Manajemen PTP Multiporpose Terus Berkomitmen Dalam Pertumbuhan Eskpor Di Provinsi Bangka Belitung

Mimbarmaritim.com – Jakarta

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung memberikan dampak besar terhadap seluruh kegiatan usaha di dunia, tidak terkecuali dunia usaha kepelabuhanan. Hal ini terlihat dari penurunan yang cukup signifikan terhadap  trafik logistik secara Nasional dan global terutama dalam kegiatan operasional bisnis kepelabuhan. 

Kegiatan operasional pelabuhan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Multipurpose) sebagai salah satu operator terminal pelabuhan di lingkungan IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) juga turut mengalami dampak atas pandemi Covid -19 ini.

Namun bagi manajemen PTP Multipurpose (anak perusahaan BUMN PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), pamdemi ini menjadi sebuah tantangan bagi perusahaan untuk bukan hanya survive. Namun perusahaan minimal memiliki performansi sama seperti tahun 2019 sebelum adanya pamdemi. Melalui inivasi dalam mengembangkan core bisnisnya yang bergerak di bidang industri jasa kepelabuhanan bidang operator terminal multipurpose. 

Segmen usaha PTP Multipurpose saat ini adalah jasa handling general cargo, curah cair (CPO), dan curah kering (semen, batu bara, cangkang kelapa sawit dan lainnya). Jasa layanan yang diberikan kepada para pelanggan, diantaranya stevedoring, cargodoring, gudang penumpukan, receiving/delivery, lapangan dan penumpukan, dan pelayanan lainnya seperti pelayanan konsolidasi barang.

Direktur Utama PTP Multiporpose Drajat Sulistyo Saat Menerima Cendramata Dari Direktur Utama PT Budi Agri Sejahtera Lie Nam Jon , Jumat (21/5/2021).

Menyadari bahwa pamdemi Covid-19 ini masih belum akan berakhir, manajemen PTP Multipurpose tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan. Dengan menciptakan pola operasional yang berbasis planing and control dengan tujuan agar dapat menghasilkan kinerja yang efektif dan efisien serta sesuai dengan keinginan dari pelanggan yaitu harga yang pasti, tepat waktu dan terjaminnya keamanan. Yang merupakan basic requirement yang diberikan oleh perusahaan untuk pemenuhan customer expectation yakni fix price, fix time, dan safety.

PTP Multipurpose terus memperluas dalam segmen usaha yang dikelolanya melalui pembenahan pola operasional yang berbasis perencanaan yang matang dan melakukan pengawasan sehingga menghasilkan operasional yang efektif dan efisien serta sesuai dengan yang di inginkan pelanggannya.

Saat ini wilayah usaha PTP Multipurpose meliputi terminal multipurpose berada di 10 Cabang Pelabuhan Indonesia berada di bawah pengelolaan IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang berada di 9 provinsi di Indonesia, diantaranya Pelabuhan Tanjung Priok (Provinsi DKI Jakarta), Pelabuhan Banten (Provinsi Banten), Pelabuhan Panjang (Provinsi Lampung), Pelabuhan Jambi (Provinsi Jambi), Pelabuhan Bengkulu (Provinsi Bengkulu), Pelabuhan Teluk Bayur (Provinsi Sumatera Barat), Pelabuhan Palembang (Provinsi Sumatera Selatan), Pelabuhan Cirebon (Provinsi Jawa Barat), Pelabuhan Pangkal Balam (Provinsi Bangka Belitung), dan Pelabuhan Tanjung Pandan (Provinsi Bangka Belitung).

Salah satu bentuk Komitmen PTP untuk berkontribusi memberi nilai tambah kepada customer maupun negeri. Dibuktikan manajemen PTP Multipurpose melalui PTP Cabang Pangkal Balam yang dalam waktu dekat berencana akan melakukan kerjasama dengan PT Budi Agri Sejahtera (PT. BAS), untuk ekspor cangkang kelapa sawit dalam volume yang cukup besar dari Pelabuhan Tanjung Gudang. Salah satu kawasan pelabuhan Pangkal Balam yang saat ini dikelola PTP Multiporpose yang berlokasi di Kecamatan Belinyu – Kabupaten Bangka – Provinsi Bangka Belitung.

Direktur Utama PTP Multipurpose Drajat Sulistyo didampingi Corporate Secretary PTP Multiporpose Tito Gutomo Muliawan dan Vice President (VP) Operasi PTP Multiporpose Panji Bharata telah melakukan kunjungan ke gudang PT BAS selaku eksportir cangkang kelapa sawit di Kecamatan Belinyu – Kabupaten Bangka  pada Jumat, (21/5/2021).

Drajat Sulistyo mengatakan komoditi cangkang kelapa sawit yang akan di ekspor keluar negeri dari provinsi Bangka Belitung diharapkan akan menjadi stimulus untuk komoditi turunannya. Sehingga mampu memberikan nilai tambah kepada pemerintah daerah provinsi Bangka Belitung. Dan sekaligus berpotensi meningkatkan daya saing perusahaan dari sisi proses penanganan bongkar muat (penanganan muat ekspor cangkang) terhadap pelabuhan lainnya. 

“Sebagaimana visi perusahaan yaitu menjadi operator terminal Multiporpose yang terdepan, untuk Maritim Gateway di Indonesia dengan menyediakan pelayanan yang kompetitif dan berkelanjutan. Dalam mendukung ekosistem logistik guna menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional sebagai misinya perusahaan,” kata Drajat.(MM-01).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s