TPK Sorong Resmi Beroperasi Non Stop (24/7)

Mimbarmaritim.com – Surabaya 

Operasional Terminal Peti Kemas (TPK) Sorong di Provinsi Papua Barat akan berlangsung selama 24 jam sehari dan 7 hari (24/7) dalam seminggu. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong Jece Julita Piris melalui keterangan persnya diterima redaksi Mimbar Maritim, Selasa (29/11/2022).

“Operasional TPK Sorong perlu disesuaikan mengingat semakin meningkatnya arus barang yang masuk ke Kota Sorong dan sekitarnya. Dengan  meningkatnya arus barang tersebut Kantor KSOP Kelas I Sorong telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : UM.003/22/10/KSOP.SRG-2022 tentang Penetapan Jam Kerja Bongkar Muat Peti Kemas 24/7 (24 Jam /7 Hari) di TPK Sorong,” jelasnya. 

Ia mengungkapkan sebagian besar komoditas utama untuk kebutuhan masyarakat masuk melalui TPK Sorong, sehingga terminal harus siap kapanpun kapal masuk untuk segera dilakukan kegiatan bongkar muat.

“Pengaturan waktu kerja baru di TPK Sorong perlu disampaikan kepada para pemangku kepentingan. Salah satu yang menjadi perhatian bagi KSOP Kelas I Sorong adalah jam kerja di hari Minggu yang selama ini telah ditetapkan sebagai hari libur untuk beribadah,” sebut Jece.

Jece mengakui telah berkomunikasi dengan para pihak-pihak terkait untuk menyampaikan penyesuaian waktu kerja di TPK Sorong.

“Ada pengaturan bagi pekerja agar tidak mengganggu waktu ibadah, bisa dilakukan secara bergilir atau bergantian dengan pekerja lain, tidak ada kewajiban untuk bekerja bagi yang beribadah di hari Minggu, termasuk juga bagi mereka yang beribadah di hari Jumat,” tutupnya.

Kepala Cabang Perusahaan Pelayaran PT SPIL Sorong Faizal Arifin menyambut baik penyesuaian waktu kerja di TPK Sorong. Penyesuaian waktu kerja ini akan berdampak pada operasional kapal. Bagi pelayaran, semakian cepat kegiatan bongkar muat dilakukan semakin cepat kapal berlayar. 

“Dengan penyesuaian waktu kerja, diharapkan kegiatan bongkar muat kapal dapat dilakukan sesaat setelah kapal sandar di dermaga terminal,”katanya.

Faizal Arifin menambahkan  optimalisasi waktu kerja diharapkan dapat mempercepat proses bongkar muat, sehingga proses distribusi barang bisa lebih cepat. Dengan proses bongkar-muat yang optimal maka port stay kapal bisa lebih cepat sehingga akan dapat meningkatkan call/kedatangan kapal di TPK Sorong.

Sementara itu, Corporate Secretary PT  Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Widyaswendra mengatakan pihaknya mendukung penuh rencana penyesuaian waktu kerja di TPK Sorong. Sebagai operator terminal, pihaknya siap setiap saat untuk mewujudkan kelancaran arus logistik di Kota Sorong dan sekitarnya. 

Widyaswendra menyebutkan penetapan waktu kerja di TPK Sorong sebagai langkah strategis dalam mendukungan pembangunan di Indonesia Timur.

“Jika kapal dapat segera melakukan kegiatan bongkar muat, hal itu akan memberikan efisiensi bagi pelayaran, karena port stay mereka berkurang, dengan demikian diharapkan ongkos logistik lebih kompetitif,” pungkas Widyaswendra. (Red-MM).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s