DPW APBMI DKI Jakarta Sangat Mendukung Merger Pelindo I,II, III dan IV

Ketua DPW APBMI DKI Jakarta Juswandi Kristianto

Mimbarmaritim.com – Jakarta

Upaya Kementerian BUMN melakukan merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) I, II, III dan IV, para pelaku usaha pelabuhan khususnya perusahaan bongkar muat yang bernaung dalam wadah Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat (APBMI) sangat mendukung.

Ketua DPW APBMI DKI Jakarta Juswandi Kristanto mengatakan dengan adanya rencana pemerintah menggabungkan Pelindo I, II, III dan IV sangat bagus. Untuk menghindari adanya persaingan sesama perusahaan kepelabuhanan milik BUMN.

“Bagi kami selaku pelaku usaha perusahaan bongkar muat di pelabuhan khusus di Tanjung Priok, pada jaman Bapak R. J. Lino menjabat Dirut Pelindo II, telah berkerja sama kemitraan adanya sharing B to B dengan PT. Pelindo II (Persero) Cabang Tanjung Priok.
Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yang terseleksi maupun yang tidak terseleksi dapat berkerja melakukan kegiatan Bongkar Muat sepanjang perusahaan Bongkar Muat tersebut ada Marketnya dan seharusnya merupakan salah satu percontohan terhadap pelabuhan lain,”kata Juswandi kepada Mimbar Maritim saat bincang – bincang diruang kerjanya, Rabu (29/9/2021).

Dikatakannya, kehadiran PBM terseleksi, bukan menjadi PBM tidak terseleksi tidak dapat melakukan kegiatan usahanya. Perbedaan yang terseleksi dan tidak terseleksi adalah.

  1. Memiliki Asset.
  2. Mempunyai Pasar/ Throughput yang besar dan berkesinabungan secara regular.
  3. Mempunyai Principal di luar negeri.

“Saya juga berharap seluruh PBM itu dapat bekerja dalam melakukan kegiatan usaha, karena menurut penglihatan kami dipelabuhan Tanjung Priok bahwa tidak ada perbedaan antara PBM terseleksi dengan PBM tidak terseksi, semuanya bisa berkerja dengan nyaman, hanya mungkin sharingnya saja yang berbeda,” sebutnya.

Juswandi mengillustrasikan bahwa Pelindo atau Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Pemerintah sebagai pemilik tanah (sawah), dimana PBM posisinya sebagai petani (pelaku usaha). Sebagai petani harus tahu diri bahwa pemilik sawah itu harus menyetorkan pendapatannya ke negara sebagai hasil pemilik sawah.
Dan selayaknya sebagai petani yang berusaha disawahnya pemilik sawah berbagi hasil panennya kepada pemilik sawah tempat dia berusaha.

“Karena dalam bisnis to bisnis melalui sharing itu diharapkan dapat memperoleh hasil dengan saling menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya merger Pelindo, kedepan kerjasama dan kemitraan yang sudah terjalin selama ini akan jauh lebih baik lagi. Diharapkan seluruh PBM anggota APBMI bisa berkerja dengan nyaman sesuai dgn PM 59/2021 dan dapat terlaksana menekan biaya Logistik tidak menjadi High Cost.

Lebih jauh, Juswandi menjelaskan kemitraan bisnis dengan BUP telah diatur dengan terbitnya regulasi Pemerintah melalui PM Perhubungan RI No.59 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Terkait Dengan Angkutan Di Perairan.

Dalam regulasi ini jelas telah diatur pada beberapa pasal terkait penyelenggaraan bongkar muat barang melalui kegiatan bongkar muat barang Dari dan Ke Kapal.

Pasal 2. Peraturan Menteri ini mengatur tentang penyelenggaraan usaha jasa terkait dengan angkutan di perairan berupa :

a. bongkar muat barang
b. jasa pengurusan transportasi
c. angkutan perairan Pelabuhan
d. penyewaan peralatan angkutan laut atau peralatan jasa terkait dengan angkutan Laut
e. tally mandiri
f. depo peti kemas
g. pengelolaan Kapal
h. perantara jual beli/ atau sewa Kapal
i. keagenan Kapal
j. perawatan dan keagenan Kapal
k. keagenan Awak Kapal

Pasal 3. Ayat.(1). Kegiatan Usaha Bongkar Muat Barang mana dimaksud Pasal 2 huruf a merupakan kegiatan usaha yang bergerak dalam bongkar muat barang dari dan ke Kapal di Pelabuhan.

