Pendidikan Kepelautan Indonesia Telah Berkiprah Satu Abab Di Tanah Air

Mimbarmaritim.com – Jakarta

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi resmi membuka peringatan “Satu Abad Revitalisasi Pendidikan Kepelautan Indonesia” dilaksanakan langsung di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda – Jakarta Utara, hari ini Rabu (24/11/2021).

Peringatan ini, dihadiri langsung para duta besar negara sahabat, dan stakehooders terkait. Acara peringatan  ini diselenggarakan di dua tempat yaitu di  Kampus STIP  Marunda – Jakarta Utara dan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Hadir mengikuti acara peringatan di pelabuhan Tanjung Priok diantaranya Direktur BP3IP Jakarta Sugeng Wibowo,  Kepala Syahbandar UtamaTanjung Priok Andi Hartono, Kepala Kantor Otoritas Utama Pelabuhan Tanjung Priok Dr. Capt. Wisnu Handoko MSc, Kepada Kantor Navigasi Kelas I Tanjung Priok Raymond Ivan H.A.S, Kepala Regional 2 Pelindo Guna Mulyana, Kepala Kantor PLP Tanjung Priok Capt Wahyu Prihanto, dan instansi terkait lainnya di Tanjung Priok.

Menhub Budi Karya  Sumadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan Pendidikan Kepelautan di Indonesia telah dimulai sejak zaman kerajaan, diawali pada masa kerajaan tertua di Nusantara sejak Kerajaan Kutai pada tahun 400 Masehi yang diperkirakan berdiri di daerah Muarakaman di tepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur diperkirakan menjadi tempat singgah jalur perdagangan internasional melewati Selat Makassar.

Menhub menjelaskan kejayaan masa kerajaan selanjutnya yaitu Kerajaan Samudera Pasai yang berdiri pada abad ke-13 di Kota Lhokseumawe, Aceh. Sebagai kerajaan maritim, Samudera Pasai menggantungkan perekonomiannyadari pelayaran dan perdagangan. Dengan letak yang strategis di Selat Malaka, kerajaan ini menjadi penghubung antara pusat perdagangan di nusantara dengan Asia Barat, India dan Cina. Kerajaan Samudra Pasai juga memiliki armada laut yang kuat sehingga memberi keuntungan bagi para pedagang yang singgah dan berdagang karena merasa lebih aman.

Lebih lanjut, Menhub mengungkapkan bahwa pada awal abad ke-16 di Sulawesi Selatan berdiri Kerajaan Gowa dan Tallo lebih dikenal dengan Kerajaan Makassar. Sebagai kerajaan maritim, yang terletak di pinggir pantai dan pelabuhan internasional, menjadikan kerajaan ini sebagai jalur perdagangan internasional yang strategis dari India melewati ke Filipina dan sampai ke Cina.

Menhub menyebutkan Kerajaan Makassar mempunyai pelaut yang handal dan lihai, ini dibuktikan ketika pelabuhan Somba Opu akan dikuasai oleh VOC, para pelaut Makassar berhasil melewati blokade VOC dengan kapal-kapalnya yang kecil.

“Beranjak dari kejayaan Maritim pada era kerajaan dan kesultanan di Nusantara, pada tahun 1915, Belanda yang pada saat itu berkuasa di Indonesia mendirikan sekolah kepelautan di Makassar yang diberi nama “Kweekschool voor Inlandsche Schepelingen te Makassar (Sekolah Kejuruan untuk Awak Kapal Pribumi di Makassar)” menjadi bukti fisik dan mendasari kita untuk merayakan satu abad revitalisasi pendidikan pelaut Indonesia,” jelas Menbub.

Menhub Budi menceritakan bahwa nenek moyang bangsa ini adalah bangsa Maritim. Tidak heran bila benih-benih dan naluri untuk menjadi bangsa pelaut yang besar kemudian mendorong dibukanya kembali Sekolah Pelaut di Makassar pada tahun 1950 dengan nama baru yaitu Sekolah Latihan Penyeberangan Laut Sulawesi (SLPS) dua jurusan yaitu Nautika dan Teknika.

Menhub juga menyebutkan di pulau Jawa, pada Tahun 1953 kemudian didirikan Pendidikan Pelayaran saat itu namanya Akademi Ilmu Pelayaran (AIP) yang menyelenggarakan Program Diploma III (setara dengan BSc) dengan 2 jurusan Nautika dan Teknika (sertifikat kompetensi Klas III).

Pada tanggal 27 Pebruari 1957 AIP diresmikan oleh Presiden Pertama RI Ir.Soekarno. Saat itu juga menjadi Akademi Pelayaran Pertama di Indonesia yang lokasi Kampusnya saat itu berada di Jln. Gunung Sahari, Mangga Dua Ancol, Jakarta Utara.

