kontribusinya dalam pembangunan sektor pertanian,” ungkap Wapres.

Ke depan, kata Wapres, agar produk ekspor pertanian dapat didominasi dengan produk hilir siap pakai yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Salah satunya, melalui produk-produk yang dimiliki dan diproduksi oleh UMKM dan SDM Pertanian.

“Saya minta, terus dukung dan dampingi UMKM maupun SDM pertanian agar lebih memahami persyaratan, alur, serta proses dalam kegiatan ekspor komoditas pertanian,” pungkas Wapres.

Hadir dalam acara pelepasan komoditas ekspor pertanian tersebut diantaranya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan para Dirjen Kementerian Pertanian, TNI – Polri, Dirut Pelindo Arif Suhartono, Kepala Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok Hasrul, General Manager (GM) Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Adi Sugiri, General Manager TPK Koja Indra Hidayat Sani, Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok dan seluruh instansi terkait dalam pelabuhan Tanjung Priok lainnya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pada kesempatan itu mengatakan kegiatan ini merupakan bukti bahwa sektor pertanian sangat strategis dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Kementerian Pertanian ihaknya secara konsisten melakukan pembinaan UMKM produk pertanian sehingga bisa bersaing di pasar global.

“Bersama dengan instansi terkait terus melakukan pendampingan sehingga produk UMKM sektor pertanian dapat memenuhi persyaratan negara luar,” ujar Syahrul.

Dia menegaskan, meski ekspor terus diupayakan meningkat, ketersediaan pangan di dalam negeri menjadi hal utama yang harus dipastikan. Meski ada ancaman El Nino, Kementerian Pertanian telah menyiapkan sejumlah langkah agar ketersediaan pangan strategis tetap terjaga.

“Komoditas yang kita ekspor saat ini adalah komoditas non 12 bahan pokok dan dibutuhkan oleh negara lain. Alhamdullilah ….dari apa yang sudah kita validasi dilapangan, 12 komoditas strategis kita aman, meski demikian kita tidak boleh lengah, tetap waspada. Neraca kita terhadap seluruh komoditi pangan cukup baik dan stok sudah kita lakukan khususnya pada 12 komoditi yang ada termasuk diantaranya bawang putih telur dan lainnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Merdeka Ekspor ini secara serentak dilakukan di border seperti pelabuhan laut, pos lintas batas negara, maupun bandar udara diseluruh Indonesia. Adapun total ekspor secara nasional pada kegiatan ini senilai Rp. 12,45 Triliun ke 176 negara tujuan.

Hal ini terlaksana melalui pendampingan dan pelayanan yang selama ini dilakukan Kementan, ekspor pertanian terbukti meningkat signifikan, meski pandemi disertai dengan ketegangan politik yang terjadi disejumlah negara.

Tahun 2020 ekspor pertanian mampu mencapai Rp.451,77 Triliun meningkat 15,79 % dibandingkan tahun 2019 yang hanya mencapai Rp.390,16 triliun.

Begitupun di Tahun 2021, ekspor pertanian tercatat mencapai Rp.616,35 triliun meningkat 36,43 % jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2022, ekspor pertanian mencapai Rp.658,18 Triliun meningkat 6,79 % jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, Ekspor Pertanian juga diprediksi meningkat, realisasi ekspor pertanian periode Januari – Juni 2023 tercatat telah mencapai Rp.260,33 triliun, angka ini optimis akan terus meningkat.

Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian tersebut dilaksanakan  pukul 13:30 WIB di Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta.Data yang pada periode tanggal 1 Agustus hingga 15 Agustus 2023 nilai ekspor serta komoditi yang diekspor adalah :

Nilai Ekspor sebesar Rp. 2,294 triliun Negara Tujuan : 37 negara, Asal Komoditas  Provinsi DKI Jakarta, Tempat Pengeluaran dari Pelabuhan Ekspor di Tanjung Priok

Ragam Ekspor terdiri :

1. Hortikultura Rp.248,4 miliar

2. Perkebunan : Rp.1,6 triliun

3. Tanaman Pangan : Rp.240 miliar

4. Peternakan : Rp.21,5 miliar

5. Komoditas Lainnya : Rp134.3 M

6. Display Komoditas Ekspor.

A. Hortikultura

1. Jahe : 593 ton , senilai Rp. 5,7 miliar menuju Pakistan, Bangladesh, India, Vietnam

2. Durian : 321,3 KG senilai Rp. 10,1 miliar menuju Thailand

3. Manggis : 441,4 kg senilai Rp. 14,8 miliar menuju Cina.

B. Perkebunan

1. Pinang Biji : 545,2 ton senilai Rp. 3,9 miliar menuju Bangladesh, Cina, India dan Iran

2. Kakao Cair : 200 ton senilai Rp. 11,3 miliar menuju Cina dan Pakistan

3. Kelapa Parut : 289,2 ton senilai Rp.10,8 miliar menuju Brazil, Cina, Jerman, Iran, Polandia, Rumania, Rusia, Turki

C. Tanaman Pangan

1. Kacang Hijau : 1,1 ribu ton senilai Rp. 18,6 miliar menuju Cina dan Filipina

2. Tepung Tapioka : 970 ton senilai Rp. 7,6 miliar menuju Cina, Malaysia, Meksiko

3. Dedak Gandum : 7,7 ribu ton senilai Rp. 58,9 miliar menuju Cina

D. Peternakan

1. Pakan Hewan Kesayangan : 14 ton senilai Rp. 317,4 juta menuju Bahrain

2. Daging Ayam Olahan : 21,8 ton senilai Rp.919,9 ratus juta menuju Jepang dan Singapura

3.Bulu Bebek : 27,2 ton senilai Rp. 339,6 ratus juta menuju Australia dan Taiwan. (Red-MM)

Tinggalkan komentar