Digitalisasi Membawa Pelindo Marines Ketiga Kalinya Raih Penghargaan Top GRC

Kepala Satuan Pengawasan Intern PT Pelindo Marine Service, Hendra Sudradjat (keempat dari kiri) bersama Sekretaris Perusahaan, Fesi Dita Anugra (kelima dari kiri), Saat Menerima Trofi Top GRC Awards 2022 di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Mimbarmaritim.com – Jakarta

Pelindo Marine Service (Pelindo Marines) kembali berhasil meraih Top GRC Award 2022 untuk yang ketiga kalinya (hattrick) berturut-turut sejak 2020 dan 2021. Penghargaan Top GRC yang dihelat Majalah Top Business merupakan ajang tahunan di bidang tata kelola (Governance), risiko (Risk), dan kepatuhan (Compliance), dengan peserta terbanyak dari berbagai perusahaan nasional.

Direktur Utama Pelindo Marines, Warsilan dari Surabaya menyampaikan terima kasih kepada Dewan Juri dan seluruh pemangku kepentingan perusahaan. Penghargaan Top GRC yang ketiga kalinya ini diterima ketika Pelindo Marines tepat berusia 10 tahun dan mengusung semangat Dekade Kolaborasi. Apresiasi pada tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan yang diperoleh perusahaan bisa dicapai dengan dukungan seluruh stakeholders.

” Bersama kita telah berkolaborasi tidak hanya untuk sisi bisnis dan pelayanan logistik maritim, tetapi juga kolaborasi untuk menjadi entitas bisnis yang teguh menerapkan Prinsip Good Corporare Governance (Tata Kelola Perusahaan Yang Baik) dengan terintegrasi dan digitalisasi,” ujarnya.

Warsilan mengungkapkan, bahwa akselerasi digitalisasi menjadi kunci implementasi GCG yang terintegrasi pada Pelindo Marines. Digitalisasi diterapkan pada proses bisnis dari sisi operasional dan pendukung bisnis. Pada sisi operasional, telah diterapkan teknologi Vessel Tracking System dan Fuel Monitoring System yang membuat manajemen dapat memantau alur pergerakan kapal tunda dan pandu, serta penggunaan bahan bakarnya. Hal yang penting adalah untuk memastikan semua armada beroperasi dengan efisien, terukur, dan tidak terjadi fraud.

” Sementara untuk sisi pendukung bisnis, Pelindo Marines telah mengembangkan sistem ERP terintegrasi karya Tim IT internal yakni IMAIS. Selain itu juga ada aplikasi Marina (Marine Internal Audit) dan RIMA (Risk Management) untuk mendukung audit dan langkah preventif risiko,” paparnya.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh President of Business Solution Inc., Lee Dittmar, dalam presentasinya pada seremoni penganugerahan, bahwa digitalisasi berperan penting dalam mencapai nilai tambah dari implementasi GRC.

“Ada 5 faktor kunci dalam upaya perusahaan mendapatkan nilai tambah dari penerapan GRC, yaitu kualitas informasi dan teknologi, yang tentunya sangat terpengaruh oleh level maturitas teknologi informasi (TI) perusahaan. Berikutnya faktor yang disebut 3cs, yakni Culture (budaya), Congruence (konsekuen), dan Communication (koordinasi internal),” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Mardiasmo, Ketua Umum Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), sebagai pembicara kunci mengingatkan bahwa tata kelola perusahaan atau governansi dan manajemen risiko dan manajemen kepatuhan harus menyesuaikan dengan tantangan masa kini.

“Fungsi governansi, manajemen risiko, manajemen kepatuhan, fungsi lini pertahanan harus menekankan pada pengelolaan risiko digital yang utama, dan fungsi risiko pun sekarang harus bertransformasi. Agar relevan dengan tantangan teraktual demi keberlanjutan perusahaan,” pungkasnya.(Red-MM).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s