(2). Kegiatan Usaha Bongkar Muat Barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dari Kapal ke Kapal ( ship to ship transfer).

(3). Kegiatan Bongkar Muat Barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pelaksana kegiatan bongkar muat yang terdiri atas :
a. perusahaan bongkar muat
b. perusahaan angkutan laut nasional dan
c. Badan Usaha Pelabuhan yang telah memperoleh Konsesi.

(4). Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a, wajib bekerja sama dengan :
a. Penyelenggara Pelabuhan, atau
b. Badan Usaha Pelabuhan yang telah mendapatkan Konsesi

(5). Perusahaan bongkar muat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a, dapat melakukan kegiatan bongkar muat di Terminal multipurpose dan konvensional.

(6). Kegiatan bongkar muat barang sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dilaksanakan dengan menggunakan peralatan bongkar muat dan/atau tenaga kerja bongkar muat.

(7). Tenaga kerja bongkar muat sebagaimana dimaksud pada ayat (6) harus memiliki kompetensi di bidang bongkar muat yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi bongkar muat.

(8). Penyelenggaraan tenaga kerja bongkar muat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.

Pasal 4. Ayat (1). Kegiatan bongkar muat oleh perusahaan angkutan laut nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b, hanya untuk kegiatan bongkar muat barang tertentu untuk Kapal yang dioperasikannya.

(2). Barang tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi barang :
a. milik penumpang
b. curah cair yang dibongkar atau dimuat melalui pipa
c. curah kering yang dibongkar atau dimuat melalui conveyor atau sejenisnya, dan
d. yang diangkut diatas kendaraan melalui Kapal Ro-Ro.

(3). Bongkar muat barang selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus dilakukan perusahaan bongkar muat dan/ atau Badan Usaha Pelabuhan.

(4). Perusahaan angkutan laut nasional dapat melakukan bongkar muat semua jenis barang apabila di Pelabuhan tersebut tidak terdapat perusahaan bongkar muat barang atau Badan Usaha Pelabuhan yang telah mendapatkan Konsesi.

(5). Perusahaan angkutan laut nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (4) harus memiliki Kapal yang dilengkapi dengan peralatan bongkar muat barang dan tenaga ahli.

(6). Kegiatan bongkar muat barang curah cair yang dibongkar atau melalui pipa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, dilakukan dengan menggunakan pipa milik atau dikuasai oleh perusahaan angkutan laut nasional.

(7). Kegiatan bongkar muat barang curah kering yang dibongkar atau dimuat melalui conveyor atau sejenisnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, dilakukan dengan menggunakan conveyor milik atau dikuasai oleh perusahaan angkutan laut nasional.

Pasal 5. Ayat (1) Kegiatan penyediaan dan/atau pelayanan jasa bongkar muat barang dilakukan oleh Badan Usaha Pelabuhan yang telah mendapatkan Konsesi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf c.

Ayat (2). Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Badan Usaha Pelabuhan pada terminal :
a. peti kemas.
b. curah cair yang dibongkar atau dimuat melalui pipanisasi.
c. curah kering yang dibongkar atau dimuat melalui conveyor atau sejenisnya, dan
d. kendaraan yang mengangkut kendaraan melalui Kapal ro-ro.

(3). Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dilakukan di terminal multipurpose dan konvensional dapat dilaksanakan oleh badan usaha yang didirikan khusus untuk bongkar muat barang di Pelabuhan melalui kerja sama dengan Badan Usaha Pelabuhan yang mendapatkan Konsesi.

(4). Badan Usaha Pelabuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), yang melakukan kegiatan penyediaan dan/ atau pelayanan jasa bongkar muat barang pada kemitraan dengan Badan Usaha yang didirikan khusus untuk bongkar muat barang di Pelabuhan, dalam rangka pemberdayaan usaha mikro,kecil, dan menengah dengan memperhatikan prinsip kesetaraan dan keadilan dalam berusaha.

(5). Sumber daya manusia yang melakukan kegiatan di terminal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus memiliki kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilakukan nya, dibuktikan melalui sertifikat.

“Kami sebagai pelaku usaha perusahaan bongkar muat pelabuhan, dengan beberapa pasal dalam PM Perhubungan.No.59 tahun 2021. Kesinambungan perusahaan bongkar muat dengan jelas sudah diatur dalam Pasal 5 ayat (3) diperkuat keberadaan PBM pada ayat (4). Pemerintah telah membantu dan memberikan kepastian kepada kami, untuk melakukan usaha melalui regulasi ini khususnya di pelabuhan,”pungkas Juswandi.(Red-MM).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s