OP Priok Optimis Minggu Depan Layanan Aplikasi CEISA Kembali Normal

Mimbarmaritim.com – Jakarta

Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Priok sebagai Koordinator Pelabuhan Tanjung Priok mengamati dan memberikan respon, terkait penumpukan barang impor – ekspor terjadi di beberapa pelabuhan di Indonesia seperti halnya yang terjadi di pelabuhan Tanjung Priok. 

Hal ini disebabkan dokumen tidak dapat di proses secara on-line pada Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tanggal 7- 8 Juli 2021 kemarin. Sehingga pada akhir pekan itu sudah mulai banyak komentar dari para pengguna jasa, tulisan di media, maupun para asosiasi, karena turun kinerja pelayanan kepelabuhanan.

“Kami langsung melakukan Koordinasi dengan pihak Bea Cukai, IPC/Pelindo II menunggu perbaikan sistem agar segera selesai. Karena namanya sistem Informasi Teknologi atau IT pasti ada kelemahan, di negara manapun terkait IT tentu masih ada kelemahan baik itu  seperti sistem Inaportnet, SIMPONI, sangat berpengaruh,” kata Kepala Kantor Otoritas Utama Pelabuhan Tanjung Dr.Capt.Wisnu Handoko, M.Sc kepada Mimbar Maritim di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh instansi terkait dan stakeholder, agar back up bersama – sama dalam menyelesaikan masalah. Untuk mengatasi bagaimana caranya para pelaku usaha khususnya di pelabuhan Tanjung Priok itu agar tidak merasa dampak yang terlalu berat.

“Makanya pada hari Rabu (14/7/2021) kemarin sore, dengan inisiatif melakukan rapat secara on-line ( during) dengan seluruh instansi terkait dan stakeholder. Hasil kesepakatan bersama dalam rapat, Kantor Otoritas Utama Pelabuhan Tanjung Priok agar mengeluarkan Surat Edaran. Inti dari Surat Edaran ini yakni meminta  seluruh terminal operator melakukan optimalisasi,”tutur Capt Wisnu.

Namun yang penting lagi, menurut Capt Wisnu bahwa pihaknya juga telah menanyakan langsung komitmen dari terminal operator, bagaimana dengan permintaan pengguna jasa kalau yang terlambat akibat dari CEISA yang kemarin. Intinya mereka akan memberikan kebebasan terhadap tarif yang progresif itu, supaya jangan terlalu memberatkan.

Akan tetapi kata Capt Wisnu tarif itu harus dihitung secara proporsional yang berdampak dari CEISA saja, artinya kontainer yang belum masuk pelabuhan Tanjung Priok tidak terhitung. Makanya kita menghimbau untuk kontainer yang belum masuk pelabuhan Tanjung Priok ketika mau ekspor, sementara agar dilihat schedule dulu jangan langsung masuk pelabuhan supaya tidak menumpuk – numpuk. Tentu akan diselesaikan terlebih dahulu yang kena dampak CEISA yang akhir pekan lalu.

Capt Wisnu menyebutkan untuk saat ini kondisi sudah mulai membaik dan lancar tentu masih bertahap, sudah berjalan tidak manual lagi namun belum bisa 100 persen. Yang dari manual sudah dikembalikan ke sistem on-line sesuai dengan level normalnya.

“Kita harapkan mudah – mudahan untuk minggu depan sudah berjalan 100 persen, tetapi yang penting kita amati akhir pekan ini. Kalau akhir pekan ini masih bisa menangani kapal – kapal line operator itu jadwalnya masuk Jumat, Sabtu, Minggu sudah normal. Untuk minggu depan diharapkan tidak ada masalah lagi,” jelas Capt Wisnu.

Ditambahkannya, untuk memberikan kepastian, supaya pelaku usaha tidak panik agar tetap optimis. Sistem itu sedang di perbaiki dan pihak Bea Cukai bukan tidak mengambil tindakan, namun hal ini masih dalam perbaikan dan butuh waktu. Makanya dalam surat edaran tersebut ada salah satu poin supaya diberikan keringanan dari pihak IPC.

Rapat secara zoom pada Rabu tanggal 14 Juli 2021 kemarin dihadiri Direktur Operasi IPC Muarip, General Manager IPC Cabang Tanjung Priok Guna Mulyana, Seluruh Direksi Terminal Petikemas anak perusahaan IPC, Direksi anak perusahaan Non Petikemas  dan stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Priok Dr Capt Wisnu Handoko,M.Sc, mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Antisipasi Dampak Perbaikan Aplikasi CEISA Nomor: UM.006/13/19/OP.TPK-2021.

Meminta kepada seluruh operator terminal kontainer dan non kontainer yang melayani kegiatan ekspor impor untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Melayani jadwal kedatangan setiap kapal, mulai dari kapal sandar di dermaga sesuai dengan window yang telah disepakati sampai dengan pelayanan bongkar muat selesaidan kapal meninggalkan pelabuhan.

b. Mengoptimalkan penggunaan fasilitas peralatan bongkar muat dan menjaga tidak terjadi keterlambatan.

c. Mengoptimalkan penggunaan lapangan penumpukan lini 1 (satu) dan lini 2 (dua) dengan menjaga keseimbangan peruntukan untuk layanan muatan ekspor dan impor secaraproporsional melalui pembagian beban lapangan penumpukan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas.

d. Selalu berkoordinasi dengan pihak Kantor Bea Cukai dalam rangka melakukan normalisasi layanan inspeksi di seal point, pindah lokasi penumpukan (PLP/Over Brengen), Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) dengan menambah jalur pemeriksaan customs dan penambahan petugas.

e. Memberikan keringanan atas biaya yang timbul kepada pengguna jasa yang mengalami keterlambatan pengeluaran barang akibat dampak perbaikan CEISA.

f. Melakukan sosialisasi terkait langkah-langkah antisipasi sehingga memberikan rasa kenyamanan dan optimisme kepada pengguna jasa.

g. Melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan Kantor Bea Cukai, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, Kantor Kesyahbandaran Utama, Pelindo II Cabang Tanjung Priok terkait untuk perkembangan di lapangan, terutama jika terjadi peningkatan siginifikan presentase YOR, sehingga dapat diambil langkah bersama secara cepat dan terukur.

2. Kepala OP Tanjung Priok juga menghimbau para pengguna jasa untuk melakukan penyesuaian pengiriman dan pengambilan kontainer pasca sistem CIESA normal kembali untuk menghindari kepadatan pelayanan di saat bersamaan.

Surat Edaran tersebut dikeluarkan dengan dasar pertimbangan, yakni:

a. Bahwa sejak tanggal 8 Juli 2001 sistem elektronik layanan kepabeanan atau CEISA mengalami gangguan dan sedang dalam perbaikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

b. Dampak dari perbaikan tersebut adalah tidak lancarnya penerimaan dan pengeluaran barang dari pelabuhan, terutama untuk muatan ekspor impor yang diangkut melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

c. Rata-rata YOR terminal kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok meningkat tinggi dan diperkirakan akan mencapai puncaknya di akhir pekan seiring dengan jadwal window kedatangan kapal-kapal Main Line Operator (MLO).

d. Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar tidak mengganggu kinerja pelayanan barang di Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga perlu diambil langkah-langkah yang strategis.(MM-01).

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s