“Pendidikan Kepelautan saat ini berkembang dengan pesat di Indonesia.Pemenuhan terhadap standar pendidikan Nasional maupun Standar Pendidikan Pelayaran internasional senantiasa menjadi fokus dari lembaga-lembaga pendidikan pelayaran. Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota International Maritime Organization (IMO) pada 18Januari 1961 dan menjadi Anggota Dewan IMO kategori C, serta dengan meratifikasi 26 konvensi IMO termasuk konvensi dalam bidang kepelautan, Indonesia menjadi terikat untuk selalu menyesuaikan dengan perkembangan dunia internasional di bidang pelayaran,” tutur Menhub.

Menurutnya Indonesia dengan kondisi geografisnya yang terdiri dari 17 Ribu pulau lebih, yang juga termasuk dalam negara penghasil pelaut terbesar di dunia serta memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros  maritim dunia, menjadikan pendidikan pelayaran memegang peranan yang sangat penting dalam menciptakan SDM Pelayaran yang unggul.

“Sesuai tema acara kita hari ini dalam rangka merayakan 1 (satu) Abad Revitalisasi Pendidikan Kepelautan yaitu “Bergerak Harmonikan Indonesia Menyongsong Indonesia Emas 2045”, diharapkan dapat mengobarkan kembali semangat untuk mencapai kejayaan yang sudah pernah diraih pada masa kerjaan-kerajaan tersebut,” ungkap Menhub.

Menhub menambahkan melalui peringatan ini, bagaimana strategi kita untuk dapat meraih kejayaan tersebut kembali dan mewujudkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, melalui pembangunan SDM dan penguasaan IPTEK menjadi salah satu dari empat pilar utama pendukung tercapainya harapan tersebut.

Untuk diketahui, bahwa saat ini di Indonesia terdapat 10 Perguruan Tinggi Vokasi Pelayaran dan 2 Balai Diklat Pelayaran di bawah Kementerian Perhubungan, 18 Sekolah Tinggi dan Akademi di luar Kementerian Perhubungan, serta 34 SMK Pelayaran Negeri dan Swasta yang telah mendapatkan approval dari Ditjen Hubla.Tahun  2021 ini, salah satu Perguruan Tinggi Pelayaran yaitu STIP Jakarta sudah mulai menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi bidang pelayaran pada jenjang Pasca Sarjana.

Dari Perguruan Tinggi Pelayaran yang ada di Indonesia, data pada awal quartal terakhir tahun 2021 menyebutkan sebanyak 1.230.909 (Satu Juta Dua Ratus Tiga Puluh Ribu Sembilan ratus Sembilan) Orang Pelaut yang berlayar di dalam dan luar negeri.

Dari jumlah tersebut, sekitar 28,5 % nya atau 351.363 (Tiga Ratus Lima Puluh Satu Ribu Tiga Ratus Enam Puluh Tiga) Pelaut bekerja pada perusahaan pelayaran asing yang mengisi berbagai posisi mulai dari rating sampai dengan Chief Engineer dan Captain dengan jumlah devisa negara yang dihasilkan mencapai kurang lebih Rp.98 trilyun per tahun.

“Perayaan Satu Abad Revitalisasi Pendidikan Kepelautan Indonesia ini akan menjadi sebuah momentum dimana kita meneladani perjuangan dan usaha yang telah dilaksanakan dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Kepelautan di Indonesia,” pungkas Menhub.

Sementara itu, Direktur BP3IP Sugeng Wibowo mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan  perkembangan dan eksistensi pendidikan kepelautan di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan mutu lulusan untuk bersaing di dunia pelayaran nasional maupun internasional.

Menurut dia, bahwa Indonesia saat ini  berada dalam urutan 3 besar penyuplai tenaga pelaut di pelayaran Internasional. Diharapkankan kedepannya terus meningkat jumlah pelaut Indonesia yang terlibat di pelayaran Internasional dengan keterampilan dan profesional serta mampu bersaing dengan pelaut di pelayaran Internasional.

Sugeng menyebutkan bahwa jumlah lulusan pelaut UPT Matra Laut 5 tahun terakhir sebanyak 7.698 orang. Sedangkan jumlah lulusan pelaut Perguruan Tinggi Matra Laut Non Kemenhub dalam 5 tahun terakhir sebanyak 10.546. Sementara untuk jumlah taruna/i di lingkungan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut-BPSDMP berjumlah total 11.641.

Ditambahkannya, Indonesia saat ini tercatat memiliki sebanyak 1 Sekolah Tinggi, 9 Politeknik, dan 2 Balai Diklat Kepelautan di bawah Kementerian Perhubungan serta 18 Akademi dan 33 Lembaga Diklat Kepelautan diluar  Kementerian Perhubungan yang menghasilkan lulusan pelayaran yang  mampu bersaing baik di dalam dan di luar negeri.

“Jumlah serapan lulusan pelayaran dari Kementerian Perhubungan sebanyak 8.080 orang dan saat ini sudah berkiprah di Industri Maritim Dunia Kerja (IDUKA),”tukas Sugeng.(Red-MM).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s