IPC Menerapkan Penyesuaian Tarif Lo-Lo Dan Storage Di Pelabuhan Tanjung Priok

Mimbarmaritim.com – Tanjung Priok

Setelah melewati proses yang panjang sejak tahun 2019 melalui pembahasan dan persetujuan dari Gabungan Importir Nasional Indonesia (GINSI) Badan Pengurus Daerah DKI Jakarta dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta dan , Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) DKI Jakarta, maka PT. Pelabuhan Indonesia II/IPC akan menyesuikan tarif pelayanan untuk jasa lift on-lift off (Lo-Lo) dan Storage peti kemas di Terminal lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok berlaku mulai pukul 00:00 Tanggal 15 April 2021.

SFVP Komunikasi Korporasi IPC Pusat Dini Endiyani melalui keterangan tertulisnya diterima Mimbar Maritim, hari ini Kamis (15/4/2021) mengatakan penyesuaian tarif tersebut di atas telah mengacu pada Permenhub No 121 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan No 72 tahun 2017 tentang Jenis, Struktur Golongan dan Mekanisme Penetapan Tarif Jasa Kepelabuhanan. Dimana penetapan tarif jasa kepelabuhanan untuk Lo-Lo dan Storage harus dibahas dan mendapat persetujuan dari asosiasi terkait, yakni GINSI, GPEI dan ALFI.

Dini menyebutkan setelah mendapatkan persetujuan dan dibahas dengan asosiasi terkait, selanjutnya diajukan kepada Menteri Perhubungan dan dari Kemenko Maritim dan Investasi (Marvest).

“Karena tanggal 23 Februari 2021 Kemenko Marvest telah mengeluarkan rekomendasi mengenai penyesuaian tarif peti kemas internasional di pelabuhan Priok itu kepada Kementerian Perhubungan. Kemudian pada tanggal 8 Maret 2021 telah terbit persetujuan Menteri Perhubungan untuk penaikan tarif tersebut,” katanya.

Adapun rincian penyesuaian tarif adalah tarif Lo-Lo peti kemas berukuran 20 kaki yang sebelumnya Rp.187.500,- per bok menjadi Rp.285 500,- per bok. Sementara Lo-Lo untuk peti kemas 40 kaki akan menjadi Rp.428.250,- per bok dari sebelumnya Rp.281.300,- per bok.

Sedangkan tarif dasar storage dari Rp. 27.200,- per bok/hari untuk peti kemas 20 kaki menjadi Rp.42.500/bok/hari. Sedangkan untuk peti kemas 40 kaki yang sebelumnya Rp.54.400,- per bok/hari menjadi Rp.85.000 per bok/hari.

Dengan adanya penyesuaian tarif Lo-Lo dan Storage petikemas di pelabuhan Tanjung Priok itu, IPC akan menghilangkan biaya cost recovery Rp. 75.000,- perbok yang selama ini diberlakukan.

Penyesuaian tarif Lo-Lo dan Storage itu diberlakukan di lima pengelola terminal peti kemas internasional (ekspor-impor) yaitu Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL) dan Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok.

Ditambahkan, Pelindo II juga memangkas tarif progresif. Jika sebelumnya terhadap petikemas dengan masa tiga haru penumpukan dan seterusnya dikenakan tarif maksimal 900%, pada struktur tarif baru diturunkan, maksimal hanya hanya 600%.

Salah satu dasar pelaksanaan penyesuaian tarif tersebut,sejak tahun 2008 tidak pernah ada perubahan tarif, sehingga dari sisi investasi di terminal-terminal perlu adanya penyesuaian tarif.(MM-01).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s